Ketika Allah Membedakan Derajat Para Nabi
Ketika Allah Membedakan Derajat Para Nabi
Tafsir QS Al-Baqarah 253
1. Pembukaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah… 🤲
Setelah Allah menutup kisah panjang tentang perjuangan, kepemimpinan, dan kemenangan…
tiba-tiba Al-Qur’an mengangkat kita ke langit yang lebih tinggi.
Bukan lagi tentang pasukan.
Bukan lagi tentang peperangan.
Tetapi tentang manusia-manusia pilihan:
para nabi.
Allah berfirman:
تِلْكَ الرُّسُلُ
فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
“Itulah para rasul, Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain.”
(QS Al-Baqarah:253)
2. Perbedaan yang Ditentukan oleh Allah
Saudara-saudaraku…
bahkan para nabi…
yang semuanya mulia…
yang semuanya dipilih oleh Allah…
tetap memiliki derajat yang berbeda.
Ini menunjukkan satu hal besar:
perbedaan adalah kehendak Allah.
3. Bentuk Keutamaan Para Nabi
Allah menjelaskan bentuk keutamaan itu:
مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ اللَّهُ
“Di antara mereka ada yang Allah ajak bicara langsung.”
Ini adalah kemuliaan luar biasa yang diberikan kepada Nabi Musa.
Kemudian Allah berfirman:
وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ
“Dan Allah meninggikan sebagian mereka beberapa derajat.”
Ini mencakup nabi-nabi yang diberi keutamaan khusus.
Dan Allah menyebut:
وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ
وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ
“Kami berikan kepada Nabi Isa bukti-bukti yang nyata dan Kami kuatkan dia dengan Ruhul Qudus.”
4. Hikmah Perbedaan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Mengapa Allah membedakan mereka?
Agar manusia belajar satu hal:
kesempurnaan hanya milik Allah.
Manusia, sebaik apa pun, tetap memiliki perbedaan.
5. Perbedaan dalam Kehidupan Kita
Saudara-saudaraku…
ayat ini bukan hanya tentang para nabi.
Ini juga tentang kita.
Mengapa ada orang yang kaya…
dan ada yang miskin?
Mengapa ada yang kuat…
dan ada yang lemah?
Mengapa ada yang cerdas…
dan ada yang sederhana?
Jawabannya:
karena Allah yang mengatur.
6. Jika Allah Menghendaki, Semua Bisa Sama
Allah berfirman:
وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ
مَا اقْتَتَلَ الَّذِينَ مِن بَعْدِهِم
“Seandainya Allah menghendaki, niscaya tidak akan terjadi perselisihan di antara mereka.”
Artinya…
Allah mampu membuat manusia semuanya sama.
Namun Allah tidak menghendaki itu.
7. Mengapa Ada Perbedaan dan Konflik?
Allah melanjutkan:
وَلَٰكِنِ اخْتَلَفُوا
“Namun mereka berselisih.”
Ada yang beriman.
Ada yang kufur.
Ada yang mengikuti kebenaran.
Ada yang menolaknya.
8. Pelajaran yang Sangat Dalam
Saudara-saudaraku…
Perbedaan bukan masalah.
Yang menjadi masalah adalah bagaimana manusia menyikapinya.
Apakah perbedaan membuat kita:
sombong?
iri?
atau justru semakin dekat kepada Allah?
9. Kehendak Allah di Atas Segalanya
Allah menutup ayat ini dengan kalimat yang sangat kuat:
وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ
“Namun Allah melakukan apa yang Dia kehendaki.”
Artinya…
semua yang terjadi di dunia ini…
berada dalam kehendak Allah.
10. Renungan
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…
Jika para nabi saja memiliki perbedaan derajat…
lalu mengapa kita sombong dengan apa yang kita miliki?
Jika semua adalah pemberian Allah…
lalu mengapa kita iri dengan apa yang dimiliki orang lain?
11. Penutup
Saudara-saudaraku…
Perbedaan adalah bagian dari kehidupan.
Namun yang paling penting bukan perbedaan itu sendiri.
Yang paling penting adalah:
bagaimana kita menggunakan apa yang Allah berikan kepada kita.
DOA
Ya Allah…
jadikan kami hamba yang ridha dengan takdir-Mu.
Ya Allah…
jauhkan kami dari sifat iri dan sombong.
Ya Allah…
ajarkan kami untuk menggunakan nikmat yang Engkau berikan di jalan-Mu.
Ya Allah…
jadikan perbedaan di antara kami sebagai jalan untuk saling melengkapi, bukan saling menjatuhkan.
آمين يا رب العالمين 🤲
Post a Comment