Kalau Gunung Saja Hancur… Mengapa Hati Kita Tidak? (Tafsir QS. Al-Hasyr 21–24)

“Kalau Gunung Saja Hancur… Mengapa Hati Kita Tidak?”

(Tafsir QS. Al-Hasyr 21–24)


🟢 PEMBUKAAN

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Nahmaduhu wa nasta’īnuhu wa nastaghfiruh…
Wa na’ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a’mālinā…

Ashhadu an lā ilāha illallāh wahdahu lā syarīka lah…
Wa ashhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasūluh…

Allahumma shalli wa sallim wa bārik ‘alā Sayyidinā Muhammad…

Amma ba’du…

Hadirin rahimakumullāh…

Malam ini kita akan merenungkan satu pertanyaan besar:

Jika gunung saja bisa hancur karena takut kepada Allah…
Mengapa hati kita masih keras?


🟢 KEAGUNGAN AL-QUR’AN

Allah berfirman:

📖 QS. Al-Hasyr: 21

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti engkau melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah…”

Ibnu Katsir رحمه الله berkata:

Ini adalah permisalan untuk menunjukkan keagungan Al-Qur’an dan kerasnya hati manusia.

Gunung itu keras.
Batu itu kaku.
Tapi kalau diberi kesadaran, ia akan hancur karena takut kepada Allah.

Lalu bagaimana dengan kita?

Kita mendengar ayat setiap hari.
Kita dengar adzan lima kali sehari.
Tapi hati kita jarang retak.

Kenapa?

Karena hati kita tertutup dunia.

Allah berfirman:

📖 QS. Al-Baqarah: 74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

“Kemudian hati kalian menjadi keras seperti batu bahkan lebih keras lagi.”

Bahkan Allah mengatakan…
Ada batu yang lebih lembut dari hati manusia.


🟢 MENGAPA HATI MENJADI KERAS?

  1. Terlalu cinta dunia
  2. Jarang mengingat mati
  3. Lalai dari dzikir
  4. Banyak dosa yang tidak ditaubati

Rasulullah ﷺ bersabda:

📖 HR. Tirmidzi

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ

“Jika seorang hamba berbuat dosa, dititikkan titik hitam di hatinya.”

Jika terus dilakukan… hati menjadi gelap.


🟢 MENGENAL ALLAH MELALUI ASMAUL HUSNA

Setelah Allah menggambarkan gunung hancur…
Allah memperkenalkan Diri-Nya.

📖 QS. Al-Hasyr: 22

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Dialah Allah…
Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata…

Hadirin…

Allah tahu isi hati kita sekarang.
Allah tahu dosa yang tidak pernah kita ceritakan.
Allah tahu tangis yang tidak pernah kita tunjukkan.

Tapi Allah juga:

الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Maha Pengasih… Maha Penyayang.

Rahmat-Nya mendahului murka-Nya.

Rasulullah ﷺ bersabda (HR. Bukhari Muslim):

إِنَّ رَحْمَتِي سَبَقَتْ غَضَبِي

“Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.”


🟢 QS. Al-Hasyr: 23

الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ

Al-Malik → Raja sejati
Al-Quddus → Maha Suci
As-Salam → Sumber keselamatan
Al-Mu’min → Pemberi rasa aman
Al-Muhaimin → Maha Mengawasi
Al-Aziz → Maha Perkasa
Al-Jabbar → Maha Memaksa
Al-Mutakabbir → Maha Tinggi

Kita ini kecil.
Tapi sering merasa besar.

Padahal Allah saja yang berhak sombong.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
(HR. Muslim)

Tidak masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan walau sebesar biji sawi.


🟢 QS. Al-Hasyr: 24

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ
لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ

Dialah Pencipta.
Dialah Yang Membentuk rupa.

Wajah kita… bentuk kita…
Semua ciptaan Allah.

Kalau kita bangga berlebihan…
Bangga pada apa?
Kita tidak menciptakan diri kita sendiri.


🟢 SIAPA YANG BERUNTUNG?

Allah berfirman (Al-Hasyr: 20):

لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ
أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ

Tidak sama penghuni neraka dan penghuni surga.

Penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.

Beruntung itu bukan punya mobil mewah.
Beruntung itu bukan punya jabatan.
Beruntung itu selamat di akhirat.


🟢 PENUTUP 

Hadirin…

Gunung akan hancur kalau memahami Al-Qur’an.
Jangan sampai hati kita lebih keras dari gunung.

Mari kita pulang malam ini membawa hati yang lembut.
Membawa tekad untuk berubah.
Membawa niat untuk taubat.

Karena kita tidak tahu…
Apakah ini Ramadhan terakhir…
Apakah ini malam terakhir…
Apakah ini kesempatan terakhir.


🤲 DOA

Allahumma ya Allah…

Ya Allah yang Maha Rahman…
Ya Allah yang Maha Rahim…

Kami datang kepada-Mu ya Allah…
Dengan hati yang penuh dosa…
Dengan jiwa yang sering lalai…

Ya Allah…
Jika gunung saja hancur karena firman-Mu…
Maka hancurkanlah kerasnya hati kami…

Lembutkan hati kami ya Allah…
Basahi mata kami dengan air mata taubat…

Ya Allah…
Ampuni dosa kami…
Dosa yang kami sengaja…
Dosa yang kami tidak sengaja…
Dosa yang tersembunyi…
Dosa yang terang-terangan…

Ya Allah…
Jika Engkau tidak mengampuni kami…
Kepada siapa lagi kami meminta ampun?

Ya Allah…
Jangan Engkau cabut nyawa kami sebelum Engkau ridha kepada kami…

Ya Allah…
Anugerahkan kepada kami husnul khatimah…

Jadikan akhir hidup kami kalimat
لا إله إلا الله

Ya Allah…
Selamatkan kami dari kerasnya hati…
Selamatkan kami dari kesombongan…
Selamatkan kami dari riya…
Selamatkan kami dari cinta dunia berlebihan…

Ya Allah…
Masukkan kami ke dalam surga-Mu tanpa hisab…
Kumpulkan kami bersama Nabi-Mu Muhammad ﷺ…

Ya Allah…
Ampuni kedua orang tua kami…
Guru-guru kami…
Keluarga kami…
Anak-anak kami…

Ya Allah…
Jangan Engkau uji kami dengan ujian yang tidak sanggup kami pikul…

Ya Allah…
Akhiri hidup kami dalam keadaan sujud kepada-Mu…

Rabbana taqabbal minna…
Innaka Antas-Sami’ul ‘Alim…

Rabbana ighfir lana wa li walidina…
Warhamhuma kama rabbayana shighara…

Subhana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘amma yashifun…
Wasalamun ‘alal mursalin…
Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin…

Aamiin ya Rabbal ‘alamin…



Tidak ada komentar