Diselamatkan dari Fir’aun: Ujian Penderitaan dan Ujian Kenikmatan
“Diselamatkan dari Fir’aun: Ujian Penderitaan dan Ujian Kenikmatan” (Refleksi Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 49)
PEMBUKAAN
Khutbatul Haajah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ...
(hingga selesai)
Shalawat kepada Nabi:
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita tidak hanya mendengar kisah sejarah. Kita akan masuk ke lorong waktu. Kita akan menyaksikan jeritan bayi-bayi yang disembelih… tangisan ibu-ibu yang dipisahkan dari anaknya… dan di balik semua itu, ada satu kalimat:
“وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ” “Pada yang demikian itu terdapat cobaan besar dari Tuhanmu.”
MEMBANGUN SUASANA: KEZALIMAN FIR‘AUN
Allah berfirman:
وَاِذْ نَجَّيْنٰكُمْ مِّنْ اٰلِ فِرْعَوْنَ يَسُوْمُوْنَكُمْ سُوْۤءَ الْعَذَابِ يُذَبِّحُوْنَ اَبْنَاۤءَكُمْ وَيَسْتَحْيُوْنَ نِسَاۤءَكُمْ ۗ وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ
“Ingatlah ketika Kami menyelamatkan kalian dari Fir‘aun dan pengikutnya. Mereka menimpakan azab yang sangat berat: menyembelih anak-anak laki-laki kalian dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian. Pada yang demikian itu terdapat cobaan besar dari Tuhan kalian.”
(Al-Baqarah:49)
Tafsir Ulama
🔹 Ibnu Katsir menjelaskan: Fir‘aun membunuh anak laki-laki karena takut muncul pemimpin yang menjatuhkannya. (Tafsir Ibn Katsir, 1/227)
🔹 Al-Tabari menegaskan: Ini adalah ujian yang sangat berat: antara kehilangan anak dan hilangnya kehormatan. (Jāmi‘ al-Bayān, 1/456)
Bayangkan…
Seorang ibu menggendong bayinya… Tentara datang… Direnggut… Disembelih…
Saudara-saudaraku… Itulah puncak kezaliman manusia ketika merasa dirinya tuhan.
Fir‘aun berkata:
اَنَا رَبُّكُمُ الْاَعْلٰى
“Aku tuhanmu yang paling tinggi!” (An-Nazi'at:24)
Humor ringan: Zaman sekarang mungkin tidak ada yang mengaku “aku tuhanmu”… tapi ada yang mengaku “aku paling benar, yang lain salah semua!” 😄 Itu Fir‘aun versi WiFi!
UJIAN ITU DARI ALLAH
Allah berkata:
وَفِيْ ذٰلِكُمْ بَلَاۤءٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَظِيْمٌ
“Dalam itu semua ada ujian besar dari Tuhanmu.”
Bukan hanya Fir‘aun yang menguji. Allah yang menguji.
Allah berfirman:
وَنَبْلُوْكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
“Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan.” (Al-Anbiya:35)
Ujian bukan cuma sakit… Ujian juga sehat. Bukan cuma miskin… Ujian juga kaya.
Kita kuat saat susah. Tapi belum tentu kuat saat senang.
SUNNATULLAH: SETELAH SULIT ADA PERTOLONGAN
Allah berfirman:
فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰىٓ اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَ
“Kami wahyukan kepada Musa: pukullah laut dengan tongkatmu.” (Asy-Syu'ara:63)
Laut terbelah!
🔹 Al-Qurtubi: Ini mukjizat yang menunjukkan bahwa pertolongan datang saat semua sebab dunia tertutup.
Saat di depan laut. Di belakang tentara. Tidak ada jalan.
Musa berkata:
كَلَّآ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
“Sekali-kali tidak! Bersamaku Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk.” (Asy-Syu‘ara:62)
Saudaraku… Kalau hidupmu terasa buntu… Ingat kalimat Musa: “Inna ma‘iya Rabbī.”
PERINGATAN UNTUK UMAT INI
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللّٰهَ لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ
“Sesungguhnya Allah memberi tempo kepada orang zalim, tetapi bila Dia menyiksanya, tidak akan dilepaskan.” (HR. Sahih al-Bukhari no. 4686; Sahih Muslim no. 2583)
Dan beliau bersabda:
اتَّقِ الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Takutlah kalian dari kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim no. 2578)
Jangan jadi Fir‘aun kecil di rumah. Jangan jadi Fir‘aun di kantor. Jangan jadi Fir‘aun di jalan raya!
Humor: Lampu merah diterobos… Ditanya: “Kenapa?” Jawab: “Darurat.” Darurat apa? “Darurat pengen cepat!” 😄
PENUTUP
Saudaraku…
Fir‘aun tenggelam. Musa selamat. Yang sabar menang.
Allah berfirman:
وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Kesudahan yang baik bagi orang-orang bertakwa.” (Al-A'raf:128)
Tanya diri kita: Apakah kita lulus ujian nikmat? Atau kita sedang mengulang pelajaran Bani Israil?
DOA
Ya Allah… Engkau yang membelah laut untuk Musa… Belahlah kebuntuan hidup kami…
Ya Allah… Jika kami sedang diuji dengan kesulitan… Berilah kami sabar seperti Musa…
Jika kami sedang diuji dengan kenikmatan… Jangan jadikan kami seperti Qarun…
Ya Allah… Kami takut menjadi Fir‘aun kecil… Yang zalim pada istri… Yang kasar pada anak… Yang curang dalam usaha…
Ampuni kami ya Rabb…
Ya Allah… Di antara kami ada yang menangis diam-diam… Ada yang hutangnya menumpuk… Ada yang rumah tangganya retak… Ada yang sakit tak kunjung sembuh…
Engkau Maha Tahu…
Ya Allah… Sebagaimana Engkau selamatkan Bani Israil… Selamatkan umat Muhammad ﷺ dari perpecahan…
Satukan hati kami… Lunakkan hati kami… Matikan kami dalam husnul khatimah…
Ya Allah… Jangan Engkau uji kami dengan kekuasaan yang membuat kami sombong… Jangan Engkau uji kami dengan harta yang membuat kami lupa… Jangan Engkau uji kami dengan popularitas yang membuat kami riya…
Ya Allah… Saat kami dikubur… Tidak ada jabatan… Tidak ada saldo… Tidak ada followers…
Yang ada hanya amal…
Terimalah amal kami… Ampuni dosa kami… Masukkan kami ke dalam surga-Mu…
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا Ya Allah jadikan akhir amal kami yang terbaik…
آمِيْن يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Post a Comment