Tanpa Iman kepada Al-Qur’an, Hati Akan Kehilangan Petunjuk
Ceramah: Tanpa Iman kepada Al-Qur’an, Hati Akan Kehilangan Petunjuk
Mukadimah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَجَعَلَ الْقُرْآنَ هُدًى وَرَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba’du.
Jamaah rahimakumullah…
Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah karena masih diberi iman, diberi kesempatan duduk di majelis ilmu, dan masih mendengar ayat-ayat Allah. Karena banyak manusia hidup mewah, tetapi hatinya gelap. Banyak manusia pintar dunia, tetapi tidak mengenal jalan menuju surga.
Ayat Pokok Ceramah
Al-Qur’an Surah An-Naḥl Ayat 104
اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِۙ لَا يَهْدِيْهِمُ اللّٰهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan mereka akan mendapat azab yang pedih.”
(QS. An-Naḥl: 104)
1. Hidayah Adalah Nikmat Terbesar
Jamaah yang dirahmati Allah…
Dalam ayat ini Allah menjelaskan: orang yang menolak ayat-ayat Allah akan kehilangan hidayah.
Kenapa? Karena hati mereka menolak cahaya.
Ibarat matahari bersinar terang… tetapi orangnya malah masuk gudang lalu tutup pintu rapat-rapat.
Bukan mataharinya yang salah… tetapi dia sendiri yang menolak cahaya.
Dalil Al-Qur’an Tentang Hidayah
Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 2
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya:
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)
Penjelasan Ulama
Imam Ath-Thabari dalam Jami’ul Bayan menjelaskan: Al-Qur’an hanya benar-benar menjadi petunjuk bagi hati yang mau menerima kebenaran.
Sedangkan hati yang sombong, meskipun mendengar ayat setiap hari, tetap tidak berubah.
Humor
Kadang ada orang…
Pengajian datang, ceramah dengar, ayat dibaca…
Tetapi pulang-pulang masih suka marah sama istri gara-gara sambal kurang pedas.
Istrinya bilang: “Pak, tadi di masjid dengar ceramah apa?”
Suaminya jawab: “Kurang fokus… tadi lagi mikir ayam belum dikasih makan.”
Makanya… badan di masjid belum tentu hati ikut ngaji.
2. Orang yang Menolak Al-Qur’an Akan Mudah Tersesat
Jamaah sekalian…
Kalau manusia jauh dari Al-Qur’an:
- standar benar salah jadi rusak,
- dosa dianggap biasa,
- maksiat dianggap hiburan,
- aurat dianggap mode,
- fitnah dianggap konten.
Karena tidak ada cahaya wahyu.
Dalil Al-Qur’an
Al-Qur’an Surah Thaha Ayat 124
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا
Artinya:
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit.”
(QS. Thaha: 124)
Tafsir Ulama
Ibnu Katsir menjelaskan dalam Tafsir Al-Qur’anil ‘Azhim: Kehidupan sempit bukan hanya miskin harta, tetapi hati yang gelisah walaupun dunia di tangannya.
Banyak orang:
- rumah besar,
- mobil mewah,
- followers jutaan…
Tetapi tidur harus pakai obat penenang.
Kenapa? Karena hati tidak dekat dengan Allah.
Hadis Tentang Hati yang Jauh dari Allah
HR. Muslim
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَىٰ صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Sahih Muslim)
Penjelasan
Hidayah itu urusan hati.
Kalau hati bersih: sedikit nasihat langsung sadar.
Tetapi kalau hati keras: dengar ceramah satu jam… yang diingat cuma konsumsi.
Humor
Ada orang selesai pengajian ditanya: “Bagaimana isi ceramahnya?”
Dia jawab: “Luar biasa…”
“Memangnya ustaznya bahas apa?”
“Kurang tahu… tapi nasinya enak.”
(beri jeda)
Ada juga yang datang pengajian cuma dua tujuan:
- cari ilmu,
- dan cari sendal yang mirip punyanya.
Pulang-pulang: sendalnya bagus… dosanya nambah.
3. Dosa Bisa Menutup Hati dari Hidayah
Jamaah rahimakumullah…
Semakin sering bermaksiat, hati semakin gelap.
Awalnya dosa kecil terasa berat. Lama-lama dosa besar terasa biasa.
Dalil Al-Qur’an
Al-Qur’an Surah Al-Muthaffifin Ayat 14
كَلَّا بَلْۜ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya:
“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.”
(QS. Al-Muthaffifin: 14)
Penjelasan Ulama
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menjelaskan: Dosa itu seperti titik hitam di hati. Jika terus dilakukan tanpa taubat, hati menjadi keras dan sulit menerima nasihat.
Hadis Tentang Noda Dosa
HR. Tirmidzi
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِيْ قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ
Artinya:
“Sesungguhnya seorang hamba jika berbuat dosa, maka akan muncul titik hitam di hatinya.”
(HR. Jami At-Tirmidzi)
Pelajaran
Makanya jangan biasakan:
- bohong kecil,
- gibah kecil,
- maksiat kecil.
Karena setan tidak langsung menjatuhkan manusia ke jurang… tetapi membuatnya santai berjalan ke arah jurang.
4. Al-Qur’an adalah Obat Kehidupan
Al-Qur’an Surah Yunus Ayat 57
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُوْرِ
Artinya:
“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit dalam dada.”
(QS. Yunus: 57)
Penjelasan
Al-Qur’an:
- menyembuhkan hati,
- menenangkan pikiran,
- menguatkan jiwa,
- memperbaiki akhlak.
Bukan sekadar dibaca saat lomba MTQ atau malam Jumat saja.
Humor
Sekarang banyak orang: charger HP dibawa ke mana-mana… tetapi iman dibiarkan lowbat.
Kalau baterai HP 5%: panik.
Kalau iman tinggal 1%: malah update status: “Gapapa, yang penting happy.”
Padahal setan paling senang melihat manusia:
- shalat malas,
- Qur’an jarang dibaca,
- tapi kuota internet selalu penuh.
Pesan Inti Ceramah
1. Jangan pernah ragu terhadap Al-Qur’an
Karena ia cahaya kehidupan.
2. Jagalah hati dari dosa
Karena dosa menghalangi hidayah.
3. Biasakan membaca dan memahami Al-Qur’an
Walau sedikit tetapi istiqamah.
4. Minta hidayah setiap hari
Karena tanpa hidayah, manusia mudah tersesat.
Doa
اللّٰهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ نُوْرَ قُلُوْبِنَا وَشِفَاءَ صُدُوْرِنَا وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا.
اللّٰهُمَّ لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Post a Comment