Isa ‘Alaihissalam: Nabi yang Diselamatkan, Tauhid yang Diluruskan

“Isa ‘Alaihissalam: Nabi yang Diselamatkan, Tauhid yang Diluruskan”


BAGIAN 1 – PEMBUKAAN 

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin…
Kita memuji Allah, Tuhan seluruh alam…
Yang tidak beranak… dan tidak diperanakkan…
Yang Maha Tinggi… Maha Suci… Maha Perkasa…

Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ,
kepada keluarga beliau, sahabat beliau, dan seluruh orang yang istiqamah di atas tauhid sampai hari kiamat.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah…

Malam ini kita membahas satu tema besar.
Tema yang menyentuh aqidah.
Tema yang menyentuh keselamatan iman.

Yaitu tentang Nabi Isa ‘alaihissalam.

Karena ada satu pertanyaan besar dalam sejarah manusia:

Apakah Isa dibunuh dan disalib?
Siapakah Isa sebenarnya?
Nabi? Tuhan? Atau anak Tuhan?

Dan Islam datang bukan untuk debat kusir…
Islam datang membawa wahyu yang pasti.


BAGIAN 2 – ISA TIDAK DIBUNUH 

Mari kita dengarkan firman Allah…

QS. An-Nisa: 157

وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِن شُبِّهَ لَهُمْ

“Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka.”

Allahu Akbar…

Allah tidak bilang “mungkin”…
Tidak bilang “menurut versi tertentu”…
Allah bilang dengan tegas:

وَمَا قَتَلُوهُ
Mereka tidak membunuhnya.

وَمَا صَلَبُوهُ
Mereka tidak menyalibnya.

Imam Ibnu Katsir رحمه الله berkata dalam Tafsirnya:

“Ini penafian yang tegas dari Allah terhadap klaim mereka.”

Artinya, aqidah kita jelas.


Transisi Emosional

Jamaah…

Kalau Allah sudah berbicara,
Masihkah kita ragu?

Kalau wahyu sudah turun,
Masihkah kita mendahulukan sejarah buatan manusia?

Kadang manusia ini lucu…

Kalau dokter bilang:
“Jangan makan ini, kolesterol tinggi.”

Langsung patuh.

Tapi kalau Allah bilang:
“Mereka tidak membunuhnya…”

Masih ada yang berkata:
“Ah tapi versi sejarah lain…”

Subhanallah…

Kalau urusan kolesterol saja kita percaya dokter,
Masa urusan akhirat kita tidak percaya Allah?


BAGIAN 3 – ISA DIANGKAT KE LANGIT 

Allah berfirman:

QS. An-Nisa: 158

بَل رَّفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

“Tetapi Allah telah mengangkatnya kepada-Nya.”

Imam Al-Qurthubi menjelaskan:

“Isa diangkat dengan jasad dan ruhnya.”

Artinya Isa tidak mati terbunuh.
Allah selamatkan.
Allah muliakan.


Transisi Emosional

Bayangkan…

Ketika musuh mengepung…
Ketika makar sudah disusun…
Ketika rencana pembunuhan sudah matang…

Allah angkat Nabi-Nya ke langit.

Ini pelajaran besar:

Kalau Allah sudah melindungi seseorang,
Seluruh dunia tidak bisa mencelakainya.


BAGIAN 4 – ISA AKAN TURUN KEMBALI 

Rasulullah ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا
(HR. Bukhari dan Muslim)

“Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh Isa putra Maryam akan turun di tengah kalian sebagai hakim yang adil.”

Imam Nawawi berkata:

“Hadits ini mutawatir.”

Artinya: pasti.


Sentuhan Humor Ringan

Kalau Isa sudah wafat dan selesai,
Lalu siapa yang akan turun?

Masa nanti malaikat pakai ID card:
“Saya cuma pengganti…”

Tidak.

Rasulullah bersumpah.
Dan sumpah Nabi bukan dongeng.


BAGIAN 5 – JANGAN BERLEBIHAN DALAM AGAMA 

Allah berfirman:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ

“Wahai Ahlul Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama.”

Imam Ibnu Katsir menjelaskan:

Ghuluw adalah mengangkat nabi menjadi Tuhan.

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ
(HR. Bukhari)

“Jangan kalian berlebihan memujiku sebagaimana Nasrani berlebihan terhadap Isa.”


Transisi Hati

Cinta itu mulia…
Tapi kalau cinta tidak pakai ilmu…
Bisa jadi syirik.

Ada orang cinta dunia, jadi tamak.
Ada orang cinta jabatan, jadi zalim.
Ada orang cinta manusia, jadi menyekutukan Allah.


BAGIAN 6 – TAUHID YANG TEGAS 

Allah berfirman:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

Katakan: Allah itu Esa.
Tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Imam As-Sa’di berkata:

“Surah ini mematahkan seluruh bentuk syirik.”


BAGIAN 7 – PENUTUP 

Ma’asyiral Muslimin…

Masalah Isa bukan sekadar sejarah.

Ini tentang tauhid.

Karena yang akan ditanya di kubur bukan: “Apa pendapat mayoritas?”

Tapi: “Siapa Tuhanmu?”

Kalau malam ini iman kita lurus…
Kalau malam ini tauhid kita bersih…
Maka kita selamat.


🤲 DOA 

Allahumma ya Allah…

Ya Allah yang Maha Esa…
Ya Allah yang tidak beranak dan tidak diperanakkan…
Ya Allah yang Maha Suci dari segala sekutu…

Kami bersaksi…
Tiada Tuhan selain Engkau…

Ya Allah…
Jika selama ini iman kami lemah…
Ampuni kami…

Jika selama ini tauhid kami tercampur riya…
Ampuni kami…

Ya Allah…

Sebagaimana Engkau selamatkan Nabi Isa dari makar manusia…
Selamatkan kami dari makar dunia…
Selamatkan kami dari syubhat yang menyesatkan…
Selamatkan kami dari syahwat yang menghancurkan…

Ya Allah…

Teguhkan hati kami di atas tauhid…
Jangan Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri hidayah…

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

Ya Allah…

Jika Isa akan turun kembali kelak…
Maka hidupkan kami dalam iman…
Matikan kami dalam tauhid…
Bangkitkan kami bersama Nabi Muhammad ﷺ…

Ya Allah…

Jangan Engkau wafatkan kami kecuali dalam keadaan bersyahadat…
Jangan Engkau cabut nyawa kami dalam keadaan lalai…

Ya Allah…

Ampuni dosa kedua orang tua kami…
Ampuni guru-guru kami…
Ampuni jamaah yang hadir malam ini…

Ya Allah…

Jika ada di antara kami yang hatinya jauh…
Tarik kembali ya Allah…

Jika ada yang imannya goyah…
Kuatkan ya Allah…

Jika ada yang hampir tersesat…
Selamatkan ya Allah…

Ya Allah…

Kami ingin mati dalam keadaan Engkau ridha…
Kami ingin bangkit dengan wajah bercahaya…
Kami ingin minum dari telaga Nabi-Mu…
Kami ingin berkumpul di surga bersama para nabi…

Ya Allah kabulkan…
Ya Allah kabulkan…
Ya Allah kabulkan…

آمِينَ آمِينَ آمِينَ



Tidak ada komentar