Kesenangan Dunia Hanya Sebentar, Azab Akhirat Sangat Berat
Materi Ceramah: Surah An-Naḥl Ayat 117
"Kesenangan Dunia Hanya Sebentar, Azab Akhirat Sangat Berat"
Khutbatul Hājah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أما بعد
Jamaah rahimakumullah...
Di zaman sekarang banyak manusia rela mengorbankan agama demi keuntungan sesaat. Ada yang menjual prinsip demi jabatan, menjual kejujuran demi uang, bahkan ada yang mempermainkan hukum Allah demi popularitas. Padahal Allah telah mengingatkan bahwa semua keuntungan itu hanya sementara, sedangkan akibatnya di akhirat sangat mengerikan.
Ayat Pokok
Surah An-Naḥl Ayat 117
مَتَاعٌ قَلِيْلٌ ۖوَّلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Terjemah
"Itu hanyalah kesenangan yang sedikit, dan mereka akan mendapat azab yang pedih."
(QS. An-Naḥl: 117)
Asbab dan Keterkaitan Ayat
Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya yang berbicara tentang orang-orang yang berani menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal tanpa dalil dari Allah.
Mereka memperoleh keuntungan dunia:
- dihormati manusia,
- mendapat kekuasaan,
- memperoleh uang,
- mendapat pengikut,
tetapi Allah menyebut semua itu:
مَتَاعٌ قَلِيْلٌ
"Hanyalah kesenangan yang sedikit."
Pelajaran Pertama:
Dunia Sangat Kecil Dibanding Akhirat
Dalil Al-Qur'an
Surah At-Taubah Ayat 38
اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِي الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ
Terjemah
"Apakah kamu lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal kenikmatan hidup dunia dibanding akhirat hanyalah sedikit."
(QS. At-Taubah: 38)
Penjelasan Ulama
Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan:
"Seluruh dunia dari awal hingga akhir jika dibandingkan dengan akhirat seperti setetes air dibanding seluruh lautan."
Hadis Nabi ﷺ
HR. Muslim
مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ فِي الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ
Terjemah
"Tidaklah dunia dibanding akhirat melainkan seperti seseorang mencelupkan jarinya ke lautan, lalu lihatlah berapa air yang menempel di jarinya."
(HR. Sahih Muslim)
Humor
Jamaah...
Kalau ada orang diberi pilihan:
- rumah mewah selamanya, atau
- kontrakan gratis dua hari.
Pasti pilih rumah mewah selamanya.
Tetapi anehnya...
Banyak orang meninggalkan akhirat yang abadi demi dunia yang masa kontraknya paling lama 70 tahun.
(beri jeda jamaah tertawa)
Bahkan ada yang baru pensiun, eh kontraknya sudah habis.
Pelajaran Kedua:
Bahaya Menjual Agama Demi Dunia
Allah mengecam orang yang memanfaatkan agama untuk kepentingan dunia.
Dalil Al-Qur'an
Surah Al-Baqarah Ayat 79
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ يَكْتُبُوْنَ الْكِتٰبَ بِاَيْدِيْهِمْ ثُمَّ يَقُوْلُوْنَ هٰذَا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ لِيَشْتَرُوْا بِهٖ ثَمَنًا قَلِيْلًا
Terjemah
"Maka celakalah orang-orang yang menulis kitab dengan tangan mereka sendiri lalu mengatakan: 'Ini dari Allah', untuk memperoleh keuntungan yang sedikit."
(QS. Al-Baqarah: 79)
Ulasan Ulama
Imam Al-Qurthubi menjelaskan:
Ayat ini mencakup siapa saja yang memutarbalikkan hukum agama demi keuntungan dunia.
Kitab: Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an
Hadis Nabi ﷺ
HR. Ahmad
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُصِيْبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ
Terjemah
"Barang siapa menuntut ilmu agama untuk mendapatkan keuntungan dunia, maka ia tidak akan mencium aroma surga."
(HR. Ahmad)
Humor
Ada orang bertanya:
"Ustaz, kalau bohong sedikit boleh?"
Jawab ustaz:
"Untuk apa?"
"Supaya dagangan cepat laku."
Ustaz menjawab:
"Kalau begitu namanya bukan marketing, tapi olahraga menuju neraka."
(beri jeda jamaah tertawa)
Pelajaran Ketiga:
Kesenangan Dunia Pasti Berakhir
Semua yang ada di dunia akan berakhir:
- Jabatan berakhir.
- Kekayaan berakhir.
- Popularitas berakhir.
- Kecantikan berakhir.
- Umur berakhir.
Dalil Al-Qur'an
Surah Ar-Rahman Ayat 26-27
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۚ ۖ وَيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ
Terjemah
"Semua yang ada di bumi akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
(QS. Ar-Rahman: 26-27)
Ulasan Ulama
Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan:
Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak tertipu oleh sesuatu yang pasti hilang.
Kitab: Tafsir Mafatihul Ghaib
Kisah Salaf
Umar bin Abdul Aziz pernah berkata:
"Dunia bukan negeri tempat tinggalmu yang sebenarnya. Allah hanya menempatkanmu di sana untuk menguji amalmu."
(Dinukil dalam Hilyatul Auliya' karya Abu Nu'aim Al-Asbahani)
Pelajaran Keempat:
Azab Akhirat Lebih Besar daripada Kenikmatan Dunia
Dalil Al-Qur'an
Surah Ghafir Ayat 39
يٰقَوْمِ اِنَّمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَّاِنَّ الْاٰخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ
Terjemah
"Wahai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, sedangkan akhirat itulah negeri yang kekal."
(QS. Ghafir: 39)
Hadis Nabi ﷺ
HR. Muslim
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً
Terjemah
"Akan didatangkan orang yang paling banyak menikmati dunia dari penghuni neraka, lalu dicelupkan sekali ke dalam neraka."
Kemudian ia ditanya:
"Apakah engkau pernah merasakan kenikmatan?"
Ia menjawab:
"Tidak pernah."
(HR. Muslim)
Humor Penutup
Jamaah...
Ada orang bekerja keras 30 tahun demi rumah.
Setelah rumah jadi...
Yang menikmati malah anak-anaknya.
Ada yang kumpulkan harta seumur hidup.
Begitu meninggal...
Ahli waris langsung rapat lebih cepat daripada rapat RT.
Karena itu jangan hanya membangun rumah di dunia.
Bangun juga rumah di surga.
Hikmah dan Kesimpulan
Dari Surah An-Naḥl ayat 117 kita belajar:
1.
Keuntungan yang diperoleh dengan melanggar agama hanyalah sementara.
2.
Dunia sangat kecil dibanding akhirat.
3.
Jangan menjual agama demi uang, jabatan, atau popularitas.
4.
Semua kenikmatan dunia akan berakhir.
5.
Azab akhirat jauh lebih berat daripada kenikmatan dunia yang sesaat.
6.
Orang yang cerdas adalah yang menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat, bukan tujuan akhir hidupnya.
Doa Penutup
اللّٰهُمَّ لَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا إِلَى النَّارِ مَصِيْرَنَا.
اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا الْحَلَالَ وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْحَرَامِ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الشَّاكِرِيْنَ الصَّابِرِيْنَ الزَّاهِدِيْنَ فِي الدُّنْيَا الرَّاغِبِيْنَ فِي الْآخِرَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Post a Comment