RUMAH TANGGA DALAM PENGAWASAN ALLAH
“RUMAH TANGGA DALAM PENGAWASAN ALLAH”
(Berdasarkan Surah Ath-Thalaq 1–12)
🌿 PEMBUKAAN
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه،
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا،
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،
وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد،
وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du…
Jamaah yang dirahmati Allah…
Di antara nikmat terbesar dalam hidup kita adalah keluarga.
Rumah kecil kita…
yang mungkin tidak luas…
yang mungkin catnya mulai pudar…
yang mungkin cicilannya masih panjang…
tapi di sanalah ada istri…
ada suami…
ada anak-anak…
ada doa ibu…
ada tawa kecil…
ada air mata yang tidak pernah dilihat orang lain…
Dan Allah turunkan satu surah khusus untuk menjaga rumah itu.
Surah Ath-Thalaq.
Surah yang berbicara tentang perceraian…
Tapi sejatinya bukan untuk memudahkan cerai…
Melainkan untuk mencegah kehancuran.
Karena Islam tidak anti perceraian…
Tapi Islam anti kezaliman dalam perceraian.
BAGIAN I
TALAK BUKAN EMOSI
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ
“Hai Nabi, apabila kalian menceraikan istri-istri kalian maka ceraikanlah mereka pada waktu mereka menghadapi iddahnya.”
Jamaah…
Allah tidak berkata:
“Kalau marah, cerai saja.”
Tidak.
Allah atur waktunya.
Allah atur caranya.
Allah atur prosesnya.
Kenapa?
Karena keluarga itu bukan mainan.
Berapa banyak rumah hancur bukan karena masalah besar…
Tapi karena ego kecil.
Berapa banyak talak keluar bukan dari niat…
Tapi dari lidah yang tidak dijaga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلَاثٌ جِدُّهُنَّ جِدٌّ وَهَزْلُهُنَّ جِدٌّ: النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالرَّجْعَةُ
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)
“Tiga perkara yang seriusnya serius dan bercandanya tetap serius: nikah, talak, dan rujuk.”
Artinya…
Talak bukan bahan bercanda.
BAGIAN II
ALLAH MASIH BUKA PINTU RUJUK
Allah berfirman:
لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَٰلِكَ أَمْرًا
“Kamu tidak tahu, mungkin Allah mengadakan setelah itu sesuatu yang baru.”
MasyaAllah…
Allah tahu hati manusia.
Hari ini keras…
Besok luluh.
Hari ini marah…
Besok rindu.
Islam memberi ruang berpikir.
Karena kadang yang kita butuhkan bukan perpisahan…
Tapi jeda.
Jangan cepat menyerah.
Rumah tangga bukan lomba siapa paling benar…
Tapi siapa paling sabar.
BAGIAN III
RAHASIA TAKWA DALAM RUMAH TANGGA
Ayat yang luar biasa:
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, Allah beri jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka.”
Jamaah…
Masalah rumah tangga itu pasti ada.
Tapi solusi utamanya bukan siapa yang menang debat.
Solusinya: takwa.
Kalau suami bertakwa…
dia tidak akan kasar.
Kalau istri bertakwa…
dia tidak akan meremehkan.
Kalau keduanya bertakwa…
rumah itu akan selamat.
Takwa itu bukan hanya shalat di masjid…
Tapi menahan suara ketika marah.
Takwa itu bukan hanya tilawah…
Tapi menahan ego ketika salah.
BAGIAN IV
ANAK & HARTA BISA JADI UJIAN
Allah berfirman:
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِن سَعَتِهِ
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah sesuai kemampuannya.”
Islam adil.
Yang kaya memberi sesuai kelapangan.
Yang sempit memberi sesuai kemampuan.
Allah tidak membebani di luar batas.
Banyak rumah tangga hancur bukan karena kurang harta…
Tapi karena kurang syukur.
Banyak istri tidak butuh kemewahan…
Tapi butuh perhatian.
Banyak suami tidak butuh pujian dunia…
Tapi butuh dihargai di rumah.
Rumah tangga itu bukan tentang kaya atau miskin…
Tapi tentang saling menjaga.
BAGIAN V
ALLAH MENGAWASI RUMAH KITA
Surah ini ditutup dengan:
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ... لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Allah menyebut tujuh langit…
Untuk apa?
Agar kita sadar…
Yang mengatur rumah kita adalah Tuhan yang menciptakan galaksi.
Tidak ada pertengkaran yang tidak Allah tahu.
Tidak ada air mata istri yang tidak Allah lihat.
Tidak ada usaha suami yang tidak Allah catat.
Tidak ada doa ibu di sepertiga malam yang tidak Allah dengar.
PENUTUP
Jamaah…
Kalau rumah tangga kita sedang baik…
Syukuri.
Kalau sedang diuji…
Bersabarlah.
Kalau sedang renggang…
Perbaiki sebelum terlambat.
Karena yang paling menyakitkan bukan perceraian…
Tapi perceraian tanpa takwa.
💧 DOA
اللهم يا الله…
Ya Rabb yang menggenggam hati kami…
Kami datang membawa keluarga kami…
Kami datang membawa rumah tangga kami…
Ya Allah…
Jika di antara kami ada suami yang keras…
Lembutkan hatinya.
Jika di antara kami ada istri yang lelah…
Kuatkan jiwanya.
Jika ada anak-anak yang mulai jauh dari agama…
Tarik mereka kembali ke jalan-Mu.
Ya Allah…
Satukan yang renggang…
Lembutkan yang kasar…
Tenangkan yang gelisah…
Ya Allah…
Jangan Engkau jadikan rumah kami seperti neraka kecil sebelum neraka yang sesungguhnya.
Jadikan rumah kami taman dari taman surga.
Ya Allah…
Jika ada yang sedang di ambang perceraian…
Turunkan ketenangan.
Jika masih ada kebaikan di antara mereka…
Satukan kembali.
Jika perpisahan lebih baik bagi agama mereka…
Pisahkan dengan cara yang Engkau ridai.
Ya Allah…
Ampuni dosa suami kami…
Ampuni dosa istri kami…
Ampuni kelalaian kami sebagai orang tua…
Jangan hukum keluarga kami karena dosa kami.
Ya Allah…
Lindungi anak-anak kami dari zina…
Lindungi dari narkoba…
Lindungi dari pergaulan rusak…
Lindungi dari akhlak yang buruk…
Ya Allah…
Jadikan anak-anak kami penyejuk mata.
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ
Ya Allah…
Jangan Engkau ambil pasangan kami sebelum Engkau perbaiki hubungan kami.
Jangan Engkau ambil anak kami sebelum Engkau perbaiki shalatnya.
Ya Allah…
Masukkan keluarga kami ke surga bersama-sama.
Jangan Engkau pisahkan kami di akhirat.
اجمعنا في ظل عرشك يوم لا ظل إلا ظلك…
Ya Allah…
Rumah kami kecil…
Tapi Engkau Maha Besar…
Masalah kami banyak…
Tapi rahmat-Mu lebih luas…
Tangisan kami lemah…
Tapi Engkau Maha Mendengar…
Terimalah doa kami…
آمين يا رب العالمين
Post a Comment