MANAJEMEN KONFLIK DALAM UKHUWAH UMAT
MANAJEMEN KONFLIK DALAM UKHUWAH UMAT
PEMBUKAAN
الحمد لله رب العالمين،
نحمده ونستعينه ونستغفره،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا،
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أما بعد…
Jamaah rahimakumullāh…
Kalau kita jujur pada diri sendiri,
umat Islam ini bukan kekurangan dalil…
tapi kelebihan konflik.
😄
Kadang konflik bukan karena aqidah,
tapi karena “saya lebih dulu”, “saya lebih senior”, “saya lebih benar”.
Ironisnya…
kita rajin membaca ayat persaudaraan,
tapi malas mempraktikkannya.
BAGIAN I — HAKIKAT UKHUWAH & BAHAYA KONFLIK
1. Ukhuwah Adalah Perintah, Bukan Pilihan
QS. Al-Hujurāt: 10
Arab
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ
Terjemah
“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu.”
📌 Perhatikan:
Allah tidak berkata “kalau mau”,
tapi “maka damaikanlah”.
📖 Ibnu Katsir رحمه الله
“Mendamaikan konflik kaum beriman adalah kewajiban syar‘i.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir
😄
Kadang kita malah jadi penonton konflik,
padahal diperintah jadi pendamai,
bukan penyulut api sambil update status.
2. Konflik yang Dibiarkan = Pintu Kekalahan
QS. Al-Anfāl: 46
Arab
وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
Terjemah
“Janganlah kalian berbantah-bantahan, nanti kalian menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian.”
📖 Al-Qurthubi رحمه الله
“Perpecahan adalah sebab hilangnya wibawa umat.”
📚 Tafsir Al-Qurthubi
😄
Musuh tidak perlu menyerang,
kita sudah saling menjatuhkan duluan.
BAGIAN II — AKAR KONFLIK DALAM TUBUH UMAT
1. Ego dan Merasa Paling Benar
📌 Konflik jarang dimulai dari dalil,
tapi dari ego yang tersinggung.
📖 Imam Al-Ghazali رحمه الله
“Kebinasaan ilmu adalah ujub.”
📚 Ihya’ ‘Ulumuddin
😄
Kalau nasehat ditolak bukan karena salah,
tapi karena yang menyampaikan bukan saya.
2. Ghibah dan Su’uzhan
QS. Al-Hujurāt: 12
Arab
اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ
📌 Konflik besar sering lahir dari prasangka kecil.
😄
Belum tabayyun,
sudah bikin grup WA baru.
📖 An-Nawawi رحمه الله
📚 Riyadhus Shalihin
3. Fanatisme Buta (Ta‘aṣṣub)
📖 Ibnu Taimiyah رحمه الله
“Ta‘aṣṣub adalah penyakit umat terdahulu.”
📚 Majmū‘ al-Fatāwā
😄
Kalau kelompoknya salah: dibela,
kalau saudaranya benar: diserang.
BAGIAN III — MANAJEMEN KONFLIK DALAM ISLAM (INTI)
1. Tabayyun Sebelum Bereaksi
QS. Al-Hujurāt: 6
📌 Jangan cepat marah,
cepatnya klarifikasi.
😄
Lisan lebih cepat dari otak,
jari lebih cepat dari hati.
2. Menahan Lisan dan Emosi
Hadits
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
📖 Bukhari & Muslim
😄
Diam itu ibadah,
apalagi kalau bicara malah memperkeruh.
3. Islah (Mendamaikan)
📌 Pendamai itu bukan netral tanpa sikap,
tapi adil tanpa emosi.
📖 Hasan Al-Bashri رحمه الله
“Pendamai lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah yang merusak ukhuwah.”
4. Memaafkan Lebih Tinggi dari Membalas
QS. Asy-Syūrā: 40
Arab
فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ
📌 Maaf bukan tanda kalah,
tapi tanda dewasa iman.
😄
Menang debat belum tentu menang di sisi Allah.
5. Menempatkan Kepentingan Umat di Atas Ego
📌 Tanyakan pada diri:
“Ini membela Islam… atau membela gengsi?”
📖 Umar bin Khattab رضي الله عنه
“Kami dimuliakan dengan Islam, bukan dengan diri kami.”
PENUTUP
Jamaah rahimakumullāh…
Umat ini tidak butuh orang yang paling keras,
tapi orang yang paling tulus menjaga persaudaraan.
Kalau konflik dikelola dengan iman,
ia menjadi kedewasaan.
Kalau dibiarkan dengan ego,
ia menjadi kehancuran.
DOA
Ya Allah…
Ampuni kami…
kami sering membela ego
dengan dalih agama…
Ya Allah…
betapa banyak hati yang saling melukai,
betapa banyak saudara yang saling menjauhi,
padahal kami menghadap kiblat yang sama…
Ya Allah…
lembutkan hati kami yang keras,
satukan hati kami yang tercerai,
hapuskan dendam yang bersembunyi
di balik senyum dan jabat tangan…
Ya Allah…
jika hari ini kami sulit memaafkan,
ingatkan kami betapa luasnya ampunan-Mu…
Ya Allah…
jangan Engkau wafatkan kami
dalam keadaan bermusuhan dengan saudara kami…
Satukan umat ini ya Rabb…
sebagaimana Engkau satukan hati para sahabat Nabi-Mu…
Rabbana la tuzigh qulubana ba‘da idz hadaitana…
wa hablana milladunka rahmah…
آمين يا رب العالمين.
Post a Comment