PETUNJUK NABI ﷺ DALAM BERPUASA
PETUNJUK NABI ﷺ DALAM BERPUASA
“Puasa Paling Benar, Paling Ringan, Paling Berkah”
I. PENDAHULUAN: PUASA PALING IDEAL ADALAH PUASA NABI ﷺ
Hadirin rahimakumullāh,
Puasa itu ibadah yang sama, tapi hasilnya bisa berbeda jauh.
Ada yang puasanya mengangkat derajat,
ada yang puasanya hanya dapat lapar dan haus.
Kenapa?
Karena petunjuk puasa Nabi ﷺ adalah yang paling sempurna, paling tepat sasaran, dan paling manusiawi.
📖 Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Petunjuk Nabi ﷺ adalah petunjuk paling sempurna dalam mencapai tujuan ibadah dengan cara yang paling mudah bagi jiwa.”
(Zaādul Ma‘ād fī Hadyi Khairil ‘Ibād, 1/320)
😄 Humor pembuka:
Jangan sampai kita rajin puasa,
tapi puasanya hasil googling, bukan hasil ngaji.
II. RAMADHAN = BULAN MULTI-IBADAH, BUKAN SATU IBADAH (DALIL KUAT)
1️⃣ Nabi ﷺ Memperbanyak Seluruh Ibadah di Bulan Ramadhan
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhumā:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah ﷺ adalah manusia paling dermawan, dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dan dalam riwayat shahih disebutkan:
وَكَانَ جِبْرِيلُ يُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ
“Jibril menemui Nabi ﷺ setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan Al-Qur’an.”
📌 Pelajaran besar:
Puasa Nabi ﷺ bukan puasa pasif,
tapi puasa aktif ibadah:
- Al-Qur’an
- Sedekah
- Shalat malam
- Dzikir
- I‘tikaf
📖 Imam An-Nawawi رحمه الله:
Hadits ini dalil dianjurkannya memperbanyak seluruh amal shalih di bulan Ramadhan.
(Syarh Shahih Muslim)
😄 Humor reflektif:
Ramadhan bukan bulan “rebahan sambil nunggu buka”,
tapi bulan “ngencengin iman sambil ngerem hawa nafsu”.
III. PETUNJUK NABI ﷺ DALAM MAKAN & MINUM (PRAKTIS & MUDAH)
2️⃣ Menyegerakan Berbuka & Mengakhirkan Sahur
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dan beliau bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
📖 Ibnul Qayyim رحمه الله:
Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat ini.
(Zaādul Ma‘ād)
😄 Humor ringan:
Sunnah itu bukan makan banyak,
tapi makan tepat waktu 😄
3️⃣ Berbuka dengan Kurma atau Air
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَعَلَى مَاءٍ
“Jika salah seorang dari kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, maka dengan air.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi – hasan shahih)
📖 Hikmah ulama:
- Kurma cepat memulihkan energi
- Air mensucikan tubuh setelah haus
😄 Humor halus:
Kurma itu sunnah,
gorengan itu cobaan 😅
IV. PUASA = PUASA LISAN & AKHLAK
4️⃣ Menjaga Lisan dari Ucapan Keji
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ
“Jika ada orang mencaci atau mengajak bertengkar, katakanlah: ‘Aku sedang berpuasa.’”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
📖 Imam Ibn Rajab رحمه الله:
Puasa yang hakiki adalah puasa seluruh anggota badan dari maksiat.
(Lathā’iful Ma‘ārif)
😄 Humor ngena:
Puasa itu bukan alasan emosi,
tapi alasan nahan emosi.
V. FIQIH PUASA: MUDAH, TIDAK MEMBERATKAN
5️⃣ Makan & Minum Karena Lupa → Tidak Batal
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ نَسِيَ وَهُوَ صَائِمٌ فَأَكَلَ أَوْ شَرِبَ فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ
“Barangsiapa lupa lalu makan atau minum, hendaklah ia meneruskan puasanya. Sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
📖 Ulama sepakat: tidak qadha, tidak dosa.
😄 Humor santun:
Tapi jangan pura-pura lupa ya…
setan itu pintar, tapi Allah Maha Pintar 😄
6️⃣ Junub Saat Fajar → Tetap Sah Puasa
Dari Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallāhu ‘anhumā:
“Nabi ﷺ pernah masuk waktu subuh dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan tetap berpuasa.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
📌 Pelajaran:
Islam itu mudah,
yang sulit itu kita yang sering mempersulit.
7️⃣ Bersiwak, Kumur, Istinsyaq Saat Puasa
📖 Diriwayatkan secara shahih:
- Nabi ﷺ bersiwak saat puasa
- Beliau berkumur dan istinsyaq, tapi tidak berlebihan
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَبَالِغْ فِي الِاسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا
“Bersungguh-sungguhlah dalam istinsyaq kecuali jika engkau berpuasa.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi – shahih)
📖 Imam Ahmad رحمه الله:
Semua ini menunjukkan keluasan dan kemudahan syariat puasa.
😄 Humor ringan:
Kumur boleh,
tapi jangan niat “sekalian minum” 😄
VI. PUASA SAFAR: PILIHAN, BUKAN PAKSAAN
Rasulullah ﷺ dalam safar:
- Kadang puasa
- Kadang berbuka
- Dan tidak mencela yang memilih salah satunya
📖 Ini dalil rahmat Islam, bukan agama yang kejam.
PENUTUP: PUASA MENJADI CAHAYA HIDUP
📖 Ibnul Qayyim رحمه الله menyimpulkan:
Seluruh petunjuk Nabi ﷺ dalam puasa adalah keseimbangan antara ruh, jasad, dan akhlak.
(Zaādul Ma‘ād)
😄 Humor penutup:
Puasa bukan bikin lemas,
tapi bikin iman naik kelas.
KITAB RUJUKAN UTAMA
- Zaādul Ma‘ād – Ibnul Qayyim
- Syarh Shahih Muslim – An-Nawawi
- Lathā’iful Ma‘ārif – Ibnu Rajab
- Fathul Bāri – Ibnu Hajar
- Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi
Post a Comment