PUASA-PUASA SUNNAH Tabungan Pahala di Luar Ramadhan
PUASA-PUASA SUNNAH
Tabungan Pahala di Luar Ramadhan
1️⃣ Mukadimah: Jangan Cuma Rajin Setahun Sekali
Hadirin rahimakumullāh…
Banyak orang hebat di Ramadhan,
tapi pensiun ibadah di Syawwal 😅
Padahal, orang beriman itu bukan yang rajin musiman,
tapi yang konsisten sepanjang zaman.
Puasa sunnah itu seperti:
oli mesin iman
tanpanya, iman tetap jalan…
tapi cepat panas, berisik, dan aus.
2️⃣ Prinsip Umum Puasa Sunnah dalam Islam
Allah Ta‘ālā berfirman:
وَمَا تَقَدَّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ
“Apa saja kebaikan yang kalian kerjakan, niscaya kalian dapati di sisi Allah.”
📖 QS. Al-Baqarah: 110
📌 Puasa sunnah adalah amal tambahan,
penyempurna kekurangan puasa wajib.
📚 Ibnu Rajab Al-Hanbali رحمه الله:
“Amal sunnah adalah penambal lubang amal wajib.”
(Latha’if Al-Ma‘arif)
😄
Kalau shalat wajib bolong-bolong,
puasa sunnah itu seperti tambal ban iman 🚲
3️⃣ Puasa 6 Hari di Bulan Syawwal
📜 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari di bulan Syawwal, maka seperti puasa setahun penuh.”
📖 HR. Muslim
📌 Hitungannya:
- Ramadhan = 30 × 10 = 300
- Syawwal 6 hari = 6 × 10 = 60
➡️ Total = 360 hari (setahun penuh)
😄
Puasa Syawwal itu diskon pahala.
Bayar 6 hari,
dapat bonus 1 tahun.
📚 Imam Nawawi رحمه الله:
“Ini keutamaan besar yang sering diremehkan manusia.”
(Syarh Shahih Muslim)
4️⃣ Puasa 3 Hari Setiap Bulan (Ayyāmul Bīḍh)
📜 Dalil Hadits
Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu:
أَوْصَانِي خَلِيلِي ﷺ بِصِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ
“Kekasihku Rasulullah ﷺ mewasiatkan kepadaku puasa tiga hari setiap bulan.”
📖 HR. Bukhari dan Muslim
🗓️ Yang paling afdhal:
- 13, 14, 15 (tanggal putih – bulan purnama)
😄
Puasa ini cocok untuk:
- yang sibuk
- yang baru hijrah
- yang iman naik-turun
Minimal sebulan 3 hari, jangan nol besar 😅
📚 Ibnu Hajar رحمه الله:
“Ayyamul bidh memiliki keutamaan khusus karena cahaya bulan.”
(Fathul Bari)
5️⃣ Puasa Senin & Kamis
📜 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, dan aku suka amalanku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa.”
📖 HR. At-Tirmidzi (hasan)
📌 Senin: hari kelahiran Nabi ﷺ
📌 Kamis: hari naiknya amal
😄
Kalau CV kita saja ingin terlihat bagus di HRD,
masa amalan ke langit tampil berantakan? 😅
📚 Al-Munawi رحمه الله:
“Puasa ini menunjukkan kecintaan Nabi pada kualitas amal.”
(Faidhul Qadir)
6️⃣ Puasa 9 Hari Pertama Dzulhijjah (Khusus Hari Arafah)
📜 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda tentang puasa Arafah:
يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
📖 HR. Muslim
📌 Catatan penting:
- Sunnah bagi yang tidak berhaji
- Yang berhaji tidak disunnahkan
😄
Puasa Arafah itu seperti:
reset dosa dua tahun,
asal jangan besoknya diisi maksiat lagi 😅
📚 Ibnu Qayyim رحمه الله:
“Hari Arafah adalah hari ampunan terbesar.”
(Zadul Ma‘ad)
7️⃣ Puasa ‘Asyura (10 Muharram) + Sehari Sebelum/Sesudah
📜 Dalil Hadits
Rasulullah ﷺ bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
“Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.”
📖 HR. Muslim
Dan beliau bersabda:
لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
“Jika aku masih hidup tahun depan, aku akan berpuasa tanggal 9.”
📖 HR. Muslim
📌 Tujuan:
- Menyelisihi Yahudi
- Mengikuti Nabi & sahabat
😄
Islam itu ajarannya unik:
ibadah iya,
tapi punya identitas.
📚 Imam Ahmad رحمه الله:
“Disunnahkan puasa 9–10 atau 10–11.”
8️⃣ Penutup
Hadirin rahimakumullāh…
Puasa sunnah itu bukan beban,
tapi kesempatan.
Yang sedikit tapi rutin,
lebih dicintai Allah
daripada banyak tapi musiman.
😄 HUMOR
Puasa sunnah itu seperti:
- antivirus iman
- charger ruh
- update software hati
Kalau iman lemot…
jangan ganti HP,
tambah puasa sunnah 😄
📚 KITAB RUJUKAN
- Shahih Muslim
- Shahih Bukhari
- Latha’if Al-Ma‘arif – Ibnu Rajab
- Fathul Bari – Ibnu Hajar
- Zadul Ma‘ad – Ibnul Qayyim
- Syarh Shahih Muslim – An-Nawawi
Post a Comment