HAK TETANGGA: IMAN YANG DIUJI DI TEMBOK RUMAH KITA

HAK TETANGGA: IMAN YANG DIUJI DI TEMBOK RUMAH KITA


⏱️ 0–10 MENIT

PEMBUKAAN – MENGIKAT HATI JAMAAH

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا…

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ…

Jamaah rahimakumullah…

Kalau kita ditanya:

“Pak, iman itu diuji di mana?”

Sebagian jawab:
– di masjid
– di haji
– di umrah
– di majelis ilmu

Padahal… paling sering iman itu diuji di rumah kita sendiri.
Bahkan lebih spesifik lagi: di tembok yang berbatasan dengan rumah tetangga.

😄
Shalat kita bisa panjang,
tapi sabar kita pendek
kalau motor tetangga parkir nutup pintu.

Wirid kita bisa seribu kali,
tapi langsung habis
kalau malam-malam dangdut hajatan belum selesai.

👉 Maka Islam tidak hanya bicara hubungan dengan Allah,
tapi hubungan dengan manusia,
dan yang PALING DEKAT: tetangga.


⏱️ 10–25 MENIT

KEDUDUKAN TETANGGA DALAM AL-QUR’AN

📖 QS An-Nisā’ : 36

Arab:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا … وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ

Terjemah:

“Sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya… dan berbuat baiklah kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.”

Renungan: Allah mulai dengan tauhid,
lalu orang tua,
lalu… tetangga.

📌 Ibnu Katsir:

Hak tetangga disebut setelah hak Allah dan orang tua karena beratnya urusan ini.

😄
Jadi jangan kaget kalau:

  • shalat kita Allah terima
  • puasa kita Allah terima
    tapi urusan surga kita nyangkut di pagar rumah.

⏱️ 25–40 MENIT

HADIS NGERI: DOSA BESAR MENYAKITI TETANGGA

📜 Hadis Abu Laits As-Samarqandi (no. 169)

Arab:

وَالسَّابِعُ الْمُؤْذِي جَارَهُ

Terjemah:

“Yang ketujuh adalah orang yang menyakiti tetangganya.”

Masuk daftar:

  • pezina berat
  • pelaku maksiat besar
  • dan… penyakiti tetangga

😢
Bayangkan…
Ada orang rajin ibadah
tapi di akhirat ditarik tetangganya sambil berkata:

“Ya Allah, aku tak pernah dizinakkan dia,
tapi aku dizalimi dia setiap hari…”


⏱️ 40–55 MENIT

KISAH NYATA 1 – RT & RONDA (INDONESIA BANGET)

Jamaah…
Ini kisah nyata, sering kita jumpai.

Ada satu kampung.
Setiap malam ronda jalan.
Giliran si A, tidak pernah datang.

Alasannya:

“Saya capek, saya kerja.”

Tetangga lain juga kerja.
Ada tukang, buruh, sopir, pedagang.

Suatu malam…
Rumah si A kemalingan.

Yang pertama datang? 👉 tetangga ronda yang sering dia tinggalkan.

📌 Pelajaran: Hak tetangga itu tidak dicatat di buku,
tapi diingat oleh hati manusia.


⏱️ 55–65 MENIT

HADIS: IMAN DIUKUR DARI RASA AMAN TETANGGA

📜 Hadis Ibnu Mas’ud (no. 170)

Arab:

وَلَا يُؤْمِنُ عَبْدٌ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Terjemah:

“Tidak beriman seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.”

Gangguan itu:

  • lisan
  • tangan
  • sikap
  • bahkan WA grup RT 😄

📌 Imam Al-Ghazali:

Banyak orang selamat dari zina, tapi binasa karena lisan.


⏱️ 65–75 MENIT

KISAH NYATA 2 – HAJATAN & SABAR

Ada keluarga bikin hajatan.
Tenda nutup jalan.
Sound keras sampai tengah malam.

Ada tetangga yang marah,
ada yang diam.

Yang diam ini…
datang besoknya sambil bawa teh manis:

“Maaf ya, kemarin capek.
Ini buat yang kerja semalaman.”

😢
Beberapa tahun kemudian…
anaknya hajatan,
semua tetangga bantu total.

📌 Hasan Al-Basri:

Bukan disebut baik bertetangga jika tidak mengganggu,
tapi jika sabar saat diganggu.


⏱️ 75–85 MENIT

KISAH NYATA 3 – WARISAN TETANGGA

Dua rumah bertetangga.
Satu keluarga meninggal.
Warisan diperebutkan.

Tanah melebar 10 cm ke pekarangan tetangga.

Tetangga berkata:

“Ambil saja.
Saya rela.
Saya tidak mau bertengkar karena kuburan.”

😭
📌 Itulah iman.
Mengalah di dunia,
menang di akhirat.


⏱️ 85–90 MENIT

PENUTUP MATERI

Jamaah…
Tetangga kita bisa jadi:

  • saksi iman kita
  • atau penuntut kita di akhirat

Maka jangan tunggu kaya untuk baik.
Cukup:

  • senyum
  • salam
  • sabar
  • peduli

🤲 DOA 

اللهم يا الله…
Kami datang membawa shalat kami…
tapi kami lupa membawa akhlak kami

Ya Allah…
Berapa banyak tetangga yang terluka oleh lisan kami,
oleh wajah kami yang masam,
oleh pintu yang kami tutup rapat
padahal mereka lapar…

Ya Allah…
Jika hari ini Engkau panggil kami,
tetangga mana yang akan menangisi kepergian kami?
dan tetangga mana yang justru bersyukur karena kami pergi…

Ya Allah…
Ampuni kami…
Ampuni kami…
Ampuni kami…

Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan tetangga kami
orang pertama yang menuntut kami di padang mahsyar…

Ya Allah…
Jadikan rumah kami rumah yang aman,
jadikan lisan kami lisan yang lembut,
jadikan tangan kami tangan yang menolong…

Ya Allah…
Jika selama ini kami lebih sibuk membangun rumah,
tapi lupa membangun hubungan…
ampuni kami ya Rabb…

Ya Allah…
Satukan kami dengan tetangga kami di dunia dengan kasih sayang,
dan di akhirat sebagai tetangga Rasulullah ﷺ di surga

آمين… آمين… آمين يا رب العالمين…


Tidak ada komentar