Ketika Kiamat Datang, Kita di Golongan Mana?


“Ketika Kiamat Datang, Kita di Golongan Mana?”
(Tafsir QS Al-Wāqi‘ah: Tertawa di Dunia, Menangis di Akhirat)
PEMBUKAAN

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh…

Alḥamdulillāh… Segala puji bagi Allah yang kalau kiamat datang, tidak bisa diundur meski cuma 5 menit. Shalawat dan salam untuk Nabi Muhammad ﷺ.

Jamaah… di dunia kita sering bilang: “Nanti saja tobatnya.” Tapi Al-Qur’an membuka surat ini dengan satu kalimat pendek yang bikin lutut lemas:

KIAMAT PASTI TERJADI

إِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ – لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ – خَافِضَةٌ رَافِعَةٌ

“Apabila kiamat terjadi. Tidak seorang pun dapat mendustakannya. Ia merendahkan dan meninggikan.” (QS. Al-Wāqi‘ah: 1–3)

Tafsir: Ibnu Katsir menjelaskan, kiamat akan merendahkan orang sombong dan meninggikan orang yang tawadhu. (Tafsir Ibnu Katsir)

Humor mimbar: Di dunia… yang naik derajat sering yang punya jabatan. Di akhirat… yang naik derajat adalah yang punya sujud panjang.

AYAT 4–6: HANCURNYA ALAM SEMESTA

إِذَا رُجَّتِ الْأَرْضُ رَجًّا – وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا – فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنْبَثًّا

“Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya, gunung dihancurkan, lalu menjadi debu beterbangan.”

Ulama: Al-Qurthubi menyebutkan, gunung yang kita banggakan hari ini akan seperti debu di udara. (Al-Jāmi‘ li Aḥkām al-Qur’ān)

Renungan: Kalau gunung saja hancur… kita yang beratnya cuma 60 kilo ini apa kabar?

MANUSIA JADI 3 GOLONGAN

وَكُنتُمْ أَزْوَاجًا ثَلَاثَةً

Manusia dibagi tiga:
1. Ashḥābul Yamin – golongan kanan
2. Ashḥābusy Syimāl – golongan kiri
3. As-Sābiqūn – yang paling dahulu

Hadis pendukung: Rasulullah ﷺ bersabda: "سَبَقَ المُفَرِّدُونَ" “Orang-orang yang menyendiri (dalam dzikir) itulah yang paling dahulu.” (HR. Muslim)

Humor: Di dunia lomba siapa cepat kaya. Di akhirat… lomba siapa cepat taat.

AS-SĀBIQŪN

Mereka itulah orang-orang yang didekatkan, di surga penuh kenikmatan.

Catatan ulama: Imam An-Nawawi: As-sābiqūn adalah mereka yang cepat dalam iman, taat, dan taubat. (Syarḥ Muslim)

NIKMAT SURGA

Dipan emas, pelayan muda, minuman surga tanpa mabuk, buah pilihan, daging burung sesuai selera.

Humor: Di dunia… minum kopi saja deg-degan. Di surga… minum khamar tapi tidak pusing, tidak dosa, tidak ditilang.

HUR ‘AIN & SALAM

Bidadari seperti mutiara tersimpan. Tidak ada kata kotor, yang terdengar hanya: “Salām… Salām…”

Renungan: Kalau di dunia rumah tangga ribut karena kata-kata… di surga, isinya cuma salam.

ASHḤĀBUL YAMĪN

Bidara tanpa duri, pisang bersusun, naungan abadi.

Ulama: Al-Baghawi: ini balasan bagi orang yang imannya biasa tapi istiqamah. (Ma‘ālim at-Tanzīl)

PENUTUP 

Ya Allah… jika hari ini kami belum jadi As-Sābiqūn… Jangan jadikan kami Ashḥābusy Syimāl… Masukkan kami minimal Ashḥābul Yamin…

Ya Allah… jangan jadikan Al-Wāqi‘ah hanya kami baca… Tapi jadikan ia peringatan sebelum Wāqi‘ah itu benar-benar datang.

Aamiin…

Tidak ada komentar