Kejujuran dalam Memahami Sejarah Para Nabi


Kejujuran dalam Memahami Sejarah Para Nabi

Tafsir QS Al-Baqarah 140–141


1. Pembukaan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Salah satu penyakit besar dalam sejarah manusia adalah memanipulasi kebenaran.

Kadang manusia tidak mau mengikuti kebenaran.

Akhirnya yang dilakukan bukan memperbaiki diri…

tetapi mengubah cerita agar seolah-olah kebenaran ada pada dirinya.

Itulah yang dibongkar oleh Al-Qur’an dalam ayat yang kita renungkan malam ini.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

Ø£َÙ…ْ تَÙ‚ُولُونَ Ø¥ِÙ†َّ Ø¥ِبْرَاهِيمَ ÙˆَØ¥ِسْÙ…َاعِيلَ ÙˆَØ¥ِسْØ­َاقَ ÙˆَÙŠَعْÙ‚ُوبَ ÙˆَالْØ£َسْبَاطَ Ùƒَانُوا Ù‡ُودًا Ø£َÙˆْ Ù†َصَارَÙ‰

“Apakah kalian mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan keturunannya adalah Yahudi atau Nasrani?”

(QS Al-Baqarah:140)

Ini adalah pertanyaan yang sangat tajam.

Karena secara sejarah para nabi itu hidup jauh sebelum munculnya agama Yahudi dan Nasrani dalam bentuk yang dikenal kemudian.

Namun sebagian orang mencoba mengklaim para nabi itu milik kelompok mereka.


3. Siapa Para Nabi Itu?

Al-Qur’an menyebut beberapa nabi besar:

  • Ibrahim
  • Ismail
  • Ishaq
  • Ja'kub

Mereka semua membawa satu pesan yang sama:

Tauhid.

Menyembah Allah semata.

Tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun.


4. Pertanyaan Retoris Al-Qur’an

Kemudian Allah bertanya:

Ù‚ُÙ„ْ Ø£َØ£َÙ†ْتُÙ…ْ Ø£َعْÙ„َÙ…ُ Ø£َÙ…ِ اللَّÙ‡ُ

“Katakanlah: Apakah kalian yang lebih tahu atau Allah?”

Ini pertanyaan yang sangat kuat.

Jika Allah yang menciptakan para nabi…

jika Allah yang menurunkan wahyu…

maka tentu Allah lebih tahu siapa mereka sebenarnya.


5. Kritik terhadap Manipulasi Agama

Ayat ini juga mengkritik sesuatu yang sangat berbahaya:

menggunakan agama untuk kepentingan golongan.

Kadang manusia tidak mencari kebenaran.

Yang mereka cari hanyalah pembenaran.

Mereka memilih sejarah yang cocok dengan keinginan mereka.

Padahal agama seharusnya membuat manusia jujur.


Humor 

Kadang manusia seperti murid yang sedang ujian.

Jika jawabannya salah…

dia tidak mau mengubah jawabannya.

Yang dia lakukan justru mengubah pertanyaannya.

Jamaah biasanya tertawa kecil ketika mendengar perumpamaan ini.

Padahal dalam agama…

yang harus diubah adalah diri kita, bukan wahyu Allah.


6. Renungan Ayat 141

Kemudian Allah menutup bagian ini dengan ayat yang sangat dalam.

تِÙ„ْÙƒَ Ø£ُÙ…َّØ©ٌ Ù‚َدْ Ø®َÙ„َتْ

“Itu adalah umat yang telah berlalu.”

(QS Al-Baqarah:141)

Artinya para nabi sudah pergi.

Kemudian Allah berfirman:

Ù„َÙ‡َا Ù…َا Ùƒَسَبَتْ ÙˆَÙ„َÙƒُÙ…ْ Ù…َا ÙƒَسَبْتُÙ…ْ

“Mereka mendapatkan apa yang mereka kerjakan, dan kalian mendapatkan apa yang kalian kerjakan.”

Ini pelajaran besar bagi kita.

Keselamatan tidak datang dari mengaku mengikuti para nabi.

Keselamatan datang dari mengikuti ajaran mereka.


7. Pelajaran Besar untuk Umat

Saudara-saudaraku…

banyak orang bangga mengatakan:

“Kami mengikuti Nabi Ibrahim.”

Tetapi kehidupan mereka jauh dari ajaran Nabi Ibrahim.

Padahal Nabi Ibrahim adalah simbol tauhid, ketaatan, dan pengorbanan.


8. Renungan Mendalam

Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri.

Apakah kita hanya mengagumi para nabi?

Ataukah kita benar-benar mengikuti jalan mereka?

Karena pada hari kiamat nanti…

yang akan ditanya bukan seberapa sering kita menyebut nama para nabi.

Yang akan ditanya adalah:

apakah kita mengikuti ajaran mereka.


9. Penutup 

Para nabi telah menyampaikan risalah mereka dengan sempurna.

Sekarang tanggung jawab ada pada kita.

Apakah kita akan mengikuti jalan mereka…

atau hanya menjadikan mereka sebagai cerita sejarah?

Karena pada akhirnya…

yang akan menyelamatkan kita adalah iman yang hidup dan amal yang benar.


Doa 

اللهم أرنا الحق حقاً وارزقنا اتباعه

Ya Allah tunjukkan kepada kami kebenaran sebagai kebenaran dan berikan kami kemampuan untuk mengikutinya.

اللهم أرنا الباطل باطلاً وارزقنا اجتنابه

Ya Allah tunjukkan kepada kami kebatilan sebagai kebatilan dan berikan kami kemampuan untuk menjauhinya.

اللهم اجعلنا من أتباع الأنبياء الصادقين

Ya Allah jadikan kami pengikut para nabi yang sejati.

اللهم ثبت قلوبنا على دينك

Ya Allah teguhkan hati kami di atas agama-Mu.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar