Membongkar Akidah Palsu, Menegakkan Tauhid Murni, dan Menyadarkan Tanggung Jawab Pribadi di Hadapan Allah


 Membongkar Akidah Palsu, Menegakkan Tauhid Murni, dan Menyadarkan Tanggung Jawab Pribadi di Hadapan Allah


Mukadimah 

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn. Nahmaduhū wa nasta‘īnuhū wa nastaghfiruhū. Wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā. Man yahdihillāhu falā mudhilla lah, wa man yudhlil falā hādiya lah.

Asyhadu allā ilāha illallāh wahdahū lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhū wa rasūluh.

Shalawāt dan salām semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan siapa saja yang istiqamah di atas sunnahnya hingga hari kiamat.

Jamaah rahimakumullāh… Surah An-Najm adalah surah yang mengguncang akidah, merobohkan berhala, dan menyadarkan manusia bahwa keselamatan akhirat bukan warisan, bukan titipan, dan bukan hasil khayalan, tetapi buah dari iman dan amal.

(Kalau iman bisa dititipkan, tentu sudah banyak yang nitip ke ustaz… tapi sayangnya di akhirat tidak ada jasa penitipan iman 😄)


Ketidakadilan Logika Musyrikin (Ayat 21–23)

QS An-Najm: 21–22

النص العربي:

أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الْأُنْثَىٰ ۝ تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَىٰ

Terjemah: "Apakah (pantas) untuk kalian anak laki-laki dan untuk Allah anak perempuan? Yang demikian itu sungguh suatu pembagian yang sangat tidak adil."

Ulasan Ulama:

  • Ibn Kathīr menjelaskan: Ini adalah celaan keras terhadap rusaknya akal kaum musyrikin; mereka membenci anak perempuan, tetapi justru menisbatkannya kepada Allah (Tafsīr Ibn Kathīr, QS An-Najm).
  • Al-Qurṭubī: Ayat ini menunjukkan bahwa akidah yang rusak selalu dibangun di atas logika yang pincang.

Pesan Mimbar: Kalau manusia sudah mengikuti hawa nafsu, logika pun bisa disewa. Yang penting cocok dengan keinginan.

(Hari ini pun sama: yang penting viral dulu, benar belakangan 😄)

QS An-Najm: 23

النص العربي:

إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ

Terjemah: "Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian ada-adakan; Allah tidak menurunkan satu dalil pun untuknya."

Kaidah Ulama:

  • Al-‘ibrah bid-dalīl lā bil-asmā’ – yang jadi ukuran itu dalil, bukan nama.
  • Rujukan: Asy-Syāṭibī, Al-I‘tiṣām.

Aplikasi Kekinian: Tidak semua yang diberi label “tradisi”, “budaya”, atau “kearifan lokal” otomatis bernilai ibadah.


Khayalan Syafaat dan Hancurnya Angan-Angan (Ayat 24–26)

QS An-Najm: 24–25

النص العربي:

أَمْ لِلْإِنْسَانِ مَا تَمَنَّىٰ ۝ فَلِلَّهِ الْآخِرَةُ وَالْأُولَىٰ

Terjemah: "Ataukah manusia akan mendapatkan segala yang ia angankan? Padahal milik Allah-lah akhirat dan dunia."

Catatan Tadabbur: Angan-angan tanpa iman = mimpi di siang bolong.

(Iman tanpa amal itu seperti WA tanpa sinyal — niatnya ada, tapi tidak terkirim 😄)

QS An-Najm: 26

النص العربي:

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ

Hadis Pendukung:

«يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ، سَلِينِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتِ، لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا» (HR. Bukhari & Muslim)

Makna: Jika putri Nabi saja tidak bisa bergantung pada nasab, apalagi kita.


Bahaya Prasangka dan Orientasi Dunia (Ayat 27–30)

QS An-Najm: 27–28

النص العربي:

وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ

Ulasan:

  • Imam Al-Ghazālī: Kerusakan terbesar agama datang dari prasangka yang dibungkus keyakinan (Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn).

QS An-Najm: 29–30

Pesan Keras: Orang yang hidupnya hanya dunia, ilmunya berhenti di dunia.

(Hafal harga diskon, tapi lupa harga dosa 😄)


Keadilan Ilahi dan Kriteria Orang Baik (Ayat 31–32)

QS An-Najm: 31–32

النص العربي:

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ

Hadis Pendukung:

«الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ» (HR. Muslim)

Nasihat Ulama:

  • Jangan ujub. Orang saleh itu takut amalnya ditolak.
  • Rujukan: Ibn Rajab, Jāmi‘ al-‘Ulūm wal-Ḥikam.

Tanggung Jawab Pribadi (Ayat 33–40)

QS An-Najm: 38–39

النص العربي:

أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۝ وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

Kaidah Akidah:

  • Tidak ada dosa titipan.
  • Tidak ada pahala warisan.

(Setiap orang login pakai akun masing-masing di akhirat 😄)

QS An-Najm: 40

النص العربي:

وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

Renungan: Semua yang kita sembunyikan hari ini, akan diputar ulang tanpa sensor.


Penutup

Jamaah rahimakumullāh… Surah ini memaksa kita jujur:

  • Tentang tauhid kita
  • Tentang amal kita
  • Tentang tujuan hidup kita

Kalau hari ini Allah memanggil kita… Apakah kita siap dengan usaha, bukan sekadar alasan?

Doa

Allāhumma… jika amal kami ditimbang hari ini, kami takut… Jika dosa kami dibuka hari ini, kami malu… Jika Engkau tidak merahmati kami… kami binasa…


Kitab Rujukan Utama

  • Tafsīr Ibn Kathīr
  • Tafsīr Al-Qurṭubī
  • Tafsīr Ath-Ṭabarī
  • Ṣaḥīḥ Bukhārī & Muslim
  • Al-I‘tiṣām – Asy-Syāṭibī
  • Iḥyā’ ‘Ulūm ad-Dīn – Al-Ghazālī
  • Jāmi‘ al-‘Ulūm wal-Ḥikam – Ibn Rajab


Tidak ada komentar