YATIM, HARTA, DAN NERAKA YANG KITA MAKAN DI RUMAH SENDIRI

“YATIM, HARTA, DAN NERAKA YANG KITA MAKAN DI RUMAH SENDIRI”


🔹 PEMBUKAAN 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah…
Segala puji bagi Allah yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad ﷺ,
keluarganya, sahabatnya, dan siapa saja yang mengikuti jalannya sampai hari kiamat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Hari ini kita tidak sedang bicara tentang orang lain.
Kita sedang bicara tentang rumah kita sendiri.
Tentang meja makan kita.
Tentang uang yang kita pegang.
Tentang anak-anak yatim yang Allah titipkan di sekitar kita.

Karena Islam tidak menilai lembutnya suara kita di mimbar,
tapi lembut atau kerasnya tangan kita kepada yatim.


🔹 BAGIAN I: ISLAM DIUJI DARI YATIM 

Allah Ta’ala berfirman:

فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ

“Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”
📖 (QS. Adh-Dhuha: 9)

Para ulama tafsir seperti Imam Al-Qurthubi menjelaskan:

Qahr bukan hanya memukul.
Mengabaikan, merendahkan, menunda haknya, memanfaatkan hartanya—itu semua qahr.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ»

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini.”
(lalu beliau merapatkan dua jari)
📚 HR. Bukhari

👉 Bukan “dekat”,
👉 bukan “sekampung”,
👉 tapi SEDEKAT DUA JARI.

Tapi perhatikan…
Kalau ganjarannya setinggi itu,
maka dosanya juga sedalam itu.


🔹 BAGIAN II: DOSA HARTA YATIM

Allah Ta’ala berfirman dengan ancaman paling mengerikan:

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا
إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim,
sebenarnya mereka memasukkan api neraka ke dalam perut mereka.”

📖 (QS. An-Nisa: 10)

Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata:

“Mereka akan datang di hari kiamat, perutnya menyala-nyala seperti tungku api.”
📚 Tafsir Ibnu Katsir

💥 Ini bukan kiasan. Ini hakikat.

Uang itu kelihatan rupiah,
tapi di sisi Allah itu API.

Rumah yang dibangun dari harta yatim,
mobil dari harta yatim,
makanan dari harta yatim…

ITU BUKAN NIKMAT — ITU BOM WAKTU.


🔹 BAGIAN III: LEMBUTKAN HATI

Seorang sahabat datang mengadu kepada Nabi ﷺ:

“Wahai Rasulullah, hatiku keras.”

Rasulullah ﷺ menjawab:

«امْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ وَأَطْعِمْهُ»

“Usaplah kepala anak yatim, dan berilah ia makan.”
📚 HR. Ahmad

💧 Bukan zikir panjang dulu.
💧 Bukan wirid ribuan dulu.
👉 Sentuh yatim.

Dalam riwayat yang dibacakan para ulama salaf:

“Jika yatim menangis karena dipukul, Arsy bergetar.”

Arsy Allah.
Bukan kursi,
bukan langit,
ARSY.


🔹 HUMOR :

Jamaah sekalian…

Kita ini sering takut sama CCTV,
takut sama KPK,
takut sama audit.

Tapi anehnya…
tidak takut pada Allah yang mencatat setiap rupiah.

Kalau dompet kita bisa bicara,
mungkin dia sudah istighfar duluan. 😅


🔹 BAGIAN IV: RUMAH DENGAN YATIM 

Rasulullah ﷺ bersabda:

«خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ»

“Sebaik-baik rumah kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang dimuliakan.”
📚 HR. Ibnu Majah

Dan…

«وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ»

Bukan rumah kecil atau besar.
Bukan lantai tanah atau marmer.
👉 Nilainya ditentukan oleh sikap kepada yatim.


🤲 DOA

Allahumma ya Allah…

Kami datang kepada-Mu
dengan tangan kosong
dan hati penuh dosa…

Ya Allah…
berapa banyak harta yang masuk ke rumah kami
tanpa kami pastikan halal dan haknya…

Ya Allah…
jika ada satu rupiah saja harta yatim
yang pernah kami ambil, kami tunda, kami zalimi
maka kami mohon…
ampuni kami sebelum Engkau hisab kami…

Ya Allah…
jangan Engkau jadikan harta kami
api yang membakar perut kami di akhirat…

Ya Allah…
lembutkan hati kami dengan kasih sayang kepada yatim…
jadikan tangan kami tangan yang mengusap,
bukan tangan yang menekan…

Ya Allah…
jika ada yatim yang pernah menangis karena kami,
maka bahagiakanlah dia,
dan ampuni kami sebelum Arsy-Mu bersaksi atas dosa kami…

Ya Allah…
jadikan kami dan anak-anak kami
termasuk orang yang bersama Nabi-Mu di surga
karena memuliakan yatim…

Rabbana taqabbal minna…
innaka Antas Sami’ul ‘Alim…

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.



Tidak ada komentar