Ketika Allah Mengajarkan Adam… dan Kita Lupa Belajar
QS Al-Baqarah Ayat 31
“Ketika Allah Mengajarkan Adam… dan Kita Lupa Belajar”
🕊️ PEMBUKAAN
Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Hari ini kita tidak sedang membahas teori.
Kita sedang membahas harga diri manusia di hadapan langit.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا
ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ
فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya… lalu Dia memperlihatkannya kepada malaikat dan berkata: Sebutkan kepada-Ku nama-nama itu jika kalian benar.”
🌍 BAGIAN I – ADEGAN LANGIT
Bayangkan…
Langit hening.
Malaikat berbaris.
Adam berdiri — makhluk baru, belum punya sejarah, belum punya prestasi.
Tapi Allah memilihnya.
Kenapa?
Karena ilmu.
Imam Ibn Kathir menjelaskan bahwa Allah mengajarkan Adam nama segala sesuatu — benda, makhluk, fungsi.¹
Bukan hanya hafalan.
Tapi pemahaman.
📚 BAGIAN II – ILMU ADALAH KEMULIAAN
Allah berfirman:
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Apakah sama orang berilmu dan yang tidak berilmu?”
(QS Az-Zumar: 9)
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
“Barang siapa Allah kehendaki kebaikan, Dia fahamkan dia dalam agama.”
(HR. Bukhari & Muslim, diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Ilmu adalah tanda Allah ingin kita dekat.
😄 HUMOR
Kadang kita ingin jadi “orang besar”…
Tapi buka buku lima menit sudah ngantuk 😅
Buka TikTok dua jam kuat…
Buka mushaf lima menit berat 🤭
Kalau Adam dulu malas belajar…
Mungkin kita sekarang bukan khalifah… tapi penonton sejarah 😄
🔥 BAGIAN III – KONTRAS MALAIKAT DAN MANUSIA
Malaikat ahli tasbih.
Tidak pernah maksiat.
Tapi mereka tidak diberi “al-asmā’ kullahā”.
Kenapa?
Karena manusia diberi potensi berkembang.
Imam Al-Qurtubi menjelaskan:
Ayat ini menunjukkan kemuliaan manusia karena ilmu.²
💔 BAGIAN IV – TEGURAN UNTUK UMAT
Saudaraku…
Allah memuliakan manusia dengan ilmu.
Tapi hari ini…
Berapa banyak kita meninggalkan majelis ilmu?
Berapa banyak anak-anak kita lebih hafal nama brand…
daripada nama sahabat Nabi?
Berapa banyak kita hafal skor bola…
tapi lupa jumlah rakaat shalat sunnah?
Allah memuliakan Adam dengan ilmu.
Kita justru merendahkan diri dengan kebodohan.
🌌 BAGIAN V – RENUNGAN KOSMIK
Bayangkan hari itu…
Allah menguji Adam di hadapan malaikat.
Hari ini…
Allah menguji kita di hadapan dunia.
Adam diuji dengan ilmu.
Kita diuji dengan waktu.
Setiap hari Allah bertanya tanpa suara:
Apa yang kau pelajari hari ini?
Apa yang kau ajarkan hari ini?
😢 BAGIAN VI – PUNCAK EMOSI
Saudaraku…
Jika Adam dimuliakan karena ilmu…
Mengapa kita meremehkan ilmu?
Jika Allah sendiri menjadi Guru Adam…
Mengapa kita malas belajar dari ayat-Nya?
Tangisan Adam ketika diturunkan ke bumi…
Itu bukan karena kehilangan surga saja.
Tapi karena sadar amanahnya besar.
Kita…
Apakah pernah menangis karena tidak belajar?
Apakah pernah menangis karena lalai mendidik anak?
🕯️ JEDA HENING
“Ya Allah…
Kami ingin menjadi khalifah…
Tapi kami malas belajar…”
📖 HADIS
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi.”
(HR. Abu Dawud)
Apakah kita ingin warisan para nabi…
atau warisan dunia yang fana?
🌊 BAGIAN VII – AIR MATA
Bayangkan anak kita bertanya di akhirat:
“Ayah… Ibu…
Kenapa dulu tidak ajarkan aku Qur’an?”
Apa jawab kita?
Kita sibuk mencari dunia…
Tapi lupa menyiapkan akhirat.
Adam dimuliakan karena ilmu.
Kita akan dihinakan jika menolak ilmu.
😭 DOA
Ya Allah…
Engkau yang mengajarkan Adam…
Ajarkan kami ilmu yang membuat kami tunduk.
Ya Allah…
Ampuni kelalaian kami terhadap Al-Qur’an-Mu.
Ya Allah…
Jadikan rumah kami taman ilmu.
Jadikan anak-anak kami pencinta ilmu.
Jangan Engkau jadikan kami generasi yang buta petunjuk.
Ya Allah…
Jika Engkau muliakan Adam karena ilmu…
Muliakan kami karena kami mencintai ilmu-Mu.
Ya Allah…
Jangan Engkau cabut cahaya ilmu dari hati kami.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin…
🎤 PENUTUP
Saudaraku…
Langit dulu menjadi saksi ketika Adam diuji dengan ilmu.
Langit hari ini juga menjadi saksi…
apakah kita pantas disebut khalifah.
Pertanyaannya tinggal satu:
Apakah kita mau belajar…
atau terus menjadi penonton sejarah?
Wallāhu a‘lam biṣ-ṣawāb.
Post a Comment