DETIK-DETIK TERAKHIR YANG TAK BISA DIULANG. (Sakaratul Maut, Kubur, dan Akhir Perjalanan Manusia)

“DETIK-DETIK TERAKHIR YANG TAK BISA DIULANG”

(Sakaratul Maut, Kubur, dan Akhir Perjalanan Manusia)


🔹 MUQADDIMAH 

الحمد لله رب العالمين
نحمده ونستعينه ونستغفره
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا

من يهده الله فلا مضل له
ومن يضلل فلا هادي له

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Malam ini,
kita tidak berkumpul untuk membicarakan orang lain,
tetapi untuk menghadap ke dalam diri kita masing-masing.

Karena setiap yang bernyawa
pasti akan mengalami saat di mana dunia dilepaskan secara paksa.

Allah berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.”
(QS. Ali ‘Imran: 185)

Tidak ada satu pun yang bisa menolak ayat ini.
Tidak orang kaya.
Tidak orang alim.
Tidak orang saleh.


🔹 BAGIAN 1: SAKARATUL MAUT – SAAT DUNIA DILEPASKAN 

Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam hadits panjang yang shahih:

إِذَا كَانَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ فِي إِقْبَالٍ مِنَ الْآخِرَةِ وَإِدْبَارٍ مِنَ الدُّنْيَا…

“Apabila seorang hamba mukmin telah menghadap akhirat dan meninggalkan dunia…”

Saat itu,
mata masih terbuka,
tapi lisan tak lagi berkuasa.

Ia melihat malaikat
yang selama hidup tidak pernah ia lihat.

Malaikat turun dengan wajah berseri,
membawa kafan dari surga,
membawa wewangian dari surga.

Kemudian ruhnya dicabut:

فَتَخْرُجُ رُوحُهُ كَقَطْرَةِ الْمَاءِ مِنْ فِي السِّقَاءِ

“Ruhnya keluar seperti tetesan air dari mulut kendi.”

📌 Ibn al-Qayyim رحمه الله (ar-Rūḥ):

“Ringannya sakaratul maut bagi mukmin karena hatinya tidak melekat pada dunia.”

Namun berbeda dengan hamba yang lalai…

تُنتَزَعُ رُوحُهُ كَالسُّفُّودِ مِنَ الصُّوفِ الْمَبْلُولِ

“Ruhnya dicabut seperti besi berduri yang diseret dari wol basah.”

Setiap urat terasa sakit.
Setiap ikatan dunia menahan kepergiannya.


🔹 BAGIAN 2: PERJALANAN RUH MENUJU LANGIT 

Ruh mukmin dibawa naik ke langit.

Setiap malaikat berkata:
“Ruh siapakah yang harum ini?”

Disebut namanya
dengan sebaik-baik gelar yang pernah ia miliki di dunia.

Lalu dibukakan pintu-pintu langit.

Allah berfirman:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً
(QS. Al-Fajr: 27–28)

Namun ruh yang buruk ditolak.

Allah berfirman:

لَا تُفْتَحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ
“Tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit.”
(QS. Al-A’raf: 40)

📌 Ibn Katsir:

“Ini adalah kehinaan sebelum azab.”


🔹 BAGIAN 3: KEMBALINYA RUH & PERTANYAAN KUBUR

Ruh dikembalikan ke jasad.
Tubuh terbaring sendiri.
Keluarga telah pulang.

Datang dua malaikat: Munkar dan Nakir.

Pertanyaan yang menentukan:

  1. مَنْ رَبُّكَ؟
  2. مَا دِينُكَ؟
  3. مَنْ نَبِيُّكَ؟

Mukmin menjawab dengan yakin,
karena jawaban itu ia jalani sepanjang hidupnya.

Namun ada yang berkata:

هَاهْ هَاهْ لَا أَدْرِي

“Aku tidak tahu…”

📌 Al-Qurthubi:

“Inilah sebab para salaf menangis saat mengingat kubur, karena takut tidak mampu menjawab.”


🔹 BAGIAN 4: KUBUR – AWAL AKHIRAT 

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْقَبْرُ إِمَّا رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ

“Kubur itu bisa menjadi taman surga atau lubang neraka.”

Kubur mukmin dilapangkan sejauh mata memandang.
Kubur yang lain disempitkan hingga tulang bertaut.

📌 Hasan al-Bashri:

“Kubur adalah nasihat paling jujur bagi orang yang mau berpikir.”


🔹 BAGIAN 5: NERAKA – AZAB YANG TAK TERBAYANG 

Allah berfirman:

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا
“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang baru.”
(QS. An-Nisa: 56)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا… يَغْلِي مِنْهُ دِمَاغُهُ

“Azab teringan membuat otaknya mendidih.”

📌 Imam Nawawi:

“Jika ini yang paling ringan, maka tidak ada yang sanggup menahan azabnya.”


🔹 BAGIAN 6: SURGA – HARAPAN ORANG BERIMAN 

Allah berfirman:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ
(QS. As-Sajdah: 17)

Nikmat terbesar bukan istana,
bukan sungai,
tetapi melihat Allah.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ ۝ إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
(QS. Al-Qiyamah: 22–23)

📌 Imam Ahmad:

“Melihat Allah adalah puncak kenikmatan surga.”


🔹 PENUTUP 

Wahai hamba Allah…

Kita akan sendirian di kubur.
Amal kita yang menemani.
Dosa kita yang membebani.

Tidak ada yang menolong kecuali rahmat Allah.


🤲 DOA 

اللهم يا الله…
Kami datang dengan dosa yang banyak
dan amal yang sedikit…

Ya Allah…
Jika Engkau adili kami, kami binasa
Jika Engkau rahmati kami, kami selamat

اللهم أحسن خاتمتنا
اللهم ثبّت أقدامنا عند الموت
اللهم اجعل قبورنا روضة من رياض الجنة

Ya Allah…
Kami takut mati dalam keadaan Engkau murka
Kami mohon mati dalam keadaan Engkau ridha

وصلى الله على نبينا محمد
والحمد لله رب العالمين



Tidak ada komentar