Jangan Menahan untuk Menyakiti
Jangan Menahan untuk Menyakiti
Tafsir QS Al-Baqarah 231
1. Pembukaan: Ketika Talak Menjadi Alat Kezaliman
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Ada satu kenyataan pahit dalam kehidupan rumah tangga manusia.
Ada orang yang menikah bukan untuk membahagiakan.
Ada orang yang mempertahankan pernikahan bukan untuk memperbaiki.
Tetapi untuk menyakiti.
Ada suami yang tidak mencintai lagi istrinya…
tetapi ia tidak menceraikannya.
Bukan karena ingin memperbaiki hubungan.
Tetapi karena ingin menggantung hidupnya.
Tidak diberi kebahagiaan…
tidak diberi kebebasan.
Dan terhadap orang seperti inilah Al-Qur’an menurunkan peringatan yang sangat keras.
Allah berfirman:
وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ
فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ
“Apabila kalian menceraikan perempuan lalu mereka mendekati akhir masa iddahnya…”
(QS Al-Baqarah:231)
2. Dua Pilihan yang Jelas
Allah memberikan dua pilihan yang sangat jelas.
فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ
أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ
“Pertahankanlah mereka dengan cara yang baik, atau lepaskanlah mereka dengan cara yang baik.”
Lihatlah keindahan syariat Islam.
Jika ingin mempertahankan istri…
maka pertahankan dengan kebaikan.
Jika tidak bisa lagi hidup bersama…
maka lepaskan dengan kebaikan.
Tidak ada pilihan ketiga.
3. Larangan Menahan untuk Menyakiti
Namun Allah mengetahui sifat manusia.
Ada yang tidak ingin kembali…
tetapi juga tidak ingin melepaskan.
Karena itu Allah menurunkan peringatan yang sangat keras:
وَلَا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا
لِّتَعْتَدُوا
“Janganlah kalian menahan mereka untuk menyakiti mereka dan melampaui batas.”
Ini kalimat yang sangat tajam.
Menahan istri untuk menyakiti…
adalah kezaliman.
4. Gambaran Kezaliman Rumah Tangga
Saudara-saudaraku…
kezaliman dalam rumah tangga sering terjadi secara diam-diam.
Ada perempuan yang hidup bertahun-tahun dalam penderitaan.
Tidak diberi nafkah yang layak.
Tidak diberi kasih sayang.
Tetapi juga tidak dilepaskan.
Ia hidup seperti tahanan dalam pernikahan.
Dan Al-Qur’an berdiri membela orang yang dizalimi.
5. Ancaman untuk Para Pelaku Kezaliman
Allah kemudian memberikan peringatan yang sangat mengguncang:
وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ
فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ
“Barang siapa melakukan itu, maka sungguh ia telah menzalimi dirinya sendiri.”
Artinya orang yang menzalimi pasangan sebenarnya sedang menzalimi dirinya sendiri.
Karena setiap kezaliman akan kembali kepada pelakunya.
6. Jangan Mempermainkan Ayat Allah
Allah kemudian memperingatkan:
وَلَا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا
“Janganlah kalian menjadikan ayat-ayat Allah sebagai permainan.”
Ini peringatan yang sangat keras.
Hukum pernikahan bukan sesuatu yang boleh dipermainkan.
Talak bukan kata yang boleh diucapkan untuk menakut-nakuti.
Rujuk bukan alat untuk menyiksa pasangan.
7. Ingat Nikmat Allah dalam Pernikahan
Allah kemudian mengingatkan manusia:
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Ingatlah nikmat Allah kepada kalian.”
Pernikahan adalah nikmat.
Keluarga adalah nikmat.
Pasangan hidup adalah nikmat.
Dan nikmat itu tidak boleh berubah menjadi alat kezaliman.
8. Allah Mengetahui Segala Sesuatu
Ayat ini ditutup dengan pengingat yang sangat dalam:
وَاتَّقُوا اللَّهَ
وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Tidak ada kezaliman yang tersembunyi dari Allah.
Tangisan seorang istri di malam hari…
didengar oleh Allah.
Kesedihan seorang ibu yang terzalimi…
diketahui oleh Allah.
9. Renungan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
rumah tangga adalah tempat kasih sayang.
Jika rumah tangga berubah menjadi tempat penderitaan…
maka ada yang salah.
Karena Islam datang untuk menghadirkan rahmat dalam keluarga.
10. Penutup
Saudara-saudaraku…
Allah tidak meridhai rumah tangga yang dipenuhi kezaliman.
Jika ingin mempertahankan pasangan…
pertahankan dengan kebaikan.
Jika harus berpisah…
berpisahlah dengan kebaikan.
Karena orang beriman tidak menzalimi.
Dan orang beriman tidak membiarkan kezaliman terjadi.
Doa
Ya Allah…
jadikan rumah tangga kami tempat ketenangan.
Ya Allah…
jauhkan kami dari kezaliman terhadap pasangan kami.
Ya Allah…
jika ada di antara kami yang pernah menzalimi, ampuni kami dan lembutkan hati kami.
Dan jadikan keluarga kami keluarga yang Engkau limpahi rahmat dan kasih sayang.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment