Ketika Batu Memancarkan Air: Mukjizat, Ikhtiar, dan Larangan Merusak Bumi
“Ketika Batu Memancarkan Air: Mukjizat, Ikhtiar, dan Larangan Merusak Bumi”
Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita merenungkan sebuah ayat yang penuh mukjizat, penuh pelajaran kehidupan, dan penuh teguran bagi manusia.
Allah berfirman:
Ayat Utama
وَاِذِ اسْتَسْقٰى مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ فَقُلْنَا اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْحَجَرَۗ فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۗ قَدْ عَلِمَ كُلُّ اُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۗ كُلُوْا وَاشْرَبُوْا مِنْ رِّزْقِ اللّٰهِ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya. Lalu Kami berfirman: pukullah batu itu dengan tongkatmu. Maka memancarlah darinya dua belas mata air. Setiap suku mengetahui tempat minumnya masing-masing. Makan dan minumlah dari rezeki Allah dan janganlah berbuat kerusakan di bumi.”
(QS Al-Baqarah: 60)
1
Mukjizat Nabi Musa: Air Keluar Dari Batu
Bayangkan suasananya…
Padang pasir Sinai.
Panasnya bukan main.
Pasir seperti bara api.
Air tidak ada.
Kaum Bani Israil mulai panik, gelisah, dan kehausan.
Lalu Nabi Musa berdoa.
Allah memerintahkan:
“Pukullah batu itu.”
Tongkat dipukulkan…
dan BOOM!
Batu keras itu meledak memancarkan air.
Bukan satu.
Dua belas mata air!
Untuk dua belas suku Bani Israil.
Tafsir Ulama
Imam Ibnu Katsir berkata dalam kitabnya:
Tafsir Ibn Kathir
فضرب الحجر فانفجرت منه اثنتا عشرة عينا بعدد أسباط بني إسرائيل
“Ketika Musa memukul batu itu, maka memancarlah dua belas mata air sesuai jumlah suku Bani Israil.”
Rujukan:
Tafsir Ibn Kathir (1/230)
Imam At-Thabari berkata:
جعل الله لكل سبط عينًا لئلا يزدحموا
“Allah menjadikan satu mata air untuk setiap suku agar mereka tidak saling berebut.”
Rujukan:
Tafsir At-Thabari (2/64)
Subhanallah.
Allah bahkan mengatur distribusi air agar tidak terjadi konflik sosial.
Humor
Kalau kejadian itu terjadi hari ini mungkin begini:
Batu dipukul… keluar air…
Langsung ada yang teriak:
“Pak Musa! WiFi keluar juga gak dari batu itu?”
🤣🤣🤣
Kadang manusia sekarang…
Air keluar dari batu masih kurang.
Harus ada WiFi dan charger HP juga baru bahagia.
2
Allah Mengajarkan Hubungan Sebab dan Akibat
Allah sebenarnya bisa saja langsung mengeluarkan air tanpa dipukul.
Tapi Allah ingin mengajarkan sunatullah: sebab dan akibat.
Ada usaha.
Ada ikhtiar.
Baru datang pertolongan Allah.
Allah berfirman:
Dalil Qur’an
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰى
“Bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang dia usahakan.”
(QS An-Najm: 39)
Tafsir Ulama
Imam Al-Qurthubi berkata:
الآية دليل على أن الإنسان لا ينال الأجر إلا بالسعي
“Ayat ini menunjukkan bahwa manusia tidak mendapatkan hasil kecuali dengan usaha.”
Rujukan:
Tafsir Al-Qurthubi (17/114)
Humor lagi
Kadang ada orang bilang:
“Ustadz saya pasrah saja sama Allah.”
Ditanya:
“Kerja apa?”
“Belum kerja.”
“Cari kerja?”
“Belum.”
“Lamar kerja?”
“Belum.”
Lalu bilang:
“Rezeki sudah diatur Allah.”
🤣🤣🤣
Betul rezeki diatur Allah…
Tapi bukan berarti kita rebahan sambil nunggu transfer dari langit.
3
Mukjizat Para Nabi Sesuai Zaman
Para ulama menjelaskan bahwa mukjizat selalu sesuai zaman umatnya.
Penjelasan Ulama
Ibnu Taimiyyah berkata:
معجزات الأنبياء تناسب أحوال أقوامهم
“Mukjizat para nabi selalu sesuai dengan keadaan umatnya.”
Rujukan:
Majmu’ Fatawa (11/313)
Contoh:
Zaman Musa
→ terkenal sihir
Maka mukjizatnya mengalahkan sihir
Zaman Isa
→ terkenal pengobatan
Mukjizatnya menyembuhkan penyakit
Zaman Nabi Muhammad
→ terkenal sastra
Mukjizatnya Al-Qur’an yang tak tertandingi
Dalil Hadis
Rasulullah bersabda:
مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مِنَ الآيَاتِ مَا مِثْلُهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ
“Tidak ada seorang nabi kecuali diberi mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya.”
(HR Bukhari)
4
Rezeki Allah Untuk Semua Makhluk
Allah berfirman dalam ayat ini:
كُلُوا وَاشْرَبُوا مِنْ رِزْقِ اللَّهِ
“Makan dan minumlah dari rezeki Allah.”
Dalil Qur’an
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا
“Tidak ada satu makhluk pun di bumi melainkan Allah yang menjamin rezekinya.”
(QS Hud: 6)
Tafsir Ulama
Imam Al-Baghawi berkata:
تكفل الله بأرزاق الخلق جميعًا
“Allah menjamin rezeki seluruh makhluk.”
Rujukan:
Tafsir Al-Baghawi (2/335)
Humor
Kalau kita lihat ayam…
Tidak pernah sekolah bisnis.
Tidak pernah ikut seminar motivasi.
Tidak punya CV.
Tidak punya LinkedIn.
Tapi tiap pagi tetap makan.
Kenapa?
Karena Allah yang memberi rezeki.
Tapi ayam tetap bangun pagi dan cari makan.
Bukan rebahan di kandang sambil bilang:
“Rezeki sudah diatur.”
🤣🤣🤣
5
Larangan Merusak Bumi
Allah menutup ayat ini dengan peringatan keras:
وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ
“Janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi.”
Dalil Qur’an
وَلَا تُفْسِدُوا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا
“Janganlah membuat kerusakan di bumi setelah Allah memperbaikinya.”
(QS Al-A’raf: 56)
Tafsir Ulama
Imam Fakhruddin Ar-Razi berkata:
الفساد يشمل الظلم والمعاصي والتخريب
“Kerusakan mencakup kezaliman, maksiat, dan penghancuran lingkungan.”
Rujukan:
Tafsir Ar-Razi (14/213)
Humor
Kadang manusia ini aneh.
Kalau rumahnya bocor…
Langsung panik.
Tapi kalau bumi rusak, sungai kotor, hutan habis…
Santai saja.
Padahal bumi ini rumah kita bersama.
Kalau rumah bocor kita marah.
Kalau bumi rusak… malah kita yang merusaknya.
Kesimpulan Ceramah
Dari ayat ini kita belajar:
1️⃣ Allah Maha Kuasa memberi mukjizat
2️⃣ Rezeki Allah luas
3️⃣ Ikhtiar harus dilakukan
4️⃣ Mukjizat para nabi sesuai zaman
5️⃣ Manusia dilarang merusak bumi
Penutup
Semoga kita termasuk orang yang:
- bersyukur atas rezeki Allah
- rajin berusaha
- menjaga bumi
- dan tidak menjadi perusak di dunia.
Amin ya Rabbal ‘alamin.
Post a Comment