Perbandingan Qadha dan Fidyah Puasa Menurut Empat Mazhab
📚 Perbandingan Qadha dan Fidyah Puasa Menurut Empat Mazhab
(Kajian Fiqh Muqaran berbasis dalil Al-Qur’an, Sunnah, dan istidlal ushul)
I. LANDASAN SYAR‘I
📖 Dalil Al-Qur’an
1️⃣ Kewajiban Qadha
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
(QS. Al-Baqarah: 184)
Terjemahan:
"Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka (wajib mengganti) sejumlah hari yang lain."
2️⃣ Fidyah bagi yang tidak mampu permanen
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
(QS. Al-Baqarah: 184)
Terjemahan:
"Dan atas orang-orang yang berat menjalankannya (dan tidak mampu), wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin."
Menurut tafsir Ibn Kathir, ayat ini berlaku bagi orang tua renta dan orang yang sakit kronis.
📜 Dalil Hadis
Dari Aisha bint Abi Bakr:
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
Ini dalil bolehnya menunda qadha selama belum masuk Ramadhan berikutnya.
II. DEFINISI ISTILAH
- Qadha: Mengganti puasa yang ditinggalkan pada hari lain.
- Fidyah: Memberi makan satu orang miskin sebagai pengganti puasa.
III. SEBAB-SEBAB WAJIB QADHA
Semua mazhab sepakat qadha wajib bagi:
- Sakit sementara
- Safar
- Haid dan nifas
- Sengaja membatalkan puasa (tanpa uzur)
Namun rincian berbeda dalam beberapa kasus.
IV. PERBANDINGAN EMPAT MAZHAB
1️⃣ ORANG SAKIT
🟢 Sakit sementara
| Mazhab | Hukum |
|---|---|
| Hanafi | Qadha saja |
| Maliki | Qadha saja |
| Syafi’i | Qadha saja |
| Hanbali | Qadha saja |
Dalil: QS Al-Baqarah 184.
🔴 Sakit permanen / kronis
| Mazhab | Hukum |
|---|---|
| Hanafi | Fidyah saja |
| Maliki | Fidyah saja |
| Syafi’i | Fidyah saja |
| Hanbali | Fidyah saja |
Kesepakatan ijma’ berdasarkan tafsir ayat.
2️⃣ ORANG TUA RENTA
Empat mazhab sepakat:
- Tidak wajib puasa
- Wajib fidyah
- Tidak wajib qadha
Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah ibn Abbas dalam tafsirnya.
3️⃣ WANITA HAMIL & MENYUSUI
Di sinilah terjadi perbedaan penting.
A. Jika khawatir keselamatan diri sendiri
| Mazhab | Hukum |
|---|---|
| Hanafi | Qadha saja |
| Maliki | Qadha saja |
| Syafi’i | Qadha saja |
| Hanbali | Qadha saja |
B. Jika khawatir keselamatan anak
| Mazhab | Qadha | Fidyah |
|---|---|---|
| Hanafi | ✔ | ❌ |
| Maliki | ✔ | ✔ |
| Syafi’i | ✔ | ✔ |
| Hanbali | ✔ | ✔ |
🔎 Penjelasan:
- Hanafi: Mengqiyaskan pada orang sakit → cukup qadha.
- Tiga mazhab lainnya: Mengikuti atsar Abdullah ibn Abbas dan Abdullah ibn Umar yang mewajibkan fidyah jika demi anak.
4️⃣ MENUNDA QADHA SAMPAI RAMADHAN BERIKUTNYA
Jika seseorang mampu qadha tetapi menunda tanpa uzur sampai masuk Ramadhan berikutnya:
| Mazhab | Qadha | Fidyah tambahan |
|---|---|---|
| Hanafi | ✔ | ❌ |
| Maliki | ✔ | ✔ |
| Syafi’i | ✔ | ✔ |
| Hanbali | ✔ | ✔ |
Hanafi: Tidak ada dalil nash yang mewajibkan fidyah tambahan.
Tiga mazhab lain: Berdasarkan atsar sahabat.
5️⃣ ORANG MENINGGAL DUNIA MASIH PUNYA UTANG PUASA
Hadis:
مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)
| Mazhab | Pendapat |
|---|---|
| Hanafi | Tidak disunnahkan puasa wali; cukup fidyah dari harta |
| Maliki | Fidyah dari harta |
| Syafi’i | Boleh wali puasa menggantikan |
| Hanbali | Boleh wali puasa menggantikan |
Perbedaan muncul dari cara memahami hadis tersebut:
Apakah umum atau khusus untuk puasa nazar.
V. UKURAN FIDYAH MENURUT EMPAT MAZHAB
| Mazhab | Ukuran |
|---|---|
| Hanafi | ½ sha’ gandum |
| Maliki | 1 mud makanan pokok |
| Syafi’i | 1 mud |
| Hanbali | 1 mud |
1 mud ≈ 0,6–0,75 kg makanan pokok.
VI. ANALISIS USHUL FIQH PERBEDAAN
- Metode qiyas (Hanafi kuat dalam analogi).
- Kekuatan atsar sahabat (Maliki & Hanbali lebih mempertimbangkan praktik sahabat).
- Kaidah ihtiyath (kehati-hatian) dalam ibadah.
- Perbedaan dalam memahami apakah fidyah pengganti penuh atau kompensasi tambahan.
VII. RINGKASAN PRAKTIS
| Kasus | Mayoritas Mazhab |
|---|---|
| Sakit sementara | Qadha |
| Sakit permanen | Fidyah |
| Hamil demi diri | Qadha |
| Hamil demi anak | Qadha + Fidyah (kecuali Hanafi) |
| Tunda qadha tanpa uzur | Qadha + Fidyah (kecuali Hanafi) |
🌙 PENUTUP
Qadha adalah bentuk tanggung jawab.
Fidyah adalah bentuk rahmat.
Allah tidak membebani di luar kemampuan,
tetapi juga tidak menggugurkan kewajiban tanpa alasan.
Puasa mungkin terlewat,
tapi rahmat Allah tidak pernah terlewat
bagi yang mau mengganti dan memperbaiki.
Post a Comment