Kompilasi Doa Sahabat & Salaf Khusus Ramadhan

📿 Kompilasi Doa Sahabat & Salaf Khusus Ramadhan

(Disertai Dalil, Atsar, dan Rujukan Ulama)

Ramadhan bagi para sahabat dan generasi salaf bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan doa, tangisan, dan harapan diterimanya amal.


I. DOA AGAR DIPERTEMUKAN DENGAN RAMADHAN

Sebagian salaf berdoa enam bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengannya.

Diriwayatkan dari Mu‘alla bin al-Fadhl:

كَانُوا يَدْعُونَ اللَّهَ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يُبَلِّغَهُمْ رَمَضَانَ
(Riwayat dalam Latha’if al-Ma’arif karya Ibn Rajab al-Hanbali)

Terjemahan:
"Mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar disampaikan kepada Ramadhan."

Hikmah

Ramadhan adalah nikmat, dan nikmat perlu diminta.


II. DOA AGAR AMAL RAMADHAN DITERIMA

Para sahabat setelah Ramadhan berdoa enam bulan berikutnya agar amalnya diterima.

📖 Dalil Qur’an

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
(QS. Al-Baqarah: 127)

Terjemahan:
"Ya Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Menurut Al-Qurtubi, ayat ini menunjukkan bahwa orang saleh selalu khawatir amalnya tidak diterima.


III. DOA ‘UMAR BIN AL-KHATHTHAB RA

Diriwayatkan bahwa Umar ibn al-Khattab berdoa:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا، وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا، وَلَا تَجْعَلْ لِأَحَدٍ فِيهِ شَيْئًا

Terjemahan:
"Ya Allah, jadikan seluruh amalku saleh, jadikan ia ikhlas karena-Mu, dan jangan Engkau jadikan sedikit pun untuk selain-Mu."

Analisis

Ramadhan adalah bulan melatih ikhlas, bukan sekadar menahan lapar.


IV. DOA ‘ALI BIN ABI THALIB RA

Ali ibn Abi Talib ketika memasuki Ramadhan berkata:

يَا لَيْتَ شِعْرِي مَنْ الْمَقْبُولُ فَنُهَنِّيهِ، وَمَنْ الْمَحْرُومُ فَنُعَزِّيهِ

Terjemahan:
"Andai aku tahu siapa yang diterima amalnya sehingga kami bisa mengucapkan selamat kepadanya, dan siapa yang tertolak sehingga kami bisa menghiburnya."

Pesan Spiritual

Fokus sahabat bukan selesai puasa, tapi diterima atau tidak.


V. DOA ABDULLAH BIN MAS‘UD RA

Abdullah ibn Masud berdoa:

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Terjemahan:
"Ya Allah, selamatkan aku hingga Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah ia dariku."

Maknanya:

  1. Minta umur panjang.
  2. Minta kesehatan untuk beribadah.
  3. Minta amal diterima.

VI. DOA SA‘ID BIN JUBAIR (TABi‘IN)

Sa'id ibn Jubayr ketika malam-malam akhir menangis dan membaca:

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِنَ الْمَحْرُومِينَ

"Ya Allah, jangan Engkau jadikan aku termasuk orang-orang yang terhalang (dari rahmat-Mu)."


VII. DOA IMAM MALIK DI BULAN RAMADHAN

Malik ibn Anas jika masuk Ramadhan meninggalkan majelis hadis dan fokus pada Al-Qur’an, dan memperbanyak doa:

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فَهْمَ كِتَابِكَ

"Ya Allah, anugerahkan kepadaku pemahaman terhadap Kitab-Mu."


VIII. DOA IMAM AHMAD BIN HANBAL

Ahmad ibn Hanbal memperbanyak doa:

اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى

"Ya Allah, tutuplah (hidup kami) dengan kebaikan."

Karena Ramadhan adalah miniatur kehidupan — siapa yang baik di akhirnya, selamatlah ia.


IX. DOA KHUSUS DI LAILATUL QADAR

Dari Aisyah r.a.:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
(HR. Al-Tirmidhi)

Menurut Ibn al-Qayyim, doa ini mencakup:

  • Penghapusan dosa
  • Perlindungan dari hukuman
  • Pembukaan lembaran baru

X. POLA DOA SALAF DI RAMADHAN

Dari riwayat-riwayat tersebut, pola doa mereka meliputi:

  1. Meminta umur sampai Ramadhan.
  2. Meminta kekuatan ibadah.
  3. Meminta keikhlasan.
  4. Meminta diterima amal.
  5. Meminta pengampunan total.
  6. Meminta husnul khatimah.

Fokus mereka bukan dunia, tapi penerimaan amal.


XI. REFLEKSI PENUTUP

Para sahabat takut amalnya tidak diterima,
padahal mereka sudah dijamin surga.

Kita?
Kadang baru tarawih 8 rakaat sudah merasa seperti wali.

Mereka menangis di akhir Ramadhan.
Kita malah sibuk diskon akhir Ramadhan.

Mereka khawatir tidak diterima.
Kita khawatir tidak kebagian kue lebaran.

Ramadhan bagi salaf adalah perjalanan menuju Allah.
Bagi kita jangan sampai hanya perjalanan menuju pusat perbelanjaan.



Tidak ada komentar