Sebelum Kubur Menyadarkanmu
Sebelum Kubur Menyadarkanmu
🎤 PEMBUKAAN
الحمد لله…
Jamaah…
Surah ini pendek.
Tapi ini bukan surah santai.
Ini tamparan keras dari langit.
Allah tidak memulai dengan pujian.
Allah memulai dengan hardikan.
📖 AYAT 1
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
“Telah melalaikan kalian perbuatan bermegah-megahan.”
Bukan sekadar sibuk.
Bukan sekadar kerja.
Tapi lalai.
🔎 Kata ألهاكم artinya:
Membuat lupa tujuan hidup.
Menurut Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim:
التفاخر بكثرة الأموال والأولاد
“Berbangga dengan banyaknya harta dan anak.”
Hari ini orang bangga:
- Rumah makin tinggi.
- Jabatan makin naik.
- Followers makin banyak.
Tapi tidak pernah bangga:
- Dosa makin berkurang.
- Tahajud makin rutin.
- Sedekah makin besar.
‼ Dunia bukan salah.
Yang salah: ketika dunia jadi Tuhan.
📖 AYAT 2
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
“Sampai kalian masuk ke kubur.”
Allah tidak bilang:
“Sampai kalian sadar.”
Tapi:
“Sampai kalian mati.”
Artinya: banyak orang sadar setelah terlambat.
Kuburan itu bukan tempat kunjungan.
Tapi Allah menyebutnya: “kalian berziarah.”
Kenapa?
Karena kubur itu cuma ruang tunggu.
Tujuan akhirnya: akhirat.
🔥 PUKULAN RETORIKA
Kita ini seperti orang yang sibuk dekorasi kamar hotel…
Padahal besok check-out.
Kita sibuk menghitung saldo…
Padahal malaikat sudah menghitung umur.
Kita sibuk menambah aset…
Padahal liang kubur cuma butuh 1×2 meter!
📖 AYAT 3–4
**كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ**
“Jangan begitu! Kelak kalian akan mengetahui!”
Pengulangan = ancaman.
Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jāmi’ li Ahkām al-Qur’an:
وعيد بعد وعيد
“Ancaman di atas ancaman.”
Pertama saat sakaratul maut.
Kedua saat dalam kubur.
Bayangkan…
Saat nyawa sampai tenggorokan…
Harta tidak bisa beli satu tarikan nafas.
📖 AYAT 5
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
“Seandainya kalian tahu dengan yakin…”
Masalah kita bukan tidak tahu.
Kita tahu mati.
Tapi merasa jauh.
Kita tahu kubur.
Tapi merasa nanti.
Kita tahu neraka.
Tapi merasa aman.
Itulah penyakit: merasa selamat tanpa taubat.
📖 AYAT 6–7
**لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ**
“Kalian pasti melihat neraka!”
Ini bukan kiasan.
Ini sumpah Allah.
Allah berfirman:
وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا
(QS. Maryam: 71)
“Tidak seorang pun kecuali akan mendatanginya.”
Bayangkan…
Api dunia saja membuat kita lari.
Neraka 70 kali lebih panas.
Rasulullah ﷺ bersabda:
نَارُكُمْ هَذِهِ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ
(HR. Bukhari no. 3265, Muslim no. 2843)
Api dunia hanya 1 dari 70 bagian neraka.
📖 AYAT 8 (PUNCAK)
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kalian pasti ditanya tentang nikmat.”
Nikmat apa?
Rasulullah ﷺ bersabda:
لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يُسأل عن أربع
(HR. Tirmidzi no. 2417)
Tentang:
- Umur untuk apa.
- Ilmu diamalkan atau tidak.
- Harta dari mana & ke mana.
- Tubuh untuk apa.
Setiap detik akan dihisab.
HP yang kita pegang…
Akan jadi saksi.
Mata yang melihat…
Akan bicara.
Allah berfirman:
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ
(QS. An-Nur: 24)
⚡ PENUTUP
Takāthur membuat lalai.
Kubur membangunkan.
Neraka memperlihatkan.
Nikmat dipertanyakan.
Jangan tunggu sakit untuk taubat.
Jangan tunggu sakarat untuk sadar.
Bangun sekarang.
Sebelum dibangunkan dengan paksa.
🌊DOA
اللهم يا الله…
Ya Allah…
Kami malu mengangkat tangan ini…
Tangan yang lebih sering menggenggam dunia
Daripada menggenggam tasbih…
Ya Allah…
Kami sibuk mengejar harta
Seolah kami akan hidup selamanya…
Padahal Engkau telah berfirman:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Ya Allah…
Kami lalai…
Kami lalai…
Kami lalai…
Ampuni kelalaian kami ya Rabb…
Ya Allah…
Betapa banyak waktu kami habis
Untuk hal yang tidak Engkau ridai…
Betapa banyak nikmat yang kami pakai
Untuk bermaksiat kepada-Mu…
Mata ini…
Engkau beri untuk melihat ayat-Mu…
Tapi kami pakai melihat yang haram…
Lisan ini…
Engkau beri untuk dzikir…
Tapi kami pakai untuk ghibah…
Hati ini…
Engkau ciptakan untuk cinta kepada-Mu…
Tapi kami isi dengan dunia…
Ya Allah… jangan Engkau hukum kami…
Ya Allah…
Saat kami masuk kubur nanti…
Tidak ada teman…
Tidak ada lampu…
Tidak ada keluarga…
Hanya amal…
Jika amal kami buruk…
Apa yang akan menerangi kubur kami ya Allah?
Ya Allah… lapangkan kubur kami…
Jadikan taman dari taman surga…
Ya Allah…
Kami takut melihat neraka-Mu…
Kami tidak kuat panasnya…
Jika api dunia saja membuat kami menjerit…
Bagaimana api Jahim-Mu?
Ya Allah…
Selamatkan kami dari neraka…
Selamatkan pasangan kami…
Selamatkan anak-anak kami…
Jangan Engkau jadikan keluarga kami bahan bakar neraka…
Ya Allah…
Saat Engkau tanya tentang nikmat…
Tentang umur kami…
Tentang waktu luang kami…
Tentang kesehatan kami…
Jangan Engkau jadikan jawaban kami sebagai hujjah yang memberatkan kami…
Jadikan setiap detik yang tersisa
Sebagai taubat yang tulus…
Ya Allah…
Bangunkan hati kami sebelum Engkau bangunkan kami dengan kematian…
Jika malam ini adalah malam terakhir kami…
Tutup dengan husnul khatimah…
Jika esok Engkau beri kami umur…
Jadikan lebih dekat kepada-Mu…
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا
وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا
وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
Ya Allah…
Jangan Engkau ambil nyawa kami
Kecuali dalam keadaan Engkau ridha kepada kami…
آمين يا رب العالمين
Post a Comment