TUJUAN PUASA. (Menyucikan Jiwa, Menundukkan Nafsu, dan Menghidupkan Hati)
TUJUAN PUASA
Menyucikan Jiwa, Menundukkan Nafsu, dan Menghidupkan Hati
1️⃣ PUASA UNTUK MENUNDUKKAN NAFSU, BUKAN SEKADAR MENAHAN LAPAR
Allah Ta‘ālā berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)
📌 Catatan penting:
Allah tidak mengatakan “agar kalian kurus”,
tidak pula “agar kalian sehat” (meski itu bonus),
tetapi “agar kalian bertakwa.”
📖 Ulasan Ulama
Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Tujuan puasa adalah menahan jiwa dari hawa nafsu, membiasakan jiwa tunduk kepada kebenaran, dan melemahkan kekuatan syahwat.”
(Lihat: Zaadul Ma‘ād, 2/27)
😄 Humor reflektif:
Ada orang puasanya sukses,
tapi nafsunya tetap jadi direktur utama.
2️⃣ PUASA MEMATAHKAN SYAHWAT & MENGARAHKAN KEBAHAGIAAN SEJATI
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barang siapa mampu menikah maka menikahlah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu benteng baginya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
📌 Makna besar:
Puasa itu bukan menyiksa,
tapi mengarahkan nafsu agar manusia mencari kebahagiaan yang lebih tinggi:
👉 ridha Allah dan kehidupan akhirat.
😄 Humor halus:
Nafsu itu seperti anak kecil,
kalau dituruti terus, makin minta mainan.
3️⃣ PUASA MENGHIDUPKAN EMPATI & KEPEKAAN SOSIAL
Rasulullah ﷺ adalah orang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan di bulan Ramadhan.
(HR. Bukhari dan Muslim)
📖 Penjelasan Ibnu Rajab رحمه الله Beliau berkata:
“Puasa membuat orang kaya merasakan lapar, sehingga ia ingat keadaan orang miskin, lalu tergerak untuk berbelas kasih dan menolong.”
(Lathā’iful Ma‘ārif, hlm. 163–165)
😄 Humor nyentil:
Sebelum puasa: nasi sisa dibuang.
Saat puasa: nasi basi pun terasa nikmat.
4️⃣ PUASA MENYEMPITKAN JALAN SETAN
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ، فَضَيِّقُوا مَجَارِيَهُ بِالصِّيَامِ
“Sesungguhnya setan berjalan dalam diri anak Adam melalui aliran darah, maka sempitkanlah jalannya dengan puasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim – makna)
📌 Makna tarbiyah:
- Banyak makan → darah lancar → setan betah
- Menahan makan → setan megap-megap 😄
😄 Humor aman:
Setan itu bukan takut doa panjang,
tapi takut perut kosong.
5️⃣ PUASA: IBADAH PALING IKHLAS, RAHASIA ANTARA HAMBA & ALLAH
Allah berfirman dalam hadits qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Ia adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
📌 Keistimewaan puasa:
- Shalat bisa dilihat
- Sedekah bisa diketahui
- Puasa? Hanya Allah yang tahu hakikatnya
📖 Penjelasan Imam Al-Qurthubi رحمه الله
“Puasa adalah ibadah tersembunyi, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Karena itu balasannya pun tanpa batas.”
(Tafsir Al-Qurthubi, 2/276)
😄 Humor cerdas:
Puasa itu anti-pamer,
karena yang tahu cuma Allah…
kecuali kalau tiap jam update status: ‘Lagi puasa nih.’
6️⃣ PUASA MENYIAPKAN KEHIDUPAN ABADI
Allah berfirman:
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Dan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.”
(QS. Al-A‘lā: 17)
Puasa melatih kita:
- meninggalkan yang halal sementara
- agar kuat meninggalkan yang haram selamanya
📖 Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:
“Puasa adalah latihan meninggalkan yang dicintai demi yang lebih dicintai.”
(Madarijus Salikin, 2/68)
😄 Humor penutup materi:
Orang kuat itu bukan yang kuat makannya,
tapi yang kuat meninggalkannya karena Allah.
📚 KITAB RUJUKAN UTAMA
- Zaadul Ma‘ād – Ibnul Qayyim
- Lathā’iful Ma‘ārif – Ibnu Rajab Al-Hanbali
- Tafsir Al-Qurthubi
- Fathul Bāri – Ibnu Hajar
- Syarh Shahih Muslim – Imam An-Nawawi
Post a Comment