Bahaya Menyembunyikan Kebenaran
Bahaya Menyembunyikan Kebenaran
Tafsir QS Al-Baqarah 159–160
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Dalam kehidupan ini ada dua jenis manusia.
Pertama, orang yang tidak tahu kebenaran.
Kedua, orang yang tahu kebenaran tetapi menyembunyikannya.
Jenis yang kedua inilah yang mendapat peringatan sangat keras dalam Al-Qur’an.
Karena orang yang tidak tahu masih bisa belajar.
Tetapi orang yang sudah tahu lalu menyembunyikan kebenaran…
itu berarti ia mengkhianati amanah ilmu.
Dan pada ayat ini Allah menurunkan ancaman yang sangat berat.
2. Membaca Ayat
Allah berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ
مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan dan petunjuk…”
أُولَٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ
“Mereka itulah yang dilaknat oleh Allah dan dilaknat pula oleh para pelaknat.”
(QS Al-Baqarah:159)
Ayat ini sangat keras.
Bukan hanya manusia yang melaknat mereka.
Tetapi Allah sendiri melaknat mereka.
3. Apa yang Dimaksud Menyembunyikan Kebenaran?
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan sebagian Ahli Kitab yang mengetahui tanda-tanda kenabian Nabi Muhammad tetapi menyembunyikannya.
Nabi yang dimaksud adalah
Muhammad.
Sebagian ulama dari kalangan
Ahl al-Kitab
mengetahui ciri-ciri beliau dari kitab mereka.
Namun mereka tidak mau mengakuinya.
Mengapa?
Karena takut kehilangan kedudukan.
Takut kehilangan pengaruh.
Takut kehilangan pengikut.
Maka mereka memilih menyembunyikan kebenaran.
4. Bahaya Besar Ilmu yang Disembunyikan
Saudara-saudaraku…
ilmu agama adalah amanah.
Orang yang memiliki ilmu memiliki tanggung jawab besar.
Jika kebenaran disembunyikan…
maka kerusakan akan menyebar.
Orang awam akan tersesat.
Masyarakat akan bingung.
Dan agama akan dipenuhi kebohongan.
Karena itu dalam hadis disebutkan bahwa orang yang menyembunyikan ilmu akan datang pada hari kiamat dengan hukuman yang berat.
Ilmu bukan untuk disimpan demi kepentingan pribadi.
Ilmu adalah cahaya yang harus disampaikan.
5. Kisah Ulama yang Menyesal
Dalam sejarah ada kisah seorang ulama yang hidup dalam istana penguasa zalim.
Ia tahu bahwa penguasa itu melakukan kezaliman.
Tetapi ia tidak berani menegur.
Ia diam demi menjaga kedudukan.
Bertahun-tahun ia hidup dalam kemewahan.
Namun ketika menjelang wafat…
ia menangis.
Ia berkata kepada murid-muridnya:
“Ilmu yang tidak aku sampaikan hari ini akan menjadi saksi yang memberatkan aku di hadapan Allah.”
Penyesalan itu datang ketika kesempatan sudah hampir habis.
6. Namun Allah Membuka Pintu Taubat
Namun saudara-saudaraku… 🌙
Rahmat Allah selalu lebih luas dari dosa manusia.
Karena setelah ayat ancaman yang keras itu…
Allah langsung membuka pintu harapan.
Allah berfirman:
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا
“Kecuali mereka yang bertaubat, memperbaiki diri, dan menjelaskan kebenaran.”
(QS Al-Baqarah:160)
Perhatikan tiga syarat taubat dalam ayat ini.
1️⃣ Taubat – kembali kepada Allah
2️⃣ Memperbaiki diri – meninggalkan kesalahan
3️⃣ Menjelaskan kebenaran yang dulu disembunyikan
Inilah taubat yang sejati.
7. Rahasia Taubat yang Diterima
Orang yang pernah menyembunyikan kebenaran…
jika ia ingin bertaubat…
ia harus melakukan kebalikan dari kesalahannya.
Dulu ia menyembunyikan kebenaran.
Sekarang ia harus menjelaskan kebenaran.
Dulu ia diam melihat kesesatan.
Sekarang ia harus membela kebenaran.
Dan jika taubat itu tulus…
Allah berjanji:
فَأُولَٰئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ
“Mereka itulah yang Aku terima taubatnya.”
Humor
Kadang manusia sangat berani berbicara tentang hal kecil.
Tentang harga barang.
Tentang gosip tetangga.
Tentang urusan dunia.
Tetapi ketika harus berbicara tentang kebenaran agama…
tiba-tiba ia berkata:
“Wah… saya tidak enak.”
Padahal diam terhadap kebatilan kadang lebih berbahaya daripada kesalahan berbicara.
8. Renungan
Saudara-saudaraku…
Ayat ini bukan hanya untuk ulama.
Ayat ini juga untuk setiap orang yang mengetahui kebenaran.
Jika kita tahu sesuatu yang benar…
kita tidak boleh memutarbalikkannya.
Jika kita tahu sesuatu yang salah…
kita tidak boleh membenarkannya demi keuntungan.
Karena kebenaran adalah amanah dari Allah.
9. Penutup
Suatu hari semua manusia akan berdiri di hadapan Allah.
Tidak ada lagi jabatan.
Tidak ada lagi pengaruh.
Tidak ada lagi pujian manusia.
Yang tersisa hanya satu pertanyaan:
Apakah kita jujur terhadap kebenaran yang kita ketahui?
Jika kita pernah salah…
maka pintu taubat masih terbuka.
Selama kita kembali kepada Allah dengan hati yang tulus.
Doa
اللهم ارزقنا الصدق في القول والعمل
Ya Allah karuniakan kepada kami kejujuran dalam perkataan dan perbuatan.
اللهم لا تجعلنا ممن يكتمون الحق
Ya Allah jangan jadikan kami termasuk orang yang menyembunyikan kebenaran.
اللهم ارزقنا الشجاعة لقول الحق
Ya Allah berikan kepada kami keberanian untuk mengatakan kebenaran.
اللهم تقبل توبتنا
Ya Allah terimalah taubat kami.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment