Silaturrahim: Jalan Panjang Menuju Surga dan Keberkahan Hidup

Silaturrahim: Jalan Panjang Menuju Surga dan Keberkahan Hidup

Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Alḥamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn, waṣ-ṣalātu was-salāmu ‘alā asyrafil anbiyā’ wal mursalin, Sayyidinā Muḥammad ﷺ, wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.


I. Makna dan Hakikat Silaturrahim

Kata rahim berasal dari akar kata yang sama dengan salah satu nama Allah, yaitu Ar-Raḥmān. Hal ini ditegaskan dalam hadis qudsi:

📖 Hadis Qudsi tentang Rahim

Rasulullah ﷺ bersabda:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَنَا اللهُ وَأَنَا الرَّحْمٰنُ، خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا قَطَعْتُهُ

"Allah Ta‘ala berfirman: Aku adalah Allah dan Aku Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilkan untuknya nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya, Aku menyambungnya. Barangsiapa memutuskannya, Aku memutuskannya."
— HR. Abu Dawud, Tirmidzi

📚 Disebutkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan At-Tirmidzi dan dinilai shahih.

✍️ Ulasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa agungnya perkara silaturrahim, karena disandarkan langsung pada nama Allah.


II. Dalil Al-Qur'an Tentang Perintah Silaturrahim

📖 QS An-Nisa: 1

وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

📚 Tafsir Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil ‘Azhim menyebutkan bahwa ayat ini menunjukkan wajibnya menjaga hubungan rahim dan haramnya memutusnya.


📖 QS Muhammad: 22–23

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka serta dibutakan-Nya penglihatan mereka.”

📚 Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an menyebutkan: ini ancaman keras bahwa memutus silaturrahim termasuk dosa besar (kabāir).


III. Keutamaan Silaturrahim dalam Sunnah

1️⃣ Dilapangkan Rezeki dan Dipanjangkan Umur

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturrahim.”
— HR. Bukhari dan Muslim

📚 Disebut dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

✍️ Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan:

  • Umur panjang bisa bermakna hakiki (benar-benar ditambah)
  • Bisa juga bermakna keberkahan dalam umur

2️⃣ Jalan Masuk Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعْبُدُ اللهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturrahim.”
— HR. Bukhari dan Muslim

Silaturrahim disebut sejajar dengan shalat dan zakat!


3️⃣ Bukan Sekadar Balas Jasa

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ وَلٰكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

“Orang yang menyambung bukanlah yang membalas, tetapi yang menyambung ketika diputus.”
— HR. Bukhari

📚 Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini derajat tertinggi dalam silaturrahim.


IV. Ancaman Memutus Silaturrahim

❌ Tidak Masuk Surga

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturrahim.”
— HR. Muslim

📚 Imam An-Nawawi menjelaskan: maksudnya tidak masuk surga tanpa hisab atau disiksa terlebih dahulu.


❌ Amal Tidak Diterima

إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلَا يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ

“Amal manusia diperlihatkan setiap Kamis malam Jum’at, dan tidak diterima amal orang yang memutus silaturrahim.”
— HR. Ahmad


V. Komentar Ulama Tentang Dosa Memutus Rahim

Imam Adz-Dzahabi dalam Al-Kabair memasukkan qathi’ur rahim sebagai dosa besar nomor penting.

Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ al-Fatawa menegaskan:

Memutus silaturrahim termasuk sebab utama rusaknya masyarakat dan hilangnya keberkahan.


VI. Humor Segar (Biar Jamaah Melek Lagi 😄)

Kadang ada orang bilang:

“Ustadz, saya sudah silaturrahim kok! Saya sudah save nomor om saya di HP!”

Save nomor bukan silaturrahim… itu baru backup data 🤣

Ada juga yang bilang: “Saya nggak datang ke rumah saudara, tapi saya doakan dari jauh.”

Ditanya: “Doanya apa?” “Ya Allah, jauhkan aku dari dia…” 😆

Itu bukan silaturrahim… itu silat tarik diri!

Silaturrahim itu bukan cuma kirim stiker “Assalamualaikum” di grup WA keluarga lalu mute notifikasi setahun penuh 😄


VII. Praktik Nyata Silaturrahim

✔ Menjenguk yang sakit
✔ Membantu yang kesulitan
✔ Memberi hadiah
✔ Memaafkan kesalahan
✔ Tetap baik walau disakiti

Rasulullah ﷺ bersabda:

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَاعْفُ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

“Sambunglah orang yang memutusmu, beri kepada yang tidak memberimu, dan maafkan yang menzalimimu.”
— HR. Ahmad


VIII. Penutup Renungan

Silaturrahim adalah:

  • Bukti iman
  • Tanda takwa
  • Jalan surga
  • Pembuka rezeki
  • Penarik rahmat
  • Penghapus dosa

Sebaliknya, memutusnya adalah:

  • Dosa besar
  • Penghalang doa
  • Penyebab laknat
  • Penghapus keberkahan

🌿 Pesan Terakhir

Saudaraku…

Kalau hari ini masih ada saudara yang belum kita sapa… Kalau masih ada keluarga yang kita jauhi karena ego… Kalau masih ada nomor yang kita blokir karena sakit hati…

Maka mungkin rezeki kita seret bukan karena kurang usaha, tapi karena ada rahim yang kita putus.

Jangan tunggu kematian datang. Kadang kita ingin silaturrahim… tapi sudah terlambat — tinggal nisan dan doa.

Semoga Allah menjadikan kita hamba yang menyambung rahim, dan menyambungkan kita dengan rahmat-Nya di dunia dan akhirat.

Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.

Tidak ada komentar