Kalau Gunung Saja Hancur… Kenapa Hati Kita Tidak?

“Kalau Gunung Saja Hancur… Kenapa Hati Kita Tidak?”

(Tafsir QS. Al-Hasyr 21–24)


🟢 PEMBUKAAN

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn…
Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ…

Hadirin rahimakumullah…

Kadang kita merasa hati kita ini kuat.
Tapi kuatnya itu kuat iman… atau kuat kepala?

Ada orang kalau dinasihati, reaksinya bukan nangis… tapi ngeles.

Kalau gunung diberi Al-Qur’an, gunung hancur.
Kalau kita diberi Al-Qur’an… yang hancur cuma kuota.


🟢 QS. AL-HASYR AYAT 21

📖 Ayat

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya:

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, niscaya kamu akan melihatnya tunduk dan terpecah belah karena takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”


📚 Tafsir Ulama

1️⃣ Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, 8/92)

Ibnu Katsir menjelaskan:

Ini adalah permisalan untuk menunjukkan keagungan Al-Qur’an dan kerasnya hati manusia.

Gunung itu keras.
Tapi kalau diberi kesadaran… dia hancur karena takut kepada Allah.

Lalu Ibnu Katsir berkata:

“فإذا كانت الجبال الصم لو فهمت هذا القرآن لخشعت وتصدعت من خشية الله فكيف بقلوب البشر؟”

“Jika gunung yang keras saja akan hancur bila memahami Al-Qur’an, maka bagaimana dengan hati manusia?”

Nah… ini tamparan.


📚 Tafsir Al-Qurthubi (Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, 18/13)

Beliau menyebut:

Ini menunjukkan bahwa tidak terpengaruhnya hati manusia adalah karena kerasnya hati mereka.

Hadirin…

Gunung itu tidak punya dosa.
Kita punya.

Gunung itu tidak punya cicilan.
Kita punya.

Tapi anehnya… gunung lebih takut kepada Allah daripada sebagian manusia.


🟢 Dalil Pendukung

📖 QS. Az-Zumar: 23

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ ... تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik… kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya bergetar karenanya.”

Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif menyebut:

Ciri hati hidup adalah bergetar ketika mendengar ayat.

Kalau yang bergetar cuma HP karena notifikasi… perlu evaluasi.


🟢 Asmaul Husna 

Ini puncaknya.


AYAT 22

📖

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Artinya:

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”


🔎 Penjelasan Ulama

📚 Imam Ath-Thabari (Jami’ al-Bayan, 28/50)

Beliau menjelaskan:

“عالم الغيب” artinya mengetahui segala yang tersembunyi dalam dada.

Termasuk niat.

Kita bisa tipu manusia.
Tidak bisa tipu Allah.

Kalau niat ceramah supaya dipuji… Allah tahu.
Kalau sedekah supaya difoto… Allah tahu.


AYAT 23

📖

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ
الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ
الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ
الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ
سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ


Penjelasan Nama-Nama Allah

📚 Ibnul Qayyim (Madarij as-Salikin, 1/420)

Beliau menjelaskan:

  • Al-Malik → Raja yang mutlak.
  • Al-Quddus → Suci dari segala kekurangan.
  • As-Salam → Selamat dari segala cacat.
  • Al-Mu’min → Membenarkan para rasul dengan mukjizat.
  • Al-Muhaimin → Maha Mengawasi.
  • Al-‘Aziz → Maha Perkasa.
  • Al-Jabbar → Yang memaksa makhluk pada kehendak-Nya.
  • Al-Mutakabbir → Yang Maha Tinggi dari segala kekurangan.

🟡 Humor :

Kita kadang merasa “Al-Mutakabbir kecil-kecilan”.

Baru jadi ketua RT… jalannya berubah.
Baru punya mobil… parkirnya diagonal.

Padahal Allah saja yang berhak sombong.

Rasulullah ﷺ bersabda:

📖 Hadis (HR. Muslim no. 91)

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan walau seberat biji sawi.”

Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim menjelaskan:

Kibr adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.


AYAT 24

📖

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ
لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ
يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ


📚 Tafsir As-Sa’di

Beliau berkata:

Al-Khaliq → mencipta
Al-Bari’ → menciptakan tanpa contoh sebelumnya
Al-Mushawwir → memberi bentuk dan rupa

Kita ini desain Allah.

Ada yang tinggi.
Ada yang pendek.
Ada yang rambutnya cepat pergi tanpa pamit.

Semua desain Allah.

Kalau kita protes… protes ke siapa?


🟢 Keutamaan Membaca Ayat Ini

📖 Hadis (HR. Tirmidzi no. 2922 – hasan)

“Barangsiapa membaca akhir surat Al-Hasyr pagi hari… Allah kirim 70.000 malaikat bershalawat untuknya sampai sore.”

Imam Al-Munawi dalam Faidul Qadir menyebut:

Ini menunjukkan agungnya ayat-ayat ini karena mengandung Asmaul Husna.


🎯 PESAN INTI 

  1. Al-Qur’an itu berat.
  2. Hati yang hidup akan tunduk.
  3. Kenali Allah lewat Asmaul Husna.
  4. Sombong menghancurkan amal.
  5. Semua makhluk bertasbih — masa kita tidak?

🟢 PENUTUP 

Gunung saja kalau paham Al-Qur’an hancur.

Kita?

Sudah hafal ayat…
Sudah sering dengar ceramah…
Tapi hati masih keras.

Jangan sampai nanti di akhirat gunung berkata:

“Ya Allah… dulu aku siap hancur karena firman-Mu…
Tapi manusia ini malah sibuk update status.”



Tidak ada komentar