Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai Way of Life

Memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai Way of Life


Pembukaan 

Alhamdulillāhilladzī anzala al-Qur’āna hudan lin-nās,
wash-shalātu was-salāmu ‘alā Rasūlillāh,
uswatil hayāh, qudwatin fil ‘amal,
Sayyidinā Muḥammad ﷺ.

Hadirin rahimakumullāh,

Mari kita panjatkan puji syukur kepada Allah ﷻ,
Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita,
walau sering kita meninggalkan perintah-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
yang tidak hanya menyampaikan wahyu,
tapi mencontohkan bagaimana wahyu itu hidup dalam keseharian.

Jamaah sekalian…

Islam ini bukan agama teori,
Islam ini agama hidup.

Bukan hanya untuk:

  • KTP
  • Acara nikah
  • Kematian

tapi untuk setiap tarikan napas kehidupan.

😄 

“Kalau Islam cuma dipakai pas mati,
ngapain Allah turunkan Al-Qur’an waktu kita masih hidup?”


Bagian I — Gambaran Hidup Jauh dari Al-Qur’an & Sunnah 

Hadirin rahimakumullāh,

Mari kita jujur sejenak…
Apa yang terjadi saat manusia menjauh dari Al-Qur’an?

Allah jawab langsung dalam firman-Nya:

QS Ṭāhā: 124

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku,
maka baginya kehidupan yang sempit.”

📌 Perhatikan:
Allah tidak mengatakan miskin,
tapi sempit.

Ibnu Katsir berkata:

“Hidupnya sempit walau hartanya melimpah,
karena hatinya tidak pernah tenang.”

📚 Tafsīr Ibnu Katsīr

Jamaah…

  • Rumah makin besar
  • HP makin canggih
  • Tapi hati makin gelisah

😄 Humor reflektif:

“Sekarang orang susah tidur,
bukan karena lapar,
tapi karena pikiran kenyang dunia.”

Karena yang kosong itu bukan dompet,
tapi ruh.


Bagian II — Peran Al-Qur’an sebagai Way of Life 

1. Al-Qur’an sebagai RUH 

Allah berfirman:

QS Asy-Syūrā: 52

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِنْ أَمْرِنَا

“Dan Kami wahyukan kepadamu Al-Qur’an sebagai ruh.”

Hadirin…

Kalau jasad tanpa ruh ➜ mayat
Kalau hati tanpa Al-Qur’an ➜ hidup tapi mati

😄

“Makanya ada orang kelihatannya hidup,
tapi isinya kosong.”


2. Al-Qur’an sebagai NUR 

وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا

Kami jadikan Al-Qur’an itu cahaya.

Jamaah…

Tanpa cahaya:

  • Benar terasa salah
  • Salah terasa biasa

😄

“Lampu mati, orang teriak.
Nur mati, orang malah update status.”


3. Al-Qur’an sebagai PETUNJUK 

Al-Qur’an bukan sekadar dibaca,
tapi diikuti.

Banyak orang baca Al-Qur’an tiap hari,
tapi hidupnya dikendalikan hawa nafsu.


4. Al-Qur’an sebagai PENGINGAT

Manusia itu pelupa.

Sudah tahu dosa ➜ diulang
Sudah janji taubat ➜ ditunda

Al-Qur’an datang bukan untuk menghakimi,
tapi mengingatkan.

😄

“Alarm subuh bisa dimatikan,
tapi ayat Allah… terus memanggil.”


5. Al-Qur’an sebagai SYIFĀ’ WA RAḤMAH 

QS Yūnus: 57

وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ

Penyembuh penyakit hati.

Ibnu Qayyim berkata:

“Tidak ada obat bagi penyakit hati,
kecuali Al-Qur’an.”

📚 Zādul Ma‘ād


Bagian III — Peran As-Sunnah 

1. Sunnah sebagai Penjelas

QS Al-Aḥzāb: 36

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ… أَن يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ

Tidak ada pilihan lain bagi mukmin.

Imam Asy-Syafi’i:

“Tidak ada satu perintah Al-Qur’an kecuali Sunnah menjelaskannya.”


2. Sunnah sebagai Panduan Operasional

Al-Qur’an: shalat!
Sunnah: bagaimana, kapan, berapa rakaat

😄

“Kalau cuma Al-Qur’an tanpa Sunnah,
shalat bisa sambil tiduran.”


Bagian IV — Hadits Arbain ke-25

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ

Bahkan hubungan suami-istri bernilai ibadah.

Artinya apa?

👉 Islam mengatur hidup secara total
👉 Tidak ada ruang kosong tanpa tuntunan


Penutup 

Jamaah…

✔ Al-Qur’an tanpa Sunnah ➜ sesat
✔ Sunnah tanpa Al-Qur’an ➜ kering

Islam itu jalan hidup,
bukan hiasan hidup.


DOA 

Allāhumma…

Kami hadir di rumah-Mu,
bukan karena kami layak…
tapi karena kami butuh Engkau.

Ya Allah…

Sering kami membaca Al-Qur’an,
tapi tidak menjadikannya pemimpin hidup.

Sering kami mengaku cinta Rasul-Mu,
tapi enggan mengikuti Sunnahnya.

Ya Allah…

Ampuni dosa-dosa kami,
dosa yang kami ingat,
dan dosa yang kami lupakan.

Dosa yang terang-terangan,
dan dosa yang tersembunyi di hati.

Ya Allah…

Jangan Engkau jadikan Al-Qur’an
hanya sebagai bacaan lisan kami,
tapi jadikan ia penuntun hidup kami.

Hidupkan hati kami dengan Al-Qur’an,
terangi langkah kami dengan Sunnah Rasul-Mu.

Ya Allah…

Jika hari ini adalah peringatan,
maka jangan jadikan besok sebagai penyesalan.

Jika hari ini kami tersentuh,
maka jangan biarkan hati kami kembali membatu.

Ya Allah…

Akhiri hidup kami
dalam keadaan mencintai Al-Qur’an,
dan dikumpulkan bersama Nabi-Mu tercinta ﷺ.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar