Ketika Al-Qur’an Membersihkan Masyarakat dari Khamar dan Judi
Ketika Al-Qur’an Membersihkan Masyarakat dari Khamar dan Judi
Tafsir QS Al-Baqarah 219
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Salah satu keindahan syariat Islam adalah bahwa ia tidak datang untuk menghancurkan manusia.
Ia datang untuk memperbaiki manusia.
Ia tidak datang dengan kekerasan yang memaksa hati.
Ia datang dengan hikmah yang membimbing jiwa.
Hal ini terlihat jelas dalam ayat yang akan kita renungkan malam ini.
Allah berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi.”
(QS Al-Baqarah:219)
2. Mengapa Para Sahabat Bertanya?
Para sahabat hidup di masyarakat Arabia yang sangat akrab dengan khamar.
Minum khamar bukan sekadar kebiasaan.
Ia bagian dari budaya.
Bahkan dalam banyak pertemuan mereka, khamar selalu hadir.
Demikian juga dengan judi.
Banyak orang menganggapnya sebagai hiburan dan permainan.
Namun ketika cahaya Islam datang melalui Nabi Muhammad, hati para sahabat berubah.
Mereka mulai bertanya:
“Apakah kebiasaan ini diridhai Allah?”
3. Jawaban Al-Qur’an yang Sangat Bijaksana
Allah menjawab pertanyaan itu dengan kalimat yang sangat seimbang.
Allah berfirman:
قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ
وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ
“Katakanlah: pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia.”
Perhatikan kebijaksanaan Al-Qur’an.
Allah tidak menutup mata terhadap kenyataan.
Memang ada orang yang merasa mendapatkan manfaat dari khamar dan judi.
Namun Allah segera menegaskan sesuatu yang sangat penting.
4. Penegasan yang Sangat Kuat
Allah melanjutkan:
وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا
“Namun dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.”
Inilah prinsip besar dalam Islam.
Jika suatu perkara memiliki manfaat kecil namun mudaratnya jauh lebih besar…
maka ia harus ditinggalkan.
5. Realitas Bahaya Khamar
Saudara-saudaraku…
khamar merusak akal manusia.
Padahal akal adalah salah satu karunia terbesar dari Allah.
Ketika akal hilang…
manusia bisa melakukan hal-hal yang tidak pernah ia lakukan dalam keadaan sadar.
Berapa banyak keluarga hancur karena khamar.
Berapa banyak pertengkaran terjadi karena khamar.
Berapa banyak kejahatan lahir karena khamar.
6. Bahaya Judi bagi Masyarakat
Demikian juga dengan judi.
Judi menciptakan permusuhan.
Ia membuat manusia ingin mendapatkan harta tanpa usaha.
Ia menumbuhkan keserakahan.
Dan sering kali berakhir dengan kebencian antar manusia.
7. Hikmah Tahapan dalam Syariat
Namun yang paling indah dari ayat ini adalah metode perubahan dalam Islam.
Islam tidak langsung melarang khamar secara total.
Mengapa?
Karena masyarakat saat itu sangat terbiasa dengan khamar.
Jika larangan datang secara tiba-tiba, banyak hati yang mungkin belum siap.
Maka Al-Qur’an mendidik manusia secara bertahap.
Pertama: menjelaskan bahwa dosanya besar.
Kemudian: melarang shalat dalam keadaan mabuk.
Dan akhirnya: turun larangan total.
8. Bukti Ketaatan Para Sahabat
Ketika larangan terakhir turun…
reaksi para sahabat sangat luar biasa.
Di jalan-jalan Madinah, kendi-kendi khamar dipecahkan.
Minuman itu mengalir di jalanan.
Tidak ada perdebatan.
Tidak ada penolakan.
Karena hati mereka telah dididik oleh Al-Qur’an.
9. Pelajaran Besar untuk Zaman Sekarang
Ma’asyiral muslimin…
ayat ini mengajarkan kita dua pelajaran besar.
Pertama:
Islam ingin menjaga akal manusia.
Karena akal adalah kunci kemuliaan manusia.
Kedua:
perubahan besar dalam masyarakat harus dilakukan dengan hikmah dan kesabaran.
10. Renungan untuk Diri Kita
Jika para sahabat mampu meninggalkan kebiasaan yang sangat mereka cintai demi Allah…
maka kita juga harus bertanya kepada diri kita:
Adakah kebiasaan dalam hidup kita yang harus kita tinggalkan demi ketaatan kepada Allah?
Penutup
Saudara-saudaraku…
Islam datang bukan untuk menyulitkan manusia.
Islam datang untuk menyelamatkan manusia.
Ia menjaga akal kita.
Ia menjaga keluarga kita.
Ia menjaga masyarakat kita.
Dan semua itu dimulai dari satu hal:
ketaatan kepada Allah.
Doa
Ya Allah…
bersihkan hati kami dari segala dosa.
Jauhkan kami dari segala kebiasaan yang merusak kehidupan kami.
Ya Allah…
jadikan kami hamba-hamba yang taat kepada perintah-Mu.
Dan jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang membimbing kehidupan kami.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment