Kematian, Hisab, dan Jalan Pulang yang Selamat
Kematian, Hisab, dan Jalan Pulang yang Selamat
PEMBUKAAN
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin…
Segala puji bagi Allah, Dzat yang menghidupkan dan mematikan…
Dzat yang menggenggam nafas kita…
Dzat yang jika Dia berkata “kun”, maka jadilah…
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ…
Nabi yang paling takut kepada Allah…
Nabi yang paling banyak menangis dalam shalatnya…
Nabi yang ketika ditanya tentang kiamat, wajahnya berubah…
Hadirin rahimakumullah…
Kita duduk malam ini dalam keadaan sehat.
Tapi tidak ada satu pun dari kita yang tahu…
Apakah ini malam terakhir kita?
Allah berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
Bukan mungkin.
Bukan bisa jadi.
Pasti.
KENGERIAN SAKARATUL MAUT
Hadirin…
Rasulullah ﷺ — manusia paling mulia — ketika sakaratul maut berkata:
“La ilaha illallah… sesungguhnya kematian itu ada sakaratnya.”
Beliau berkeringat…
Beliau mencelupkan tangan ke air…
Beliau merasakan beratnya sakarat…
Bagaimana dengan kita?
Dalam atsar disebutkan, ada seorang mayat yang dihidupkan kembali untuk memberi pelajaran kepada Bani Israil. Ia berkata:
“Aku telah merasakan kerasnya kematian selama puluhan tahun…”
Hadirin…
Satu kali sakarat…
Lebih berat dari ratusan tebasan pedang.
Bayangkan saat ruh dicabut…
Jika ia orang shalih — ruh keluar seperti tetesan air dari mulut kendi.
Jika ia ahli maksiat — ruh dicabut seperti besi bercabang ditarik dari bulu basah.
Allahu Akbar…
Kita sering tertawa…
Kita jarang memikirkan kematian…
Padahal malaikat maut tidak pernah salah alamat.
ALAM KUBUR — TEMPAT PERTAMA PENGADILAN
Hadirin…
Begitu jasad masuk liang lahat…
Semua pulang.
Istri pulang.
Anak pulang.
Teman pulang.
Yang tinggal hanya amal.
Datang dua malaikat…
Siapa Rabbmu?
Apa agamamu?
Siapa nabimu?
Bagi orang beriman… jawabannya mudah.
Bagi orang yang lalai…
Lisannya kelu…
Tubuhnya gemetar…
Kuburnya menghimpit…
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kubur itu bisa menjadi taman surga… atau lubang neraka.”
Hadirin…
Kita sibuk memperindah rumah di dunia.
Tapi tidak pernah memikirkan rumah pertama di akhirat.
HARI KEBANGKITAN DAN HISAB
Allah berfirman:
يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Hari manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam.”
Tidak ada jabatan.
Tidak ada gelar.
Tidak ada pengikut.
Semua berdiri sendiri.
Matahari didekatkan…
Manusia tenggelam dalam keringatnya…
Ada yang sampai mata kaki.
Ada yang sampai lutut.
Ada yang sampai dada.
Ada yang tenggelam dalam keringatnya sendiri.
Kenapa?
Karena dosa.
Kemudian buku catatan dibagikan.
Bayangkan…
Semua yang kita sembunyikan…
Semua chat…
Semua pandangan…
Semua niat…
Tercatat.
Allah berfirman:
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ
“Dan diletakkanlah kitab, maka engkau melihat orang berdosa ketakutan…”
Mereka berkata:
“Wahai celaka kami! Kitab apa ini? Tidak meninggalkan yang kecil dan besar kecuali dicatat!”
Hadirin…
Kita bisa menghapus riwayat di HP.
Tapi tidak bisa menghapus catatan malaikat.
TITIAN SHIRATH
Setelah hisab…
Ada jembatan di atas neraka.
Lebih tipis dari rambut.
Lebih tajam dari pedang.
Ada yang melintas seperti kilat.
Ada yang seperti angin.
Ada yang merangkak.
Ada yang jatuh.
Siapa yang selamat?
Yang ringan dosanya.
Yang ikhlas amalnya.
Yang menjaga shalatnya.
JALAN SELAMAT
Hadirin…
Apa bekal kita?
- Taubat sebelum terlambat.
- Shalat tepat waktu.
- Sedekah — walau sedikit.
- Dzikir — walau lirih.
- Menjaga lisan.
- Memperbaiki hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang cerdas adalah yang menyiapkan dirinya untuk kehidupan setelah mati.”
Cerdas bukan yang banyak harta.
Cerdas adalah yang paling siap mati.
PENUTUP
Hadirin…
Kematian bukan untuk ditakuti.
Kematian adalah pintu.
Pertanyaannya…
Pintu menuju apa?
Surga?
Atau neraka?
Semoga Allah menjadikan kita orang yang pulang dalam keadaan husnul khatimah…
Aamiin…
🤲 DOA
Ya Allah…
Ya Rabb…
Kami duduk malam ini dengan dosa yang menggunung…
Dosa yang kami ingat…
Dan dosa yang kami lupakan…
Ya Allah…
Jika Engkau menghitung dosa kami…
Kami tidak akan selamat…
Ya Allah…
Ampuni kami sebelum sakaratul maut datang…
Ringankan sakarat kami ya Rabb…
Jangan Engkau cabut ruh kami dalam keadaan bermaksiat…
Ya Allah…
Jika malam ini adalah malam terakhir kami…
Jadikan ini malam taubat kami…
Ya Allah…
Terangi kubur kami…
Lapangkan kubur kami…
Jadikan kubur kami taman dari taman surga…
Ya Allah…
Ketika kami sendirian di liang lahat…
Jangan Engkau biarkan kami sendiri…
Temani kami dengan rahmat-Mu…
Ya Allah…
Mudahkan jawaban kami ketika ditanya malaikat…
Tetapkan lisan kami mengucap:
Rabbi Allah…
Diniyal Islam…
Nabiyyi Muhammad ﷺ…
Ya Allah…
Ringankan hisab kami…
Tutup aib kami…
Jangan Engkau buka dosa kami di hadapan makhluk-Mu…
Ya Allah…
Naungi kami di hari tiada naungan selain naungan-Mu…
Ya Allah…
Selamatkan kami saat melintasi shirath…
Jangan Engkau jatuhkan kami ke dalam neraka…
Ya Allah…
Kami lemah…
Kami banyak maksiat…
Kami sering lalai…
Tapi kami punya satu harapan…
Rahmat-Mu…
Ya Allah…
Jika Engkau masukkan kami ke surga…
Itu karena rahmat-Mu…
Jika Engkau jauhkan kami dari neraka…
Itu karena kasih sayang-Mu…
Ya Allah…
Ampuni orang tua kami…
Ampuni guru-guru kami…
Ampuni keluarga kami…
Ampuni jamaah yang hadir malam ini…
Ya Allah…
Tutup hidup kami dengan kalimat:
La ilaha illallah…
Himpunkan kami bersama Nabi-Mu ﷺ…
Masukkan kami ke surga tanpa hisab…
Aamiin… Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
Post a Comment