HASAD: KETIKA HATI PANAS, PAHALA LUDES
“HASAD: KETIKA HATI PANAS, PAHALA LUDES”
🟢 PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Alhamdulillah…
Segala puji bagi Allah yang membagi rezeki tidak pernah rapat RT,
tidak pakai voting arisan,
dan tidak tanya grup WA:
“Menurut Anda, si Fulan pantas dapat nikmat ini atau tidak?” 😄
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
manusia paling tenang hatinya,
yang kalau melihat orang lain bahagia ikut senang,
bukan ikut panas.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Kalau hari ini saya tanya jujur:
“Siapa di sini yang pernah dengki?”
Jangan angkat tangan…
Nanti ketahuan semua 😄
Karena hasad itu bukan penyakit orang jahat,
tapi penyakit orang normal.
Bedanya:
- orang beriman melawan,
- orang lalai memelihara.
🟢 PENGANTAR TEMA
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْغِلَّ وَالْحَسَدَ يَأْكُلَانِ الْحَسَنَاتِ
كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ“Dengki dan iri memakan pahala sebagaimana api memakan kayu bakar.”
Bayangkan…
Kita shalat…
Kita puasa…
Kita sedekah…
Tapi pahala itu dibakar sendiri oleh hati kita.
Ibarat orang diet:
- lari pagi ✔️
- makan salad ✔️
- tapi tengah malam goreng mie dua porsi ❌
Capek sendiri…
hasil nol.
🟢 DEFINISI HASAD
Hasad itu bukan sekadar ingin punya.
Hasad itu:
“Aku tidak masalah miskin…
asal dia juga jangan bahagia.”
Kalau sekadar:
“Ya Allah, aku ingin seperti dia”
→ itu ghibthah (boleh)
Tapi kalau:
“Kenapa dia terus sih?
Mending jatuh sekalian!”
→ itu hasad (haram)
Hasad itu protes ke Allah tapi pakai bahasa hati.
🟢 DALIL AL-QUR’AN
QS. Al-Falaq: 5
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
“Dari kejahatan orang yang dengki ketika ia dengki.”
Kenapa Allah sebut khusus hasad?
Karena:
- santet bisa ditolak,
- sihir bisa dilawan,
- tapi hasad sering disimpan di dada sendiri.
Musuhnya bukan orang lain,
tapi hati kita sendiri.
🟢 KISAH KAMPUNG: WARISAN
Jamaah…
Hasad itu paling subur di tanah warisan.
Bapak wafat…
Ibu wafat…
Rumah satu…
Sawah setengah…
Awalnya:
“Kita musyawarah ya…”
Lima menit kemudian:
“Itu tanah dulu aku yang ngerawat!”
“Lah kamu kan lama di kota!”
“Tapi aku anak tertua!”
Tiga bulan kemudian:
- adik nggak sapa kakak
- kakak blokir adik
- cucu nggak kenal sepupu
Warisan habis,
tapi dendam diwariskan turun-temurun.
Hasad itu bukan merusak harta,
tapi merusak silaturahmi.
🟢 KISAH RT & ARISAN
Di kampung, ada satu penyakit khas:
“Kok dia terus yang dapat?”
- Bantuan turun → “Pasti ada mainnya”
- Ketua RT beli motor → “Gajinya dari mana?”
- Tetangga renovasi rumah → “Ah paling utang”
Padahal bisa jadi:
- dia rajin kerja,
- dia hemat,
- dia sabar.
Hasad membuat mata kita rabun nikmat orang lain,
tapi tajam melihat kekurangan.
🟢 KISAH WA GRUP
Zaman dulu hasad itu berat.
Sekarang?
📱 Tinggal buka HP.
Orang upload:
- anak wisuda,
- rumah baru,
- umrah,
- mobil.
Komentar luar:
“MasyaAllah…”
Komentar batin:
“Ih kok dia lagi…”
Akhirnya:
- HP ditutup,
- hati panas,
- shalat nggak khusyuk.
Setan sekarang nggak perlu goda banyak-banyak,
cukup kuota internet.
🟢 BAHAYA HASAD
Abu Laits As-Samarqandi berkata: Hasad memberi 5 hukuman sebelum akhirat:
- Hati gelisah
- Sedih tanpa pahala
- Nama buruk
- Dimurkai Allah
- Ditutup pintu taufik
Belum mati sudah tersiksa.
Orang yang didengki bisa santai,
yang dengki tidur nggak nyenyak.
🟢 KISAH AHLI SURGA
Rasulullah ﷺ bersabda tentang seorang lelaki:
“Ia ahli surga.”
Padahal:
- shalat biasa,
- puasa biasa.
Rahasia dia?
“Aku tidak menyimpan dengki pada siapa pun.”
Masuk surga bukan karena banyak ibadah,
tapi karena hati bersih.
🟢 TRANSISI KE DOA
Jamaah yang dirahmati Allah…
Coba sekarang diam sejenak…
Tanya ke hati masing-masing:
- siapa yang pernah kita dengki?
- siapa yang nikmatnya bikin kita panas?
- siapa yang namanya bikin hati nggak nyaman?
Kalau nama itu muncul…
itulah pekerjaan rumah kita dengan Allah.
🤲 DOA
Kami datang kepada-Mu bukan membawa amal…
tapi membawa hati yang kotor…
Ya Allah…
Kami shalat…
Kami puasa…
Tapi sering hati kami panas melihat nikmat orang lain…
Ya Allah…
Ampuni kami…
Ampuni hasad yang kami simpan diam-diam…
Ampuni doa buruk yang tak pernah terucap tapi bersemayam di dada…
Ya Allah…
Kalau ada di antara kami
yang memutus silaturahmi karena warisan…
yang bermusuhan karena harta…
yang saling membenci karena dunia…
Lunakkanlah hati kami ya Allah…
Ya Allah…
Bersihkan hati kami dari iri…
dari dengki…
dari sakit hati yang kami rawat bertahun-tahun…
Ya Allah…
Jadikan kami hamba yang ridha…
yang tenang…
yang jika melihat nikmat orang lain berkata:
“MasyaAllah… semoga Allah juga mencukupi aku.”
Ya Allah…
Jangan Engkau matikan kami
dalam keadaan hati penuh hasad…
Ya Allah…
Kami takut…
takut ibadah kami hangus…
takut amal kami sia-sia…
takut bertemu-Mu dengan hati yang rusak…
Maka bersihkanlah kami ya Allah…
sebelum kami menghadap-Mu…
Rabbana la taj‘al fi qulubina ghillan
lilladzina amanu…
Ya Allah…
Masukkan kami ke dalam surga-Mu
bersama orang-orang yang hatinya bersih…
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Post a Comment