Ketika Manusia Menukar Nikmat Allah dengan Keinginan Dunia


“Ketika Manusia Menukar Nikmat Allah dengan Keinginan Dunia”

Tadabbur QS. Al-Baqarah Ayat 61


1. Pembukaan

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.

أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Salah satu penyakit paling berbahaya dalam kehidupan manusia adalah tidak puas terhadap nikmat Allah.

Sudah diberi nikmat… masih mengeluh.
Sudah diberi kemudahan… masih merasa kurang.

Penyakit ini sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu pada Bani Israil, dan Allah abadikan kisahnya dalam Al-Qur'an agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ مِنْۢ بَقْلِهَا وَقِثَّاۤىِٕهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا

قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ

(Al-Baqarah: 61)

Artinya:

“Ketika kalian berkata: Wahai Musa, kami tidak tahan hanya dengan satu makanan saja. Maka mintalah kepada Tuhanmu agar Dia mengeluarkan bagi kami apa yang ditumbuhkan bumi seperti sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah. Musa berkata: Apakah kalian menukar yang lebih baik dengan yang lebih rendah?”


3. Latar Belakang Ayat

Sebelumnya Allah telah memberi makanan luar biasa kepada mereka:

Mann dan Salwa

Allah berfirman:

وَأَنزَلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى

“Kami turunkan kepada kalian manna dan salwa.”
(QS Al-Baqarah:57)

Mann
makanan manis seperti madu.

Salwa
burung seperti puyuh.

Artinya setiap hari mereka dapat makanan siap saji dari langit.

Tidak perlu kerja.
Tidak perlu masak.
Tidak perlu ke pasar.

Bayangkan…

Ini seperti catering langit level VIP.


Humor segar

Kalau zaman sekarang mungkin ada yang protes juga.

“Ya Musa… bosan nih makan catering terus…”

“Ganti dong… minimal ayam geprek level 10… biar ada sensasi hidup!”

Jamaah ketawa.

Padahal itu makanan dari langit langsung.


4. Penyakit Hati Bani Israil

Para ulama menjelaskan penyakit mereka.

1 Tidak Bersyukur

Allah berfirman

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Jika kalian bersyukur pasti Aku tambah nikmat kalian.”
(QS Ibrahim:7)

Imam Ibnu Katsir menjelaskan

كفران النعم سبب زوالها

“Mengingkari nikmat adalah sebab hilangnya nikmat.”

Footnote
Tafsir Ibn Katsir (1/233)


Humor ringan

Kadang manusia aneh.

Sudah punya motor… ingin mobil.
Sudah punya mobil… ingin helikopter.

Sudah punya helikopter…
ingin punya tetangga yang tidak iri.

Jamaah biasanya ketawa.


5. Menukar yang Lebih Baik dengan yang Lebih Rendah

Nabi Musa berkata

اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ

“Apakah kalian menukar yang lebih rendah dengan yang lebih baik?”

Ini pelajaran besar.

Manusia sering melakukan ini.

Contohnya:

menukar

iman → dunia
shalat → kesibukan
Al-Qur'an → hiburan


Allah berfirman

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا
وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

“Kalian lebih memilih kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”
(QS Al-A'la:16-17)


6. Akibat Durhaka

Allah berfirman

وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ

“Mereka ditimpa kehinaan dan kemiskinan.”

Imam Al-Qurthubi berkata

الذلة عقوبة المعصية

“Kehinaan adalah hukuman dari maksiat.”

Footnote
Tafsir Al-Qurthubi (2/245)


7. Penyebab Murka Allah

Allah menjelaskan sebabnya.

1 Kufur terhadap ayat Allah

كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ

“Mereka mengingkari ayat-ayat Allah.”


2 Membunuh para nabi

وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ الْحَقِّ

“Mereka membunuh para nabi tanpa hak.”

Ibnu Katsir menjelaskan:

قتل الأنبياء أعظم الجرائم

“Membunuh nabi adalah kejahatan paling besar.”

Footnote
Tafsir Ibn Katsir (1/236)


8. Penyakit Berulang

Allah menyebut sebab terakhir

بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

“Karena mereka durhaka dan melampaui batas.”

Imam Ar-Razi menjelaskan

المعصية إذا تكررت صارت عادة

“Maksiat jika sering dilakukan akan menjadi kebiasaan.”

Footnote
Tafsir Mafatih Al-Ghaib (3/141)


Humor ringan

Makanya hati-hati.

Dosa itu seperti makan kerupuk.

Awalnya satu…

Lama-lama…

sebaskom.

Jamaah ketawa.


9. Pelajaran Besar Untuk Kita

Ayat ini bukan hanya cerita Bani Israil.

Ini cermin bagi umat Islam.

Apakah kita juga sering:

mengeluh nikmat Allah?

Contoh:

rumah sudah ada
masih mengeluh

padahal di Gaza banyak orang tidur di reruntuhan.

Makanan kita berlimpah
tetapi masih mengeluh

padahal di Afrika banyak orang tidak makan berhari-hari.


10. Nabi Mengajarkan Qanaah

Rasulullah bersabda

ارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Ridhalah dengan apa yang Allah bagi untukmu maka engkau akan menjadi manusia paling kaya.”

(HR Tirmidzi)


Dan Nabi juga bersabda

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ

“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian.”

(HR Bukhari Muslim)

Artinya

agar kita bersyukur.


11. Humor 

Kadang manusia lucu.

Kalau gajinya naik:

“Alhamdulillah.”

Tapi kalau tagihan naik:

“Ini pasti ujian berat dari Allah…”

Jamaah ketawa.

Padahal dua-duanya sama.

Sama-sama takdir Allah.


12. Kesimpulan

Pelajaran dari ayat ini:

1 Jangan meremehkan nikmat Allah
2 Jangan menukar akhirat dengan dunia
3 Bersyukur menjaga nikmat
4 Maksiat membawa kehinaan
5 Qanaah adalah kekayaan sejati


13. Doa 

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك

اللهم اجعلنا من الشاكرين لنعمك

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا ولا مبلغ علمنا

اللهم ارزقنا قلوبا قانعة شاكرة

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة

إنك أنت الوهاب

Tidak ada komentar