Membangun Anak Shalih di Tengah Keluarga Besar: Silaturahim yang Menghidupkan Generasi

“Membangun Anak Shalih di Tengah Keluarga Besar: Silaturahim yang Menghidupkan Generasi”


I. PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillāh…
Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menyambung rahim dengan rahmat-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
Nabi yang mengajarkan: iman bukan cuma di sajadah, tapi juga di meja makan keluarga.

Jamaah yang Allah muliakan…

Hari ini kita bicara parenting,
tapi bukan parenting ala YouTube
bukan parenting ala “kata pakar”,
melainkan parenting ala langit:
dibangun dengan shalat, doa, dan silaturahim.

Karena faktanya begini jamaah…

👉 Banyak anak rusak bukan karena kurang sekolah,
tapi karena kurang keluarga.


II. SILATURAHIM: PONDASI PARENTING DALAM ISLAM 

Rasulullah ﷺ bersabda:

«…وَتَصِلُ الرَّحِمَ»
“…dan hendaklah engkau menyambung silaturahim.”

Ini paket menuju surga.
Satu paket dengan tauhid, shalat, dan zakat.

📌 Artinya apa?

👉 Anak shalih TIDAK tumbuh di keluarga yang saling blokir WA.

Sekarang silaturahim itu unik…
Bukan diputus pakai golok,
tapi pakai “last seen” 😄


III. PARENTING KELUARGA BESAR: KENYATAAN DI INDONESIA 

Jamaah…

Di Indonesia, anak tidak hanya dibesarkan ayah-ibu,
tapi juga oleh:

  • nenek yang “sedikit drama”
  • kakek yang “kalau bicara kayak khutbah”
  • om yang “nasihatnya keras tapi peduli”
  • tante yang “cerewet tapi sayang”

Kadang anak itu bingung:
“Ikut ibu, ikut ayah, ikut nenek, atau ikut grup WA keluarga?”

😄

TAPI jamaah…

📌 Kalau keluarga besar rukun, anak kuat.
📌 Kalau keluarga besar pecah, anak bingung arah hidupnya.


IV. BAHAYA PUTUS SILATURAHIM BAGI ANAK 

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ الرَّحْمَةَ لا تَنْزِلُ عَلَى قَوْمٍ فِيهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ»
“Rahmat tidak turun pada kaum yang di dalamnya ada pemutus silaturahim.”

📌 Jamaah…
Kadang kita heran:

  • Anak sulit diatur
  • Rumah panas
  • Rezeki seret
  • Hati sempit

Padahal masalahnya sederhana…

👉 Ada paman yang tidak disapa 10 tahun.
👉 Ada nenek yang dilupakan.
👉 Ada saudara yang disimpan di hati… tapi sebagai dendam.


V. KISAH NYATA – INDONESIA BANGET 

Ada kisah nyata…

Seorang ibu di Jawa Timur…
Anaknya kecanduan narkoba.
Sudah rehab berkali-kali.
Gagal.

Suatu malam, sang ibu menangis dalam shalatnya:

“Ya Allah… salahku di mana?”

Allah bukakan ingatannya…
Ia teringat adik kandungnya yang tidak ia sapa 15 tahun
hanya karena warisan sawah.

Malam itu…
Ia ambil motor.
Jam 11 malam.
Hujan.

Sampai di rumah adiknya…
Ia mengetuk pintu sambil menangis:

“Maafkan aku…”

Dua bulan setelah silaturahim itu tersambung…
Anaknya sadar.
Pelan-pelan berubah.

📌 Bukan rehab yang paling dulu menyembuhkan.
Tapi silaturahim yang dibuka.


VI. STRATEGI PARENTING SILATURAHIM 

Ajarkan anak:

  1. Menyapa walau sakit hati
  2. Menghormati walau berbeda
  3. Meminta maaf walau merasa benar

Rasulullah ﷺ bersabda:

«لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا»

“Bukan penyambung itu yang membalas, tapi yang menyambung saat diputus.”

📌 Anak belajar akhlak bukan dari ceramah, tapi dari contoh orang tuanya.


VII. PENUTUP MENUJU DOA 

Jamaah…

Kalau hari ini:

  • masih ada orang tua yang belum kita datangi
  • masih ada saudara yang belum kita sapa
  • masih ada pesan yang belum kita kirim

📌 Jangan tunggu jenazah.


DOA 

Allāhumma yā Rahmān…
Jika hari ini kami masih sombong,
lembutkan hati kami…

Yā Allāh…
Ampuni dosa kami kepada-Mu…
dan dosa kami kepada orang tua kami…

Yā Allāh…
Jika karena dosa kami kepada keluarga,
Engkau tahan rahmat-Mu…

Malam ini kami mohon…
jangan Engkau hukum anak-anak kami
karena kesalahan kami…

Yā Allāh…
Satukan kembali keluarga kami…
yang retak karena ego…
yang pecah karena harta…
yang dingin karena gengsi…

Yā Allāh…
Kami takut…
takut pulang kepada-Mu
dalam keadaan memutus rahim…

Yā Allāh…
Jika Engkau panggil kami malam ini,
jangan biarkan ada saudara
yang menuntut kami di akhirat…

Yā Allāh…
Didik anak-anak kami
dengan rahmat-Mu…
jaga mereka dari dosa
yang tidak sanggup kami awasi…

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun
waj‘alna lil-muttaqina imama…

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn…



Tidak ada komentar