MEMULIAKAN RUMAH ALLAH DI ZAMAN LUPA ADAB

 MEMULIAKAN RUMAH ALLAH DI ZAMAN LUPA ADAB

PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah yang masih mengizinkan kaki kita melangkah ke rumah-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ,
keluarga beliau, para sahabat, dan siapa saja yang memuliakan masjid hingga akhir zaman.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Kalau hari ini Allah bertanya kepada kita:

“Mengapa engkau datang ke rumah-Ku?”

Apa jawaban kita?

Karena iman…
atau karena kebiasaan?
Karena rindu…
atau karena rutinitas?

Masjid bukan sekadar tempat.
Masjid adalah kehormatan.
Masjid adalah amanah.
Masjid adalah saksi.

Allah berfirman:

فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ
“Di rumah-rumah yang Allah izinkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya.”
(QS. An-Nūr: 36)

📖 Tafsir Ibn Katsīr:
“Dimuliakan” mencakup bangunan, adab, lisan, hati, dan niat orang yang memasukinya.


BAGIAN I

MASJID ADALAH RUMAH ALLAH, BUKAN RUMAH KITA 

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
“Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, jangan duduk sampai shalat dua rakaat.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)

Ini namanya tahiyyatul masjid – penghormatan kepada rumah Allah.

📖 Syarḥ an-Nawawī ‘alā Muslim:
“Sebagaimana tamu beradab kepada tuan rumah, demikian pula hamba kepada Rabb-nya.”

Renungan mimbar:
Kita masuk rumah manusia → salam, sopan, jaga sikap.
Masuk rumah Allah → duduk, ngobrol, HP bunyi.

Bukan karena kita tidak tahu…
tapi karena rasa ta’zhim itu menipis.


BAGIAN II

ADAB MASJID YANG DITINGGALKAN 

Rasulullah ﷺ bersabda:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَكُونُ حَدِيثُهُمْ فِي مَسَاجِدِهِمْ لِأَمْرِ دُنْيَاهُمْ، لَيْسَ لِلَّهِ فِيهِمْ حَاجَةٌ
“Akan datang suatu zaman, manusia berbincang di masjid tentang urusan dunia. Allah tidak butuh kepada mereka.”
(HR. al-Baihaqī)

📖 Syu‘abul Īmān – al-Baihaqī

Abu Laits As-Samarqandī menyebut 15 adab masjid: – Tidak jual beli
– Tidak meninggikan suara
– Tidak berbicara dunia
– Tidak melangkahi leher jamaah
– Tidak menyakiti orang shalat
– Tidak menjadikan masjid tempat main-main

📖 Tanbīh al-Ghāfilīn

Nada dikeraskan (tabligh style):
Masjid bukan tempat ribut!
Masjid bukan tempat debat dunia!
Masjid bukan tempat pamer!

Kalau lisan kita kotor di masjid,
jangan heran hati kita keras di luar masjid.


BAGIAN III

MASJID YANG MENANGIS

Ali bin Abi Thalib r.a. berkata:

“Akan datang zaman, masjid mereka megah, tapi kosong dari dzikir.”

📖 Al-Bidāyah wan Nihāyah – Ibn Katsīr

Masjid menangis, bukan karena atap bocor,
tapi karena shalat berjamaah ditinggal.

Masjid menangis, bukan karena karpet lama,
tapi karena air mata taubat tak pernah jatuh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ … وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِالْمَسَاجِدِ
“Salah satu yang mendapat naungan Allah adalah orang yang hatinya terpaut dengan masjid.”
(HR. al-Bukhārī dan Muslim)

📖 Fatḥ al-Bārī – Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī


BAGIAN IV

KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID 

Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
“Yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang beriman.”
(QS. at-Taubah: 18)

📖 Tafsīr al-Qurṭubī:
Memakmurkan masjid = iman yang hidup, bukan iman di KTP.

Hasan al-Baṣrī berkata:

“Mahar bidadari surga adalah menyapu masjid.”

📖 Az-Zuhd – Imam Aḥmad


TRANSISI KE DOA 

Ma’asyiral muslimin…

Kalau hari ini kita masih sering lalai di masjid,
itu tanda Allah masih memberi kesempatan.

Mari kita pulang…
bukan hanya dengan ilmu,
tapi dengan air mata taubat.


🤲 DOA

Allāhumma yā Allāh…

Ampuni kami yang masuk rumah-Mu tanpa adab…
Ampuni kami yang mengingat dunia lebih dari mengingat-Mu…
Ampuni kami yang memuliakan tamu dunia,
tapi meremehkan rumah-Mu…

Yā Allāh…
Jika masjid-Mu pernah tersakiti oleh lisan kami…
Jika masjid-Mu pernah ternodai oleh kelalaian kami…
Jika masjid-Mu pernah kami datangi tanpa khusyuk…
maka ampunilah kami… ampunilah kami… ampunilah kami…

Yā Rabb…
Jangan jadikan kami orang yang asing di masjid-Mu…
Jangan cabut iman kami sebelum kami mencintai rumah-Mu…
Jadikan masjid tempat kami kembali,
tempat air mata jatuh,
tempat dosa luruh…

Allāhumma…
Hidupkan masjid-Mu dengan shalat kami…
Hidupkan masjid-Mu dengan dzikir kami…
Hidupkan masjid-Mu dengan taubat kami…

Dan jangan Engkau wafatkan kami,
kecuali dalam keadaan
hati kami terpaut dengan masjid-Mu

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…


📚 DAFTAR KITAB RUJUKAN

  1. Al-Qur’ān al-Karīm
  2. Ibn Katsīr, Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm
  3. Al-Qurṭubī, Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān
  4. An-Nawawī, Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim
  5. Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī, Fatḥ al-Bārī
  6. Al-Baihaqī, Syu‘abul Īmān
  7. Abu Laits As-Samarqandī, Tanbīh al-Ghāfilīn
  8. Imam Aḥmad, Az-Zuhd
  9. Ibn Rajab al-Ḥanbalī, Jāmi‘ al-‘Ulūm wal Ḥikam
  10. Ibn al-Jauzī, Talbīs Iblīs


Tidak ada komentar