Ketika Allah Memberi Naungan di Gurun Kehidupan


“Ketika Allah Memberi Naungan di Gurun Kehidupan”


PEMBUKAAN 

الحمد لله رب العالمين
الحمد لله الذي وسعت رحمته كل شيء
الحمد لله الذي لا يحصي نعمه العادّون

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah.

Jika kita diminta menyebut nikmat Allah…

Mungkin kita akan menyebut:

  • rumah
  • pekerjaan
  • kendaraan
  • keluarga

Padahal ada nikmat yang sering kita lupakan.

Nikmat yang setiap hari kita rasakan.

Udara yang kita hirup.
Langit yang menaungi kita.
Makanan yang selalu tersedia.

Kita merasa itu hal biasa.

Padahal kalau nikmat itu dicabut satu saja…

Kita baru sadar betapa berharganya itu.


BAGIAN 1

KISAH PERJALANAN DI GURUN 

Saudaraku…

Bayangkan sebuah perjalanan panjang.

Bukan perjalanan wisata.

Bukan perjalanan umroh.

Tapi perjalanan pelarian dari penindasan.

Bani Israil keluar dari Mesir bersama Nabi Musa.

Mereka menyeberangi laut.

Mereka meninggalkan rumah.

Mereka meninggalkan tanah kelahiran.

Di depan mereka terbentang padang pasir Sinai.

Gurun yang luas.

Tanpa pohon.

Tanpa sungai.

Tanpa tempat berteduh.


BAGIAN 2

GAMBARKAN PANAS GURUN 

Coba bayangkan suasana gurun.

Siang hari…

Matahari membakar pasir.

Angin panas berhembus.

Langkah kaki terasa berat.

Air hampir habis.

Anak-anak menangis.

Orang tua kelelahan.

Tubuh mulai lemah.

Energi habis.


BAGIAN 3

KELUHAN MANUSIA 

Lalu mereka datang kepada Nabi Musa.

“Wahai Musa…”

“Kami tidak kuat…”

“Kami akan mati di gurun ini…”

Maka Nabi Musa berdoa kepada Allah.

Dan Allah yang Maha Pengasih menjawab doa itu.


BAGIAN 4

NIKMAT AWAN 

Allah berfirman:

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْغَمَامَ

“Kami menaungi kalian dengan awan.”

Bayangkan…

Di tengah gurun yang panas…

Tiba-tiba langit dipenuhi awan teduh.

Awan itu mengikuti mereka.

Seolah-olah Allah membuat atap raksasa dari langit.

Seakan Allah berkata:

“Hamba-Ku… berjalanlah… Aku lindungi kalian.”

Subhanallah.


BAGIAN 5

NIKMAT MAKANAN LANGIT 

Allah tidak hanya memberi naungan.

Allah memberi makanan dari langit.

Allah berfirman:

وَأَنْزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى

“Kami turunkan kepada kalian manna dan salwa.”

Setiap pagi…

Di tanah gurun…

Ada makanan manis seperti madu.

Itulah manna.

Dan setiap hari…

Datang burung-burung puyuh.

Itulah salwa.


BAGIAN 6

HUMOR 

Bayangkan kalau itu terjadi hari ini.

Bangun pagi…

Di depan rumah sudah ada makanan gratis.

Tidak perlu ke pasar.

Tidak perlu masak.

Tidak perlu pesan online 😄

Kalau zaman sekarang mungkin orang langsung berkata:

“MasyaAllah… ini catering dari langit.”


BAGIAN 7

KESALAHAN MANUSIA 

Tapi saudaraku…

Manusia sering lupa.

Nikmat yang besar…

Cepat terasa biasa.

Bani Israil mulai bosan.

Mereka berkata:

“Kami tidak tahan makan makanan ini terus.”

Padahal itu makanan langsung dari langit.


BAGIAN 8

CERMIN UNTUK KITA 

Bukankah kita juga sering seperti itu?

Dikasih kesehatan…

Masih mengeluh.

Dikasih pekerjaan…

Masih mengeluh.

Dikasih keluarga…

Masih mengeluh.

Kadang manusia seperti orang yang berdiri di bawah hujan nikmat…

Tapi tetap berkata:

“Kenapa hidup saya kering?”


BAGIAN 9

PESAN AYAT 

Allah berfirman:

كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan.”

Dan Allah mengingatkan:

وَمَا ظَلَمُونَا وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

“Mereka tidak menzalimi Kami, tetapi mereka menzalimi diri sendiri.”

Artinya:

Dosa manusia tidak merugikan Allah.

Yang rugi adalah manusia sendiri.


BAGIAN 10

REFLEKSI KUAT 

Saudaraku.

Hari ini kita juga berada di perjalanan.

Perjalanan bukan di gurun Sinai.

Tapi perjalanan menuju akhirat.

Dan sepanjang perjalanan itu…

Allah juga memberi kita:

  • makanan
  • kesehatan
  • keluarga
  • udara
  • kehidupan

Semua itu adalah manna dan salwa versi kita.


BAGIAN 11

PERTANYAAN MENUSUK

Sekarang mari kita bertanya pada diri sendiri.

Apakah kita sudah bersyukur?

Atau kita masih seperti Bani Israil…

Yang selalu melihat apa yang belum ada, bukan apa yang sudah ada?


BAGIAN 12

PENUTUP MENGGETAR

KAN 

Saudaraku.

Jika suatu hari nanti Allah bertanya:

“Aku sudah memberimu banyak nikmat…”

“Apakah kamu bersyukur?”

Apa yang akan kita jawab?

Allah berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku tambah nikmat kalian.”

(QS Ibrahim: 7)


DOA 

اللهم لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك وعظيم سلطانك

Ya Allah…
Segala puji bagi-Mu atas nikmat yang tidak terhitung.

Ya Allah…

Ampuni kami yang sering lupa bersyukur.

Ampuni kami yang sering mengeluh atas nikmat-Mu.

Ya Allah…

Jadikan hati kami hati yang selalu bersyukur.

Ya Allah…

Jangan Engkau cabut nikmat-Mu dari kami karena dosa kami.

اللهم اجعلنا من الشاكرين

Ya Allah jadikan kami termasuk orang-orang yang bersyukur.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar