HURMATUL MASĀJID: MEMULIAKAN RUMAH ALLAH DI ZAMAN LUPA ADAB

“HURMATUL MASĀJID: MEMULIAKAN RUMAH ALLAH DI ZAMAN LUPA ADAB”


I. MASJID BUKAN TEMPAT BIASA (Pengantar)

Masjid bukan aula,
bukan balai RT,
bukan coworking space,
dan bukan ruang tunggu dunia.

Masjid adalah rumah Allah.

Allah berfirman:

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
“Di rumah-rumah (masjid) yang Allah izinkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.”
(QS. An-Nur: 36)

📚 Tafsir Ibn Katsir:
“Dimuliakan” mencakup bangunan, fungsi, adab, dan perilaku penghuninya.

😄 Humor ringan pembuka
Masjid itu rumah Allah…
Kalau ke rumah orang:
– lepas sandal
– jaga omongan
– sopan

Tapi ke masjid:
– sandal dilempar
– HP bunyi
– omongan dunia lebih keras dari dzikir


II. HAK MASJID SAAT DIMASUKI (Tahiyyatul Masjid)

Hadis Pokok

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, jangan duduk sebelum shalat dua rakaat.”
(HR. Bukhari & Muslim)

📚 Syarh An-Nawawi ‘ala Muslim:
Ini bentuk penghormatan kepada masjid, sebagaimana tamu memberi salam kepada tuan rumah.

Catatan Fiqih (sesuai teks Abu Laits As-Samarqandi)

Jika masuk waktu terlarang shalat (setelah Ashar & Subuh):
➡️ Tidak shalat, tapi:
– tasbih
– tahlil
– shalawat

📚 Tanبيه الغافلين – Abu Laits As-Samarqandi

😄 Humor “nusuk”
Masuk rumah orang nggak salam → dianggap nggak sopan
Masuk masjid nggak shalat → dianggap “biasa”

Padahal…
yang punya rumahnya Allah.


III. MASJID = RUMAH ORANG BERTAKWA

الْمَسَاجِدُ بُيُوتُ الْمُتَّقِينَ
“Masjid adalah rumah orang-orang bertakwa.”
(HR. Thabrani – hasan)

📚 Ibn Rajab Al-Hanbali:
“Siapa betah di masjid, tanda imannya hidup. Siapa gelisah di masjid, tanda hatinya terikat dunia.”

😄 Humor reflektif
Ada orang di masjid:
– 5 menit gelisah
– 1 jam di warung betah
– 3 jam di HP kuat

Bukan kakinya yang capek…
hatinya yang nggak kenal masjid.


IV. ADAB MASJID: 15 LARANGAN YANG DILANGGAR DI ZAMAN INI

Berdasarkan riwayat Abu Laits:

Di antaranya:

❌ Jual beli
❌ Teriak
❌ Obrolan dunia
❌ Lewat depan orang shalat
❌ Main-main
❌ Ganggu shaf

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا: لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ
“Jika kalian melihat orang jual beli di masjid, katakan: Semoga Allah tidak memberi keuntungan daganganmu.”
(HR. Tirmidzi)

📚 Syarh At-Tirmidzi – Al-Mubarakfuri

😄 Humor realita
Di masjid:
“Assalamu’alaikum… ini siapa yang punya charger?”

Masjid jadi:
– tempat rapat
– tempat curhat
– tempat nunggu hujan

Tinggal kurang:
tempat COD Shopee 😄


V. BAHAYA MASJID TANPA DZIKIR

يَعْمُرُونَ مَسَاجِدَهُمْ وَهِيَ خَرَابٌ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ
“Mereka memakmurkan masjid, tapi kosong dari dzikir kepada Allah.”
(Atsar Ali bin Abi Thalib)

📚 Al-Bidayah wan Nihayah – Ibn Katsir

Artinya: ✔ Bangunan megah
✖ Hati kosong
✔ Sound system mahal
✖ Air mata tidak pernah jatuh

Masjid bisa penuh manusia…
tapi kosong dari Allah.


VI. KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman…”
(QS. At-Taubah: 18)

📚 Tafsir Al-Qurthubi:
Makmur bukan hanya bangunan, tapi shalat, dzikir, ilmu, dan adab.

Hadis:

مُهُورُ الْحُورِ كَنْسُ الْمَسَاجِدِ
“Mahar bidadari surga adalah menyapu dan memakmurkan masjid.”
(Atsar Hasan Al-Bashri)

😄 Humor manis
Kalau dunia:
– mahar motor
– mahar emas

Kalau surga:
mahar sapu masjid
Murah… tapi mahal di langit.


VII. MASJID AKAN MENJADI SAKSI DI AKHIRAT

“Masjid akan dihadirkan di hari kiamat… dan memberi syafaat bagi jamaahnya.”
(Riwayat Anas bin Malik)

📚 Kitab Az-Zuhd – Imam Ahmad

😢 Penutup reflektif 

Kelak…
masjid akan bersaksi:
“Ya Allah… dia datang, atau tidak?”
“Dia diam untuk dzikir, atau ribut untuk dunia?”


VIII. PENUTUP 

Wahai jamaah…
kalau hati kita keras…
cek hubungan kita dengan masjid.

Kalau iman kita lemah…
cek adab kita di rumah Allah.

Karena memuliakan masjid = memuliakan Allah.


Tidak ada komentar