Perseteruan Setan dan Mengenal Tipu Dayanya

Perseteruan Setan dan Mengenal Tipu Dayanya


I. Pengantar 

Pembukaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat.

Hadirin yang dirahmati Allah, hari ini kita akan membahas topik yang sangat penting bagi setiap Muslim, yaitu perseteruan antara manusia dan setan, serta bagaimana mengenal tipu daya setan agar kita tidak terjerumus ke dalam dosa dan kesesatan.

Allah berfirman:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ * مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاسِ * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ * الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
[النّاس: 1-6]

Artinya:
“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara) manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan bisikan (setan) yang tersembunyi, yang membisikkan di dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.’”
(QS. An-Nas: 1-6)

Komentar Ulama:
Imam Ibn Kathir rahimahullah menegaskan bahwa ayat ini merupakan perlindungan dari waswas setan yang mencoba masuk ke dalam hati manusia. Setan tidak memiliki kuasa mutlak atas hamba Allah; ia hanya mampu membisikkan dan menipu, sedangkan keputusan tetap ada pada manusia.


II. Setan sebagai Musuh 

  1. Rasulullah ﷺ bersabda:

«الشَّيْطَانُ يَجْرِي مِنَ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ»

Artinya:
“Setan mengalir dalam tubuh anak Adam sebagaimana mengalirnya darah.”
(HR. Ath-Thabrani dan Al-Hakim)

Penjelasan:

  • Setan selalu berusaha mempengaruhi hati dan pikiran manusia, bahkan tanpa disadari.
  • Ibnu Qayyim rahimahullah menyebut, setan selalu mencari celah dalam akal, hati, dan nafsu manusia.
  1. Allah berfirman:

{إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا} [فاطر: 6]

Artinya:
“Sesungguhnya setan adalah musuhmu, maka jadikanlah ia sebagai musuh.”

Hikmah:

  • Kita wajib mengenal musuh agar dapat melawan tipu dayanya.
  • Mengikuti bisikan setan = mengikuti musuh Allah, sedangkan menjauhinya = menegakkan ketaatan kepada Allah.

III. Lima Musuh Manusia 

Dari Hadis Anas bin Malik:

«الْمُؤْمِنُ بَيْنَ خَمْسِ شَدَائِدَ: مُؤْمِنٍ يَحْسُدُهُ، وَمُنَافِقٍ يُبْغِضُهُ، وَعَدُوٍّ يُقَاتِلُهُ، وَشَيْطَانٍ يُضِلُّهُ، وَنَفْسٍ تُغْوِيهِ»

Artinya:
“Seorang mukmin menghadapi lima kesulitan: iri hati dari orang beriman, kebencian orang munafik, perlawanan musuh, kesesatan setan, dan godaan dari nafsunya sendiri.”

Komentar Ulama:

  • Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa melawan setan memerlukan jihad batin dan strategi, bukan hanya doa saja.
  • Kekuatan iman dan dzikir adalah benteng utama dari tipu daya setan.

IV. Sepuluh Pintu Tipu Daya Setan 

Wahb bin Munabbih menyebutkan: setan datang melalui 10 pintu:

  1. Keserakahan dan prasangka buruk → dihadapi dengan percaya dan qanaah (cukup).

    • Dalil: {وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا} [هود: 6]
  2. Keinginan hidup panjang → dihadapi dengan mengingat kematian.

    • Dalil: {وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ} [لقمان: 34]
  3. Kenikmatan dan kenyamanan → dihadapi dengan mengingat kefanaan dunia.

    • Dalil: {أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ} [الشعراء: 205]
  4. Riya’ dan kesombongan → dihadapi dengan tawadhu’ (rendah hati).

    • Dalil: {إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ} [الحجرات: 13]

Hikmah Praktis:

  • Setiap godaan memiliki obat spiritual: dzikir, taqwa, ikhlas, dan qanaah.
  • Mengetahui pintu-pintu setan membuat kita lebih waspada dan siap.

V. Kisah Para Nabi dan Wali 

  1. Kisah Nabi Musa AS dan pertemuannya dengan Iblis:

    • Iblis datang menyamar untuk menyesatkan, tapi Nabi Musa AS tetap tegar dengan dzikir dan tawakkal.
    • Pelajaran: manusia bisa menang atas tipu daya setan dengan kesabaran dan ibadah.
  2. Kisah Bani Israil dan Rahib:

    • Rahib yang sabar, puasa dan qiyam, mampu melindungi diri dari tipu daya setan.
    • Pelajaran: ketaatan yang konsisten menjadi perisai dari gangguan setan.

VI. Strategi Praktis Melawan Setan 

  1. Dzikir pagi dan petang → memperkuat hati dan pikiran.
  2. Shalat tepat waktu dan khusyuk → menunda gangguan setan.
  3. Mengingat kematian dan akhirat → menahan diri dari godaan dunia.
  4. Membaca Al-Quran dan memahami ayat perlindungan → seperti surah Al-Falaq dan An-Nas.
  5. Menjaga pergaulan dan niat yang ikhlas → meminimalkan pengaruh buruk manusia dan jin.

VII. Penutup dan Doa 

Penutup:
Hadirin sekalian, setan adalah musuh nyata bagi setiap manusia. Allah menegaskan bahwa musuh kita bukan hanya manusia, tetapi juga setan dan nafsu. Oleh karena itu, kita harus mengenal tipu daya mereka dan melawan dengan amal shalih, dzikir, dan tawakkal kepada Allah.

Doa Penutup:

اللَّهُمَّ إني أعوذ بك من الشيطان الرجيم ومن وسوسته، وأعوذ بك من شرور نفسي وفتن الدنيا، واجعلني من عبادك الصالحين المستقيمين. اللهم أعني على طاعتك، وثبتني على دينك، ووفقني لما تحب وترضى. آمين.

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan yang terkutuk dan bisikannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan fitnah dunia. Jadikanlah aku hamba-Mu yang saleh dan istiqamah. Ya Allah, tolonglah aku dalam ketaatan kepada-Mu, teguhkan aku dalam agama-Mu, dan berikan aku keberkahan dalam apa yang Engkau cintai dan ridhai. Amin.”



Tidak ada komentar