Mengenal Rasul sebagai Jalan Sempurna Menuju Allah

MAKRIFATUR RASUL ﷺ

Mengenal Rasul sebagai Jalan Sempurna Menuju Allah


I. PEMBUKAAN 

Hadirin yang dirahmati Allah…

Tidak mungkin seseorang mengenal Allah dengan benar tanpa mengenal Rasul-Nya.
Tidak mungkin seseorang mengamalkan Islam secara sempurna tanpa mengikuti Rasul-Nya.

Allah tidak membiarkan manusia berjalan dalam kegelapan tanpa petunjuk. Maka Allah mengutus Rasul sebagai penunjuk jalan, model hidup, dan penerjemah wahyu.

📌 Tanpa Rasul:

  • Al-Qur’an tidak bisa diamalkan
  • Ibadah menjadi kira-kira
  • Agama menjadi perasaan

😄 Humor pembuka:

Banyak orang bilang, “Yang penting niat.”
Tapi shalatnya asal-asalan.
Padahal niat tanpa tuntunan Nabi itu seperti mau naik motor tapi nggak tahu gas dan rem.


II. URGENSI MENGENAL RASUL ﷺ

1. Rasul sebagai Jalan (Ṭarīqah) Menuju Allah

Allah berfirman:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah (wahai Muhammad): Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.”
(QS. Ali ‘Imran: 31)

📌 Catatan ulama
Ibnu Katsir rahimahullah:

“Ayat ini adalah timbangan cinta. Siapa yang mengaku cinta Allah tapi tidak mengikuti Rasul, maka pengakuannya dusta.”
(Tafsir Ibnu Katsir)


2. Ketaatan kepada Rasul = Ketaatan kepada Allah

مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barang siapa taat kepada Rasul, maka sungguh ia telah taat kepada Allah.”
(QS. An-Nisa: 80)

📌 Artinya:

  • Tidak ada Islam tanpa Sunnah
  • Tidak ada Sunnah tanpa Rasul

😄

Ada yang bilang: “Saya ikut Al-Qur’an saja.”
Tapi pas ditanya, “Shalat subuh dua atau tiga rakaat?”
Dia langsung buka Google 😅


III. APA SAJA YANG HARUS DIKENAL DARI RASUL ﷺ

1. Rasul dari Segi Nasab & Sirah

Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ…»

“Allah memilih Kinanah dari keturunan Ismail… dan memilihku dari Bani Hasyim.”
(HR. Muslim)

📌 Hikmah
Allah menjaga nasab Nabi agar:

  • Dakwahnya bersih dari cacat moral
  • Tidak ada alasan menolak kebenaran karena latar belakang

📚 Rujukan:

  • Sirah Ibnu Hisyam
  • Ar-Raheeq Al-Makhtum

2. Rasul dari Segi Akhlak

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sungguh engkau (Muhammad) berada di atas akhlak yang agung.”
(QS. Al-Qalam: 4)

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

«كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ»

“Akhlak Nabi adalah Al-Qur’an.”
(HR. Muslim)

📌 Artinya:

  • Nabi bukan sekadar penyampai wahyu
  • Nabi adalah wujud hidup Al-Qur’an

😄

Kalau Nabi hidup sekarang,
mungkin beliau tidak perlu ceramah panjang—
cukup akhlaknya yang bicara.


3. Rasul sebagai Teladan Total

Allah berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sungguh pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

📌 Imam Al-Qurthubi:

“Ayat ini mencakup seluruh sisi kehidupan Nabi: ibadah, muamalah, kepemimpinan, rumah tangga, dan jihad.”


IV. KESALAHAN UMAT DALAM MEMAHAMI CINTA RASUL

1. Cinta Rasul hanya di lisan

  • Rajin shalawat
  • Tapi sunnah ditinggalkan

Rasul ﷺ bersabda:

«مَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي»

“Barang siapa membenci sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.”
(HR. Bukhari & Muslim)

😄

Mulut bilang cinta Nabi,
tapi sunnah Nabi dianggap “ribet”.
Itu cinta… atau nostalgia?


2. Ta’asub pada simbol, lupa substansi

  • Sorban ada
  • Jenggot ada
  • Tapi jujur? Amanah? Entah…

📌 Ibnu Taimiyah:

“Mengikuti Nabi bukan pada bentuk lahir semata, tetapi pada ketaatan dan akhlaknya.”
(Majmu’ Fatawa)


V. RASUL DALAM SEMUA PERAN KEHIDUPAN

1. Rasul sebagai Pemimpin

  • Adil
  • Musyawarah
  • Tidak zalim

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
(QS. Ali ‘Imran: 159)

2. Rasul sebagai Suami

Rasul ﷺ bersabda:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ»

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)

😄

Nabi tidak pernah bentak istri,
kita baru lapar dikit sudah naik volume 😅

3. Rasul sebagai Da’i

  • Lemah lembut
  • Bertahap
  • Tidak memaksa

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ
(QS. Ali ‘Imran: 159)


VI. HASIL MENGENAL & MENGIKUTI RASUL ﷺ

  1. Iman menjadi hidup
  2. Ibadah menjadi benar
  3. Akhlak menjadi indah
  4. Dakwah menjadi berkesan
  5. Hidup menjadi terarah

Allah berfirman:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ

“Apa yang dibawa Rasul, ambillah.”
(QS. Al-Hasyr: 7)


VII. PENUTUP 

Hadirin…

Rasul bukan hanya untuk dikenang,
bukan hanya untuk dipuji,
tetapi untuk diikuti.

Siapa yang mengikuti Rasul,
ia sedang berjalan menuju Allah.


DOA 

Ya Allah…
jangan Engkau jadikan kami umat yang hanya mengenal Nabi di lisan,
tapi jauh dari sunnahnya…

Tanamkan cinta Rasul di hati kami,
yang melahirkan ketaatan,
yang melahirkan akhlak,
yang melahirkan amal…

Kumpulkan kami bersama Nabi-Mu di surga Firdaus…

Aamiin ya Rabbal ‘alamin…


📚 RUJUKAN UTAMA

  • Al-Qur’anul Karim
  • Shahih Bukhari & Muslim
  • Sirah Ibnu Hisyam
  • Ar-Raheeq Al-Makhtum – Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri
  • Ihya ‘Ulumuddin – Al-Ghazali
  • Majmu’ Fatawa – Ibnu Taimiyah


Tidak ada komentar