Merasa Reformis, Ternyata Perusak
📖 Materi Ceramah Tafsir Al-Qur'an
Surah Al-Baqarah Ayat 12
Tema: Merasa Reformis, Ternyata Perusak
🕌 1. Teks Ayat
Allah ﷻ berfirman:
اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُوْنَ وَلٰكِنْ لَّا يَشْعُرُوْنَ
“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”
(QS. Al-Baqarah: 12)
Kata أَلَآ dalam bahasa Arab adalah kata peringatan keras.
Seperti Allah berkata:
⚠️ “Perhatikan baik-baik ini!”
🎯 2. Makna Umum Ayat
Ayat ini adalah bantahan tegas Allah terhadap klaim orang munafik yang mengaku sebagai pembawa perbaikan.
Mereka berkata:
“Kami ini muslih (reformis).”
Allah jawab:
“Tidak. Justru kalian mufsid (perusak).”
Dan yang lebih bahaya lagi:
Mereka tidak sadar.
📚 3. Tafsir Para Ulama
📖 Imam Ibnu Katsir – Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim
Beliau menjelaskan:
Mereka melakukan kemaksiatan, kekufuran, dan membantu musuh Islam,
namun menganggapnya sebagai perbaikan.
Artinya, problemnya bukan cuma rusak…
Tapi rusak yang percaya diri.
📖 Imam Al-Qurthubi – Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an
Beliau mengatakan:
Kerusakan terbesar adalah kerusakan akidah dan hati.
Karena kalau hati rusak:
- Akal jadi pembenaran
- Dalil dipelintir
- Kebenaran dibalik
📖 Imam Fakhruddin Ar-Razi – Mafatih al-Ghaib
Beliau menjelaskan bahwa:
Ketika seseorang terus-menerus dalam kebatilan, maka kebatilan itu tampak indah dalam pandangannya.
Ini sesuai dengan firman Allah:
📖 4. Dalil Pendukung dari Al-Qur’an
📌 QS. Al-An’am: 43
وَلٰكِنْ زُيِّنَ لَهُمْ مَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
“Tetapi dijadikan indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.”
Setan itu stylist profesional.
Dosa dipoles jadi “visi besar.” 😅
📌 QS. Al-Kahfi: 103–104
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْاَخْسَرِيْنَ اَعْمَالًاۙ الَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا
“Katakanlah, apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling rugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang sia-sia perbuatannya di dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya.”
Ini tipe orang:
Kerja keras…
Pidato semangat…
Aktif sana-sini…
Tapi arah kiblatnya salah 😅
🕋 5. Dalil dari Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim)
Masalah orang munafik itu di hati.
Tampilannya Islami,
Bicaranya Islami,
Captionnya Islami…
Tapi niatnya duniawi.
Hadis lain:
وَإِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ
“Jauhilah dosa-dosa kecil yang diremehkan.”
(HR. Ahmad)
Karena dosa kecil yang dibenarkan terus-menerus…
Akan jadi karakter.
🧠 6. Kenapa Mereka Tidak Sadar?
Karena:
1️⃣ Terbiasa dalam dosa
2️⃣ Tidak mau introspeksi
3️⃣ Lingkungan mendukung
4️⃣ Setan membisiki pembenaran
Imam Ibnul Qayyim dalam Ighatsat al-Lahfan menjelaskan:
Hati yang terus bermaksiat akan kehilangan cahaya bashirah (kepekaan spiritual).
Akhirnya:
Yang salah terasa benar,
Yang benar terasa mengganggu.
😂 7. Humor
Ada orang:
Bikin gosip → katanya “klarifikasi.”
Ngomporin konflik → katanya “analisis.”
Menyindir sana-sini → katanya “kritik konstruktif.”
Ini seperti orang makan 3 piring nasi padang,
Lalu bilang:
“Saya lagi diet kok, ini cuma cheat day.” 🤣
Atau tipe begini:
Sudah jelas salah,
Sudah dinasihati,
Sudah dikasih dalil…
Jawabnya:
“Saya punya perspektif berbeda.”
Padahal bukan perspektif…
Itu namanya ngeyel premium edition 😆
🧩 8. Pelajaran Penting
1️⃣ Ukuran benar bukan perasaan
Ukuran benar adalah Al-Qur’an dan Sunnah.
2️⃣ Jangan terlalu percaya diri dengan amal
Karena bisa jadi kita merasa memperbaiki, padahal merusak.
3️⃣ Muhasabah sebelum mengkritik
Tanya pada diri:
- Apakah ini karena Allah?
- Atau karena gengsi?
✨ 9. Penutup
Ayat ini mengajarkan kita:
⚠️ Bahaya terbesar bukan kebodohan,
tetapi kebodohan yang merasa pintar.
⚠️ Bahaya terbesar bukan kerusakan,
tetapi kerusakan yang merasa perbaikan.
Semoga Allah menjaga hati kita dari:
- Kesombongan tersembunyi
- Niat yang tercampur
- Amal yang sia-sia
Dan semoga kita dijadikan:
Bukan sekadar aktivis,
Bukan sekadar pengkritik,
Tapi benar-benar muslih sejati di sisi Allah.
Post a Comment