Hikmah Besar Syariat dalam Keluarga


Hikmah Besar Syariat dalam Keluarga

Tafsir QS Al-Baqarah 242


1. Penutup Rangkaian Ayat Keluarga

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲

Jika kita membaca rangkaian ayat sebelumnya dalam Surah Al-Baqarah…

Allah telah berbicara panjang tentang kehidupan keluarga manusia.

Allah berbicara tentang:

  • pernikahan
  • talak
  • rujuk
  • masa iddah
  • hak suami dan istri
  • hak anak
  • hak perempuan
  • hak janda
  • bahkan akhlak ketika perpisahan terjadi.

Semua itu dijelaskan dengan sangat rinci oleh Al-Qur’an.

Lalu Allah menutup seluruh rangkaian hukum itu dengan satu ayat yang sangat dalam.

Allah berfirman:

ÙƒَذَٰÙ„ِÙƒَ ÙŠُبَÙŠِّÙ†ُ اللَّÙ‡ُ Ù„َÙƒُÙ…ْ آيَاتِÙ‡ِ
Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَعْÙ‚ِÙ„ُونَ

“Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian menggunakan akal.”

(QS Al-Baqarah:242)


2. Islam Bukan Hanya Hukum

Saudara-saudaraku…

Ayat ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting.

Syariat Islam bukan hanya kumpulan hukum.

Syariat adalah hikmah ilahi.

Setiap hukum yang Allah turunkan memiliki tujuan yang sangat dalam.

Allah tidak menurunkan aturan tanpa alasan.


3. Mengapa Pernikahan Diatur?

Mengapa Islam mengatur pernikahan?

Agar manusia hidup dalam ketenangan.

Agar hubungan laki-laki dan perempuan tidak berubah menjadi kekacauan.

Agar anak-anak lahir dalam keluarga yang terjaga.


4. Mengapa Perceraian Diatur?

Mengapa Islam mengatur perceraian dengan sangat rinci?

Karena perceraian adalah peristiwa yang menyakitkan.

Jika tidak diatur…

maka manusia akan saling menzalimi.

Namun syariat datang menjaga keadilan.


5. Mengapa Hak Perempuan Dijaga?

Saudara-saudaraku…

dalam banyak ayat keluarga ini, kita melihat sesuatu yang sangat jelas.

Islam sangat menjaga kehormatan perempuan.

Perempuan tidak boleh dizalimi.

Tidak boleh ditahan hanya untuk disakiti.

Tidak boleh dihalangi untuk membangun kehidupan baru.

Ini menunjukkan keindahan syariat Islam.


6. Syariat Mengajarkan Akhlak

Yang luar biasa adalah bahwa Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hukum.

Al-Qur’an juga berbicara tentang akhlak.

Tentang memaafkan.

Tentang berbuat baik.

Tentang menjaga kehormatan orang lain.

Bahkan ketika hubungan manusia berakhir.


7. Agar Manusia Menggunakan Akal

Allah menutup semua ini dengan kalimat:

Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَعْÙ‚ِÙ„ُونَ

“Agar kalian menggunakan akal.”

Artinya manusia harus merenungkan semua hukum ini.

Karena jika manusia benar-benar memikirkan syariat Islam…

mereka akan melihat bahwa semua aturan ini penuh dengan hikmah.


8. Jika Manusia Mengikuti Syariat

Bayangkan jika seluruh manusia mengikuti hukum keluarga dalam Al-Qur’an.

Tidak ada perempuan yang dizalimi.

Tidak ada anak yang ditelantarkan.

Tidak ada perceraian yang dipenuhi kebencian.

Kehidupan keluarga akan penuh dengan keadilan dan kasih sayang.


9. Renungan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Masalah dalam keluarga manusia hari ini bukan karena syariat Islam terlalu keras.

Masalahnya adalah manusia jauh dari syariat.

Ketika manusia meninggalkan petunjuk Allah…

kehidupan mereka menjadi penuh kekacauan.

Namun ketika manusia kembali kepada Al-Qur’an…

kehidupan mereka akan menemukan keseimbangan.


10. Penutup 

Saudara-saudaraku…

Allah tidak menurunkan ayat-ayat ini hanya untuk dibaca.

Allah menurunkannya untuk dihidupkan dalam kehidupan manusia.

Dalam rumah tangga.

Dalam keluarga.

Dalam cara kita memperlakukan pasangan kita.

Karena keluarga yang mengikuti petunjuk Allah…

akan menjadi keluarga yang penuh rahmat.


Doa 

Ya Allah…

jadikan keluarga kami keluarga yang Engkau berkahi.

Ya Allah…

jadikan rumah tangga kami rumah tangga yang penuh ketenangan.

Ya Allah…

jauhkan kami dari kezaliman dalam keluarga kami.

Dan jadikan kami orang-orang yang memahami hikmah ayat-ayat-Mu.

آمين يا رب العالمين 🤲



Tidak ada komentar