Meluruskan Aqidah tentang Nabi Isa ‘Alaihissalam: Antara Wahyu dan Persangkaan
“Meluruskan Aqidah tentang Nabi Isa ‘Alaihissalam: Antara Wahyu dan Persangkaan”
I. PEMBUKAAN
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin… Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ…
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kalau kita ditanya:
“Apakah Nabi Isa dibunuh dan disalib?”
Jawaban kita tegas: Tidak!
Karena dalam Islam, aqidah bukan hasil voting, bukan hasil drama sejarah, bukan hasil film Netflix…
Aqidah itu wahyu. Dan wahyu tidak pernah salah.
II. DALIL PERTAMA: ISA TIDAK DIBUNUH DAN TIDAK DISALIB
📖 QS. An-Nisa: 157
Teks Arab:
وَّقَوْلِهِمْ اِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللّٰهِۚ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۗوَاِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ ۗمَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ اِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًاۢ
Terjemah:
“Mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah.’ Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi diserupakan bagi mereka…”
📚 Tafsir Ulama
1️⃣ Imam Ibnu Katsir
Dalam Tafsir Ibnu Katsir (Juz 2, hlm. 449):
Allah menafikan secara tegas pembunuhan dan penyaliban Isa, dan menjelaskan bahwa yang terbunuh hanyalah orang yang diserupakan.
Beliau menyebut riwayat bahwa Allah mengangkat Isa ke langit dan menggantinya dengan orang lain yang wajahnya diserupakan.
2️⃣ Imam Ath-Thabari
Dalam Jami’ al-Bayan:
Makna “شُبِّهَ لَهُمْ” adalah Allah menjadikan seseorang diserupakan dengan Isa, sehingga mereka menyangka itulah Isa.
🔥 Humor Segar
Jamaah…
Allah bilang:
“Wa maa qataluuhu wa maa sholabuuuh…”
Sudah jelas banget.
Kalau masih ada yang bilang: “Kayaknya tetap disalib…”
Itu seperti orang lihat tulisan: “JANGAN MASUK – ADA ANJING GALAK” Lalu dia masuk sambil bilang: “Ah ini cuma opini…”
Hasilnya? Digigit!
Dalam aqidah, jangan melawan teks yang sudah jelas.
III. DALIL KEDUA: ISA DIANGKAT KE LANGIT
📖 QS. An-Nisa: 158
بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
Terjemah:
“Tetapi Allah telah mengangkatnya kepada-Nya.”
📚 Penjelasan Ulama
Imam Al-Qurthubi
(Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an)
Ayat ini dalil bahwa Isa diangkat dengan jasad dan ruhnya, bukan hanya ruhnya saja.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
(Al-Jawab Ash-Shahih, 2/17)
Kaum Muslimin sepakat bahwa Isa diangkat hidup-hidup dan akan turun kembali menjelang kiamat.
IV. HADITS TENTANG TURUNNYA NABI ISA
📖 Hadits Shahih Bukhari dan Muslim
Teks Arab:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا
(HR. Bukhari no. 3448, Muslim no. 155)
Terjemah:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh akan turun di tengah kalian Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil.”
📚 Penjelasan Ulama
Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim:
Hadits ini mutawatir tentang turunnya Isa di akhir zaman.
Humor Ringan
Jamaah…
Kalau Isa sudah wafat dan selesai, lalu siapa yang akan turun nanti?
Masa malaikat Gabriel pakai topeng?
Jangan-jangan nanti ada yang bilang: “Itu cuma simbolis…”
Padahal Nabi ﷺ bersumpah: “Walladzi nafsi biyadih…”
Kalau Rasulullah sudah bersumpah, itu bukan simbolis. Itu serius.
V. LARANGAN BERLEBIHAN DALAM AGAMA
📖 QS. An-Nisa: 171
Teks Arab:
يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ لَا تَغْلُوْا فِيْ دِيْنِكُمْ...
Terjemah:
“Wahai Ahlul Kitab, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama kalian…”
📚 Tafsir Ulama
Ibnu Katsir:
Larangan ghuluw adalah melampaui batas dalam memuji hingga mengangkat nabi menjadi Tuhan.
📖 Hadits Larangan Ghuluw
Teks Arab:
لَا تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتِ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ
(HR. Bukhari no. 3445)
Terjemah:
“Janganlah kalian berlebihan memujiku sebagaimana kaum Nasrani berlebihan terhadap Isa putra Maryam.”
Humor Cerdas
Jamaah…
Mencintai Nabi itu wajib. Tapi jangan sampai seperti fans bola fanatik.
Kalau timnya kalah, wasitnya disalahkan, Pelatihnya disalahkan, Stadionnya disalahkan…
Dalam agama jangan begitu.
Cinta boleh, Berlebihan jangan.
VI. PENJELASAN “KALIMATULLAH” DAN “RUHUN MINHU”
Ayat menyebut:
وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِّنْهُ
Penjelasan Ulama
Imam Ath-Thabari:
“Kalimat-Nya” maksudnya Isa diciptakan dengan kalimat “Kun”.
Ibnu Taimiyah:
“Ruhun minhu” bukan berarti bagian dari Allah, tetapi ruh ciptaan Allah.
Humor Halus
Kalau ada yang bilang: “Berarti Isa bagian dari Allah…”
Berarti Adam lebih hebat! Karena Adam tidak punya ayah dan ibu!
Logika jangan dipakai setengah-setengah.
VII. AQIDAH TENTANG TAUHID
📖 QS. Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ
اللّٰهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Imam As-Sa’di berkata:
Surah ini menghancurkan seluruh bentuk syirik.
VIII. PENUTUP
Ma’asyiral Muslimin…
Isa adalah Nabi. Muhammad adalah Nabi. Semua hamba Allah.
Allah satu. Tidak beranak. Tidak diperanakkan.
Kalau Allah punya anak… Berarti butuh istri. Kalau butuh istri… Berarti butuh pasangan. Kalau butuh pasangan… Berarti lemah.
Sedangkan Allah:
اللّٰهُ الصَّمَدُ
Maha Sempurna. Tidak butuh siapa pun.
IX. PESAN TERAKHIR
Jangan sampai kita tertipu oleh cerita… Padahal Allah sudah menjelaskan.
Jangan sampai kita ikut-ikutan… Padahal dalil sudah terang.
Karena nanti di akhirat… Bukan ditanya: “Apa kata mayoritas?”
Tapi ditanya: “Apa dalilmu?”
Post a Comment