SHALAT TARAWIH & QIYĀM RAMADHAN
SHALAT TARAWIH & QIYĀM RAMADHAN
Antara Keutamaan, Jumlah Rakaat, dan Kekhusyukan
1️⃣ KEUTAMAAN SHALAT MALAM DI BULAN RAMADHAN
Ramadhan bukan hanya bulan puasa,
tetapi bulan qiyām, bulan shalat malam, bulan berdiri lama di hadapan Allah.
📖 Dalil dari Sunnah Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Barangsiapa mendirikan shalat malam bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala shalat semalam suntuk.”
📚 HR. Abu Dāwud, At-Tirmidzi, An-Nasā’i, Ibnu Mājah – sanad shahih
📖 Rujukan:
📚 Majālisu Syahri Ramadhān – Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hlm. 26–30
📌 Catatan penting:
➡️ Walau shalat hanya satu jam,
➡️ tapi pahalanya dicatat semalam suntuk.
😄
Jamaah sering bertanya:
“Ustadz, ini betul pahalanya semalam penuh?”
Betul.
Bukan pulsa semalam,
tapi pahala semalam suntuk 😄
2️⃣ TARAWIH ADALAH SUNNAH MUAKKADAH
Shalat tarawih hukumnya sunah muakkadah,
dan lebih utama dilakukan berjamaah.
📖 Dalil Sunnah
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
📚 HR. Al-Bukhari dan Muslim
📚 Imam An-Nawawi رحمه الله berkata:
“Hadits ini adalah dalil keutamaan shalat tarawih berjamaah.”
📖 (Syarh Shahih Muslim)
😄
Bukan iman karena imamnya merdu,
bukan ihtisab karena ingin cepat pulang 😄
tapi karena Allah.
3️⃣ PRAKTIK PARA SAHABAT
Shalat tarawih berjamaah sudah masyhur di kalangan sahabat.
📖 Atsar Shahabat
Sayyidina Umar bin Khattab رضي الله عنه berkata:
نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ
“Sebaik-baik bid’ah adalah ini.”
📚 HR. Al-Bukhari
📚 Ibnu Rajab رحمه الله menjelaskan:
“Yang dimaksud bid’ah di sini adalah bid’ah secara bahasa, bukan bid’ah syar’i.”
📖 (Jāmi‘ul ‘Ulūm wal Ḥikam)
😄
Kalau Umar bilang “ni‘matul bid‘ah”,
berarti bukan bid’ah sesat.
4️⃣ JUMLAH RAKAAT TARAWIH — LUAS & TOLERAN
🔹 Tidak Ada Batasan Pasti
Shalat tarawih tidak dibatasi jumlah rakaat tertentu.
➡️ 11 rakaat
➡️ 13 rakaat
➡️ 20 rakaat
➡️ 36 rakaat
➡️ atau lebih
Semuanya boleh dan sah.
📚 Imam Ahmad رحمه الله:
“Jumlah rakaat tarawih tidak dibatasi.”
📖 (Al-Mughni, Ibnu Qudamah)
📚 Syaikh Ibnu Taimiyah رحمه الله:
“Boleh sedikit rakaat dengan bacaan panjang, atau banyak rakaat dengan bacaan pendek.”
📖 (Majmū‘ Fatāwā)
😄
Yang penting bukan berapa rakaat,
tapi berapa ayat yang masuk ke hati.
5️⃣ YANG LEBIH UTAMA: 11 RAKAAT
Meski jumlah rakaat fleksibel,
banyak ulama memandang 11 rakaat lebih afdhal.
📖 Hadits Aisyah رضي الله عنها
مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
“Rasulullah ﷺ tidak pernah menambah shalat malam, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lainnya, lebih dari sebelas rakaat.”
📚 HR. Al-Bukhari dan An-Nasā’i
📚 Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله:
“Yang paling mendekati sunnah Nabi adalah 11 rakaat dengan bacaan yang tenang.”
📖 (Majālisu Syahri Ramadhān)
😄
Sebelas rakaat tapi khusyuk,
lebih baik daripada dua puluh tapi sambil mikir:
“Masih lama ya?” 😄
6️⃣ TARAWIH ITU BUKAN LOMBA KECEPATAN
Shalat tarawih dituntut khusyuk dan tuma’ninah.
📖 Dalil Al-Qur’an
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu yang khusyuk dalam shalatnya.”
📖 QS. Al-Mu’minūn: 1–2
📚 Ibnul Qayyim رحمه الله:
“Shalat tanpa tuma’ninah seperti tubuh tanpa ruh.”
📖 (Ash-Shalāh)
😄
Kalau imamnya cepat,
makmum belum rukuk sudah sujud,
itu bukan tarawih…
itu tarawih kilat edisi Ramadhan 😄
7️⃣ INTI TARAWIH: HATI, BUKAN HITUNGAN
📌 Tarawih bukan ajang debat
📌 Bukan ajang saling menyalahkan
📌 Tapi ajang mendekatkan diri kepada Allah
📚 Imam Malik رحمه الله:
“Perkara ini luas, jangan dipersempit.”
📖 (Al-Mudawwanah)
😄
Kalau beda rakaat langsung ribut,
nanti di surga bingung:
“Lho, kok bisa masuk?” 😄
8️⃣ PENUTUP
Mari kita hidupkan Ramadhan dengan:
✔️ Shalat malam
✔️ Ikhlas
✔️ Tenang
✔️ Khusyuk
✔️ Mengikuti imam sampai selesai
Karena satu malam bersama imam,
nilainya semalam suntuk di sisi Allah.
📚 DAFTAR RUJUKAN KITAB
- Majālisu Syahri Ramadhān – Syaikh Ibnu ‘Utsaimin
- Shahih Al-Bukhari
- Shahih Muslim
- Al-Mughni – Ibnu Qudamah
- Majmū‘ Fatāwā – Ibnu Taimiyah
- Jāmi‘ul ‘Ulūm wal Ḥikam – Ibnu Rajab
- Syarh Shahih Muslim – An-Nawawi
Post a Comment