Bahaya Memperjualbelikan Agama
CERAMAH TAFSIR
“Bahaya Memperjualbelikan Agama”
1. Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Di antara dosa paling besar dalam agama adalah:
berdusta atas nama Allah.
Bukan sekadar berdusta kepada manusia.
Tetapi mengatasnamakan Allah untuk kepentingan dunia.
Inilah yang dikecam keras dalam Al-Qur’an.
2. Ayat yang Dibahas
Allah berfirman:
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ فَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا كَتَبَتْ اَيْدِيْهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُوْنَ
“Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri kemudian berkata: ‘Ini dari Allah’, untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit. Maka celakalah mereka karena apa yang ditulis tangan mereka dan celakalah mereka karena apa yang mereka usahakan.”
(QS Al-Baqarah: 79)
3. Makna Kata “وَيْلٌ”
Para ulama menjelaskan kata وَيْلٌ (wail) adalah ancaman yang sangat keras.
Tafsir Ibnu Katsir
Dalam kitab:
تفسير القرآن العظيم
Ibnu Katsir mengatakan:
الويل الهلاك والدمار
“Wail berarti kebinasaan dan kehancuran.”
Sebagian ulama juga mengatakan:
wail adalah nama lembah di neraka.
4. Siapa yang Dimaksud Ayat Ini?
Menurut para mufassir:
Ayat ini berbicara tentang pendeta Yahudi yang:
1️⃣ mengubah isi Taurat
2️⃣ menyembunyikan sifat Nabi Muhammad ﷺ
3️⃣ menulis kitab baru lalu mengaku dari Allah
Tujuannya:
uang, kedudukan, dan kekuasaan.
5. Tafsir Imam Al-Qurthubi
Dalam kitab:
الجامع لأحكام القرآن
Imam Qurthubi berkata:
فيه دليل على تحريم تغيير شرع الله لأجل الدنيا
“Ayat ini adalah dalil haramnya mengubah syariat Allah demi kepentingan dunia.”
6. Tafsir Imam As-Sa’di
Dalam kitab:
تفسير السعدي
Beliau menulis:
باعوا الحق بالباطل
“Mereka menjual kebenaran dengan kebatilan.”
7. Dalil Al-Qur’an yang Senada
Allah juga berfirman:
وَلَا تَشْتَرُوا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا
“Janganlah kalian menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah.”
(QS Al-Baqarah: 41)
Dan Allah berfirman:
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ
“Janganlah kalian mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan.”
(QS Al-Baqarah: 42)
8. Hadis Nabi Tentang Berdusta Atas Nama Agama
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”
(HR Bukhari dan Muslim)
Kalau berdusta atas nama Nabi saja begitu berat…
Apalagi berdusta atas nama Allah.
9. Bahaya Ulama Su’
Para ulama menjelaskan bahwa kerusakan agama sering terjadi karena:
ulama yang buruk.
Imam Al-Ghazali dalam kitab
إحياء علوم الدين
mengatakan:
فساد العلماء من أعظم أسباب فساد الأمة
“Rusaknya para ulama adalah salah satu sebab terbesar rusaknya umat.”
10. Tiga Kejahatan Dalam Ayat Ini
Para mufassir menjelaskan tiga dosa besar:
1. Mengubah wahyu Allah
2. Berdusta atas nama Allah
3. Mengambil harta manusia secara batil
11. Humor
Kadang manusia suka agama yang sesuai dengan hawa nafsunya.
Kalau ada ustadz bilang:
“Shalat Subuh itu wajib.”
Jamaah diam.
Tapi kalau ada ustadz bilang:
“Tidur setelah Subuh itu sunnah…”
Langsung viral.
😂
Kalau ada ustadz bilang:
“Jangan ghibah.”
Sepi.
Tapi kalau ada ustadz bilang:
“Ngomongin orang itu dakwah.”
Langsung rame.
😆
Kadang kita mencari agama yang sesuai keinginan kita, bukan mencari kebenaran.
12. Pelajaran Untuk Umat Islam
Ayat ini walaupun turun kepada Bani Israil…
tetapi peringatan untuk semua umat.
Ulama berkata:
العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب
“Yang menjadi pelajaran adalah keumuman ayat, bukan hanya sebab turunnya.”
13. Bahaya Menjual Agama Demi Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ
“Barang siapa menuntut ilmu agama untuk mendapatkan dunia maka ia tidak akan mencium bau surga.”
(HR Abu Dawud)
14. Renungan Penutup
Jamaah…
Agama bukan alat mencari popularitas.
Agama bukan alat mencari kekayaan.
Agama adalah amanah dari Allah.
Karena itu para ulama salaf sangat takut berbicara tentang agama.
Imam Malik pernah ditanya 40 pertanyaan.
Beliau menjawab 36 pertanyaan dengan satu kalimat:
لا أدري
“Aku tidak tahu.”
15. Doa Penutup
اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه
Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan beri kami kemampuan mengikutinya.
وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه
Dan tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan beri kami kemampuan menjauhinya.
اللهم احفظ علماءنا من الفتن
Ya Allah jagalah para ulama kami dari fitnah dunia.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment