PEDULI TERHADAP PROBLEMATIKA UMAT
PEDULI TERHADAP PROBLEMATIKA UMAT
PENDAHULUAN
Jamaah rahimakumullāh,
Umat Islam itu besar jumlahnya,
tapi sering kecil pengaruhnya.
😄
“Jumlah kita banyak,
tapi sering kalah sama yang sedikit…
karena yang sedikit itu kompak,
yang banyak ini… sibuk debat.”
Islam tidak mengajarkan kita jadi penonton penderitaan umat,
tapi pelaku perbaikan umat.
I. KONDISI TERKINI UMAT
1️⃣ Kebodohan (Lemah Ilmu & Kesadaran)
Bodoh bukan selalu tidak sekolah,
tapi tidak paham agama dan realitas hidup.
QS. Hūd: 46
Arab
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ
Terjemah
“Allah berfirman: Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukan dari keluargamu, karena perbuatannya tidak baik.”
📌 Hubungan darah tidak menyelamatkan tanpa iman & ilmu.
📖 Ibnu Katsir رحمه الله
“Kemuliaan seseorang di sisi Allah diukur dengan iman dan amal, bukan nasab.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir
😄
“Sekarang banyak yang bangga gelar,
tapi lupa belajar agama…
IPK tinggi,
IMAN tipis.”
2️⃣ Berpecah Belah
Perpecahan umat bukan karena kurang dalil,
tapi kurang akhlak.
QS. Al-Anfāl: 46 (isyarat QS 9:40 juga)
📌 Perpecahan = hilangnya kekuatan.
😄
“Musuh Islam itu santai,
karena umatnya sibuk saling nyinyir.”
📖 Imam Asy-Syathibi رحمه الله
“Perpecahan adalah pintu kehancuran umat.”
📚 Al-I‘tiṣām
3️⃣ Kemiskinan (Ekonomi Lemah)
Kemiskinan membuat umat:
- sulit belajar
- mudah dibeli
- gampang ditakut-takuti
😄
“Perut lapar susah disuruh sabar,
apalagi disuruh mikir umat.”
📖 Ali bin Abi Thalib r.a.
“Hampir saja kefakiran menyeret kepada kekufuran.”
📚 Nahjul Balaghah
4️⃣ Penyakit Wahn
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadits Arbain ke-33
Arab
حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Terjemah
“Cinta dunia dan takut mati.”
📌 Bukan takut mati karena iman,
tapi takut mati karena belum puas dunia.
😄
“Takut mati padahal shalat masih bolong-bolong…
itu bukan takut mati,
itu takut kehilangan dunia.”
📖 Ibnu Hajar Al-‘Asqalani رحمه الله
“Wahn adalah penyakit hati yang mematikan semangat jihad dan dakwah.”
📚 Fathul Bāri
II. SIKAP TERHADAP KONDISI UMAT
1️⃣ Tanggap & Membangun Kesadaran
QS. Al-Furqān: 30
Arab
وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا
Terjemah
“Rasul berkata: Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini sesuatu yang ditinggalkan.”
📌 Meninggalkan Al-Qur’an bukan cuma tidak membaca,
tapi tidak menjadikannya solusi hidup.
😄
“Al-Qur’an dibaca buat lomba,
tapi pas hidup bingung…
yang ditanya Google.”
📖 Ibnu Qayyim رحمه الله
“Hajrul Qur’an mencakup meninggalkan hukum dan petunjuknya.”
📚 Al-Fawā’id
2️⃣ Berkontribusi Nyata untuk Umat
i) Terjun Langsung Menangani Problem Umat
Rasulullah ﷺ bersabda:
Arab
مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ
Terjemah
“Siapa yang tidak peduli urusan kaum muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.”
📌 Peduli itu bukan cuma posting,
tapi berbuat.
😄
“Peduli versi medsos: share + caption panjang.
Peduli versi Islam: turun tangan.”
📖 Al-Manawi رحمه الله
“Hadits ini menunjukkan wajibnya perhatian sosial umat.”
📚 Faidhul Qadīr
ii) Memberi Pendidikan kepada Umat
📌 Pendidikan adalah solusi jangka panjang.
📖 Imam Malik رحمه الله
“Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang memperbaiki generasi awalnya.”
📚 Asy-Syifa
😄
“Bangun masjid itu penting,
tapi bangun manusia…
jauh lebih penting.”
PENUTUP MATERI
Jamaah rahimakumullāh,
Peduli umat itu bukan pilihan,
tapi ciri keimanan.
Kalau belum mampu menyelesaikan semua,
selesaikan satu bagian kecil.
😄
“Umat ini tidak butuh pahlawan super,
cukup orang-orang biasa
yang mau peduli.”
RUJUKAN KITAB
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi
- Fathul Bāri – Ibnu Hajar
- Jāmi‘ al-‘Ulūm wal Hikam – Ibnu Rajab
- Al-I‘tiṣām – Asy-Syathibi
- Ihyā’ ‘Ulūmiddīn – Al-Ghazali
Post a Comment