Sudah Dipastikan Kalah… Mengapa Masih Menantang?

“Sudah Dipastikan Kalah… Mengapa Masih Menantang?”

Tadabbur Al-Qur'an Surah Al-Baqarah Ayat 24


BAGIAN 1 — PEMBUKAAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Hadirin yang dimuliakan Allah…

Pernahkah kita menyadari…

Bahwa ada satu tantangan di muka bumi ini
yang sudah dipastikan gagal…
sebelum manusia mencobanya?

Allah berfirman:

فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ

“Jika kamu tidak mampu membuatnya — dan pasti kamu tidak akan mampu membuatnya — maka takutlah pada api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu; yang disediakan bagi orang-orang kafir.”

“Allan taf’alu…”

Dan kalian tidak akan pernah mampu.

Ini bukan dugaan.

Ini bukan debat.

Ini kepastian dari Rabb semesta alam.


BAGIAN 2 — TANTANGAN YANG MEMBUKA TABIR KEANGKUHAN

Saudaraku…

Allah sebelumnya menantang:

فَأْتُوا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ

“Datangkan satu surah saja.”

Satu surah.

Bukan satu mushaf.
Bukan satu juz.
Satu surah.

Lalu Allah tegaskan lagi dalam Surah Al-Isra’ ayat 88:

لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا

“Mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya walau saling membantu.”

Bayangkan…

Semua profesor bahasa.
Semua sastrawan dunia.
Semua AI tercanggih.
Semua jin dan manusia.

Gabung.

Tetap gagal.

Kenapa?

Karena ini bukan produk otak.

Ini kalamullah.


BAGIAN 3 — NAIK EMOSI: MASALAHNYA BUKAN TAK MAMPU, TAPI SOMBONG 

Hadirin…

Orang Quraisy bukan bodoh.

Mereka ahli sastra.

Tokoh seperti Al-Walid ibn al-Mughirah mendengar Qur’an dan berkata:

“Ini bukan perkataan manusia.”

Dia tahu.

Tapi kenapa tidak beriman?

Karena gengsi.

Karena ego.

Karena status sosial lebih penting dari kebenaran.

Dan itu penyakit yang masih hidup hari ini.

Ada orang tahu shalat itu wajib.

Tapi berkata, “Nanti saja.”

Ada yang tahu riba itu haram.

Tapi berkata, “Zaman sekarang beda.”

Masalahnya bukan kurang bukti.

Masalahnya hati keras.


BAGIAN 4 — PERUBAHAN NADA: DARI TANTANGAN KE ANCAMAN 

Allah berfirman:

فَاتَّقُوا النَّارَ

“Maka takutlah pada neraka.”

Tiba-tiba diskusi ilmiah berubah jadi ancaman akhirat.

Kenapa?

Karena setelah bukti jelas…
tidak ada alasan lagi.

Kalau sudah tahu Qur’an benar…
tapi tetap menolak…

Maka konsekuensinya nyata.


BAGIAN 5 — TURUN EMOSI: NERAKA YANG BAHAN BAKARNYA MANUSIA

وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Bahan bakarnya manusia.

Bukan kayu.
Bukan minyak.

Manusia.

Bayangkan…

Di dunia kita takut api kecil.

Kena knalpot motor saja refleks.

Api dunia saja kita tak kuat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Api kalian ini hanya satu dari tujuh puluh bagian api Jahannam.”
(HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Kalau api dunia 1000 derajat…
Jahannam 70 kali lipat.

Dan bahan bakarnya… manusia.

Na’udzubillah.


BAGIAN 6 — PUNCAK EMOSI: APAKAH KITA MERASA AMAN? 

Hadirin…

Ayat ini bukan untuk orang kafir saja.

Ini untuk kita.

Karena siapa pun yang meremehkan Qur’an…
siapa pun yang mengabaikan perintahnya…

sedang berjalan ke arah yang sama.

Allah sudah pastikan manusia tak mampu meniru Qur’an.

Pertanyaannya…

Sudahkah kita tunduk kepada Qur’an?

Atau kita cuma bangga punya mushaf di rumah
tapi jarang dibuka?

Sudahkah Qur’an mengubah akhlak kita?

Atau hanya jadi hiasan rak?


BAGIAN 7 — REFLEKSI DALAM 

Bayangkan…

Jika malam ini adalah malam terakhir kita.

Jika besok kita dibangkitkan.

Jika ayat ini menjadi saksi.

“Dan kalian tidak akan pernah mampu…”

Apakah kita termasuk yang tunduk?

Atau yang menantang diam-diam dengan maksiat?

Hadirin…

Yang membuat seseorang masuk neraka bukan karena tidak pintar.

Tapi karena sombong.

Iblis tahu Allah ada.

Tapi ia sombong.


PENUTUP CERAMAH 

Mari kita bertanya pada diri sendiri:

Jika satu ayat saja manusia tak mampu membuatnya…

Mengapa kita berani melawannya?

Jika satu surah saja tak mampu ditiru…

Mengapa kita meremehkan isinya?

Semoga Allah lembutkan hati kita.


DOA

Ya Allah…

Ya Rabb yang menurunkan Al-Qur’an…

Kami lemah.

Kami tahu ini firman-Mu.

Kami tahu ini bukan perkataan manusia.

Tapi hati kami sering lalai.

Ya Allah…

Jangan Engkau jadikan kami orang yang tahu kebenaran
tapi menundanya.

Jangan Engkau jadikan kami seperti mereka
yang Engkau katakan:

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ

“Allah telah mengunci hati mereka.”

Ya Allah…

Jangan kunci hati kami.

Jangan Engkau jadikan kami bahan bakar neraka.

Ya Allah…

Api dunia saja kami tak kuat.

Bagaimana mungkin kami tahan api-Mu?

Ya Allah…

Jika kami banyak dosa…

Ampuni.

Jika kami banyak lalai…

Bangunkan.

Jika kami keras hati…

Lunakkan.

Ya Allah…

Jadikan Al-Qur’an cahaya di kubur kami.

Jadikan ia pembela di hari kiamat.

Jangan Engkau jadikan ia hujjah yang memberatkan kami.

Ya Allah…

Selamatkan anak-anak kami.

Selamatkan pasangan kami.

Selamatkan orang tua kami.

Jauhkan keluarga kami dari neraka
yang bahan bakarnya manusia dan batu.

Ya Allah…

Jika Engkau tak ampuni kami…
kami binasa.

Jika Engkau tak rahmati kami…
kami celaka.

Ya Allah…

Masukkan kami ke dalam surga-Mu
tanpa hisab
tanpa azab.

Terima taubat kami.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin…



Tidak ada komentar