HUKUM JIMA’ PADA SIANG HARI BULAN RAMADHAN

HUKUM JIMA’ PADA SIANG HARI BULAN RAMADHAN

Antara Syahwat, Puasa, dan Kaffarah Mughallazhah


1️⃣ Mukadimah: Ramadhan Bukan Sekadar Lapar 

Hadirin rahimakumullah…
Puasa itu bukan cuma menahan perut,
tapi juga syahwat.
Kalau cuma lapar, jam dinding juga lapar—nggak pernah makan 😅
Yang diuji Ramadhan itu: iman, taqwa, dan kendali diri.

Dan di antara pelanggaran terbesar puasa,
yang bikin ulama sepakat wajahnya serius, suaranya pelan,
adalah: jima’ (bersenggama) di siang hari Ramadhan.


2️⃣ Dalil Al-Qur’an: Batas Halal & Haram 

Allah Ta’ala berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ … ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari puasa bercampur dengan istri-istri kalian… kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai datang malam.”
(QS. Al-Baqarah: 187)

📌 Isyarat tegas:
➡️ Malam: halal
➡️ Siang: haram

😄 Humor mimbar:
Islam itu adil—
siangnya disuruh nahan,
malamnya disuruh bersyukur 🤭
Bukan disuruh kebalik!


3️⃣ Dalil Sunnah: Hadits Kaffarah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: هَلَكْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: وَمَا أَهْلَكَكَ؟ قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ…

Rasulullah ﷺ bersabda:

  1. أَعْتِقْ رَقَبَةً
  2. فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ
  3. فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا

“Apakah engkau mampu memerdekakan budak?”
“Tidak.”
“Apakah engkau mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?”
“Tidak.”
“Maka beri makan 60 orang miskin.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

📌 Inilah kaffarah mughallazhah (denda berat).


4️⃣ Ijma’ Ulama: Hukumnya HARAM 

📚 Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:

“Para ulama telah sepakat bahwa jima’ di siang hari Ramadhan adalah haram dan merusak puasa.”
(Al-Majmu’)

📚 Ibnu Qudamah رحمه الله:

“Tidak ada khilaf bahwa jima’ mewajibkan qadha dan kaffarah.”
(Al-Mughni)

➡️ Kesimpulan:

  • Puasa batal
  • Wajib qadha
  • Wajib kaffarah berat

5️⃣ Urutan Kaffarah Mughallazhah

🔴 TIDAK BOLEH MEMILIH SESUKA HATI

Urutannya WAJIB:

1️⃣ Memerdekakan budak

➡️ (Tidak ada sekarang)

2️⃣ Puasa 2 bulan berturut-turut (60 hari)

❌ Tidak boleh putus
❌ Kalau putus tanpa uzur → ulang dari awal

😄 Humor pedas tapi ngena:
Puasa Ramadhan 30 hari saja sudah hitung-hitungan…
ini 60 hari nonstop.
Makanya ulama bilang:
“Satu jam maksiat, dua bulan taubat.”

3️⃣ Memberi makan 60 orang miskin

➡️ Jika benar-benar tidak mampu puasa

4️⃣ Jika tidak mampu semuanya → gugur kaffarah

📌 Tapi dosa tetap harus ditaubati


6️⃣ Dalil Kaidah: Allah Maha Adil 

Allah Ta’ala berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)

📚 Ibnu Katsir رحمه الله:

“Ayat ini menjadi dasar gugurnya kewajiban jika benar-benar tidak mampu.”


7️⃣ Bagaimana Jika Lupa, Dipaksa, atau Jahil? 

❓ Lupa atau dipaksa?

➡️ Tidak ada dosa & tidak ada kaffarah

❓ Tidak tahu hukumnya?

📌 Mayoritas ulama:
➡️ Tetap wajib kaffarah
karena ini perkara besar yang seharusnya diketahui.

😄
Kalau tidak tahu racun itu berbahaya,
lalu diminum…
tetap sakit juga 😅


8️⃣  Penutup 

Hadirin rahimakumullah…
Jima’ itu halal…
tapi waktunya yang diuji.

Ramadhan itu sekolah taqwa.
Siapa lulus?
Bukan yang kuat menahan lapar,
tapi yang mampu menahan diri.


📚 KITAB RUJUKAN

  1. Shahih Bukhari & Muslim
  2. Al-Majmu’ – Imam An-Nawawi
  3. Al-Mughni – Ibnu Qudamah
  4. Tafsir Ibnu Katsir
  5. Majalisu Syahri Ramadhan hlm. 102–108

😄 HUMOR 

Puasa itu seperti SIM ruhani.
Kalau dilanggar,
bukan ditilang…
tapi dicabut dua bulan 🤭



Tidak ada komentar