Masuklah Dengan Syukur, Bukan Dengan Kesombongan


“Masuklah Dengan Syukur, Bukan Dengan Kesombongan”

Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 58


1. Pembukaan Ceramah

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.

أما بعد،

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Hari ini kita belajar dari satu ayat yang tampaknya sederhana, tetapi mengandung pelajaran besar tentang syukur, taubat, dan kerendahan hati.

Allah berfirman:

Al-Baqarah : 58

وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْ ۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya:

“Masuklah ke negeri ini, lalu makanlah dari hasilnya dengan nikmat sesukamu. Masukilah pintunya sambil tunduk (bersujud), dan katakanlah: ‘Hiththah (ampunilah kami)’, niscaya Kami ampuni kesalahan kalian. Dan Kami akan menambah karunia kepada orang-orang yang berbuat baik.”


2. Kisah Latar Belakang Ayat

Menurut para ulama tafsir seperti:

  • Imam Ibnu KatsirTafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim
  • Imam Ath-ThabariJami’ Al-Bayan
  • Imam Al-QurthubiAl-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an

Ayat ini menceritakan ketika Bani Israil akan memasuki Baitul Maqdis setelah Allah menyelamatkan mereka dari Fir’aun.

Allah memberi mereka tiga perintah sederhana:

1️⃣ Masuk negeri itu
2️⃣ Makan nikmat Allah
3️⃣ Masuk dengan tunduk dan minta ampun

Tapi… manusia sering gagal pada perintah yang paling sederhana.


3. Nikmat Yang Melimpah

Allah berfirman:

فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا

“Makanlah dari sana sesukamu dengan nikmat.”

Kata رَغَدًا (raghadan) berarti:

➡ nikmat
➡ melimpah
➡ tanpa kesulitan

Imam Al-Qurthubi berkata:

الرغد هو العيش الواسع بلا ضيق
“Raghad adalah kehidupan yang luas tanpa kesempitan.”
(Tafsir Al-Qurthubi)

Artinya:

Allah bukan hanya memberi makan.

Allah memberi kemakmuran.


4. Nikmat Harus Dibalas Dengan Syukur

Allah mengingatkan dalam ayat lain:

Surah Ibrahim : 7

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kalian.”

Para ulama mengatakan:

Syukur memiliki 3 bentuk

1️⃣ Syukur dengan hati
2️⃣ Syukur dengan lisan
3️⃣ Syukur dengan amal

Ibnu Rajab berkata dalam Jami’ Al-Ulum wal Hikam:

الشكر يظهر أثر النعمة على العبد
“Syukur adalah tampaknya pengaruh nikmat Allah pada ketaatan seorang hamba.”


5. Perintah Kedua: Masuk Dengan Rendah Hati

Allah berfirman:

وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا

“Masuklah melalui pintu gerbang sambil bersujud.”

Artinya:

➡ tunduk
➡ rendah hati
➡ tidak sombong

Ini pelajaran besar.

Kadang manusia ketika mendapat nikmat:

rumah baru
jabatan baru
mobil baru

jalannya berubah…

dulu jalan ke masjid cepat

sekarang ke masjid lambat…

ke mall cepat…

ke masjid sinyalnya lemah 😄


6. Perintah Ketiga: Mengucapkan Taubat

Allah berfirman:

وَقُولُوا حِطَّةٌ

“Katakanlah: Hiththah (ampunilah dosa kami).”

Menurut tafsir Ibnu Katsir:

حِطَّةٌ
artinya:

“Ya Allah, hapuskan dosa kami.”

Ini menunjukkan nikmat harus disertai taubat.

Kenapa?

Karena manusia sering lupa kepada Allah ketika hidup enak.


7. Hadis Tentang Taubat

Rasulullah bersabda:

رَوَى البُخَارِي وَمُسْلِم

وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

“Demi Allah, aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah lebih dari 70 kali sehari.”
(HR Bukhari)

Padahal beliau:

✔ Nabi
✔ Dijamin surga
✔ Ma’shum

Lalu kita?

Istighfar sehari kadang belum tentu 7 kali…

Itu pun kadang sambil lihat HP 😄


8. Janji Ampunan Allah

Allah berjanji:

نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ

“Kami akan mengampuni dosa kalian.”

Allah bukan hanya memberi nikmat.

Allah memberi:

✔ ampunan
✔ rahmat
✔ tambahan pahala

Allah berfirman:

Az-Zumar : 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

“Katakanlah: Wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan putus asa dari rahmat Allah.”


9. Tambahan Karunia Bagi Orang Baik

Allah berfirman:

وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ

“Kami akan menambah karunia kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Imam Ath-Thabari menjelaskan:

الزيادة هي الثواب والكرامة في الدنيا والآخرة
“Tambahan itu berupa pahala dan kemuliaan di dunia dan akhirat.”

Artinya:

Allah memberi bonus spiritual.


10. Pelajaran Besar Dari Ayat Ini

Ada 4 pelajaran penting:

1. Nikmat Allah harus disyukuri

2. Kesuksesan harus diiringi kerendahan hati

3. Taubat membuka pintu ampunan

4. Allah menambah nikmat bagi orang baik


11. Humor Ceramah 

Kadang manusia ini lucu.

Kalau miskin:

“Ya Allah tolonglah aku…”

Begitu kaya:

“Ya Allah nanti dulu… aku lagi meeting…”

Kalau susah:

masjid penuh.

Kalau sudah kaya:

masjid jadi tempat parkir saja 😄

Masuk masjid cuma sebentar:

bukan shalat…

tapi nunggu sandal hilang 😄


12. Penutup Ceramah

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Bani Israil hanya diminta:

✔ masuk negeri
✔ bersujud
✔ minta ampun

Perintah sederhana.

Tapi mereka gagal karena kesombongan.

Maka jangan sampai kita juga gagal.

Kalau Allah memberi:

✔ kesehatan
✔ keluarga
✔ rezeki

Balas dengan:

✔ sujud
✔ syukur
✔ taubat.


Doa Penutup

اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها دقها وجلها أولها وآخرها سرها وعلانيتها

Ya Allah ampunilah dosa kami semuanya.

اللهم اجعلنا من الشاكرين الذاكرين التائبين

Ya Allah jadikan kami hamba yang bersyukur, banyak berdzikir, dan selalu bertaubat.

اللهم زدنا ولا تنقصنا وأكرمنا ولا تهنا

Ya Allah tambahkan nikmat kepada kami, jangan Engkau kurangi.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة

Ya Allah jangan Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar