KETIKA PERINTAH ALLAH DIPERMAINKAN: KISAH WABAH YANG MENGHANCURKAN BANI ISRAIL
“KETIKA PERINTAH ALLAH DIPERMAINKAN: KISAH WABAH YANG MENGHANCURKAN BANI ISRAIL”
Tafsir Surah Al-Baqarah 58–59
1. Pembukaan Khutbah
الحمد لله رب العالمين، الحمد لله الذي هدانا لهذا وما كنا لنهتدي لولا أن هدانا الله.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du…
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita merenungkan kisah yang sangat mengguncang hati.
Kisah suatu kaum yang:
- diselamatkan Allah
- diberi mukjizat
- diberi makanan dari langit
tetapi akhirnya ditimpa azab yang mengerikan.
Kisah itu adalah Bani Israil.
Allah berfirman:
Surah Al-Baqarah ayat 58
وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْ ۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
“Masuklah kalian ke negeri ini dan makanlah dari rezekinya dengan nikmat sesukamu. Masuklah melalui pintunya sambil bersujud dan katakanlah: ‘Ampunilah kami’, niscaya Kami ampuni dosa-dosa kalian dan Kami akan menambah karunia kepada orang-orang yang berbuat baik.”
2. Nikmat Besar Yang Allah Berikan
Bayangkan keadaan mereka.
Mereka baru saja keluar dari Mesir.
Fir’aun tenggelam.
Allah membelah laut.
Allah memberi makanan dari langit.
Allah memberi air dari batu.
Allah memberi awan untuk melindungi panas gurun.
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan:
ظللهم الله بالغمام وأنزل عليهم المن والسلوى
“Allah menaungi mereka dengan awan dan menurunkan manna dan salwa.”
(Tafsir Ibnu Katsir)
Tidak ada kaum yang diberi nikmat seperti itu.
3. Perintah Allah Sangat Mudah
Allah hanya memberi tiga perintah.
Masuk negeri.
Makan nikmat.
Minta ampun.
Allah berkata:
وَقُوْلُوْا حِطَّةٌ
“Katakanlah: Hapuskan dosa kami.”
Hanya satu kata.
Hiththah.
Ampuni kami.
4. Kesombongan Yang Menghancurkan
Tetapi manusia sering gagal pada perintah sederhana.
Allah berfirman setelah itu:
Surah Al-Baqarah ayat 59
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ
“Orang-orang zalim mengganti perkataan yang diperintahkan kepada mereka.”
Dalam tafsir Ath-Thabari disebutkan:
Mereka tidak berkata حطة
tetapi mereka mengubahnya menjadi kata ejekan.
Mereka masuk kota bukan dengan tunduk.
Tetapi dengan sombong.
5. Humor Ringan
Kadang manusia juga begitu.
Kalau disuruh taubat…
jawabannya:
“Nanti dulu ustadz… saya masih muda.”
Padahal umur itu seperti pulsa.
Kita tidak tahu kapan habis.
Kadang orang lebih takut kuota internet habis daripada umur habis 😄
6. Datangnya Azab Yang Mengerikan
Ketika mereka meremehkan perintah Allah…
maka Allah menurunkan hukuman.
Allah berfirman:
Surah Al-Baqarah ayat 59
فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِّنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ
“Maka Kami turunkan kepada orang-orang zalim itu azab dari langit karena mereka berbuat fasik.”
Para ulama tafsir menjelaskan:
رجز من السماء
adalah wabah tha’un (penyakit mematikan).
Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan:
هو الطاعون
“Itu adalah wabah tha’un.”
7. Gambaran Wabah Itu
Bayangkan suasana saat itu.
Kota yang penuh kehidupan…
tiba-tiba berubah menjadi kota kematian.
Orang-orang mulai sakit.
Demam tinggi.
Tubuh lemah.
Satu rumah menangis.
Lalu rumah lain menangis.
Lalu seluruh kota menangis.
Dalam riwayat disebutkan:
70.000 orang mati dalam waktu singkat.
Sebagian ulama mengatakan bahkan lebih banyak.
Tangisan terdengar di setiap sudut kota.
8. Renungan Mendalam
Saudara-saudaraku…
Kenapa azab itu datang?
Bukan karena mereka miskin.
Bukan karena mereka lemah.
Tetapi karena mereka mempermainkan perintah Allah.
9. Pelajaran Untuk Kita
Hari ini kita juga hidup dengan banyak nikmat.
Kesehatan.
Keluarga.
Rezeki.
Tetapi berapa banyak manusia yang:
- meninggalkan shalat
- meremehkan dosa
- menunda taubat
Padahal Allah berfirman:
Az-Zumar 53
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah: Wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan putus asa dari rahmat Allah.”
10. Hadis Tentang Wabah
Rasulullah bersabda:
الطَّاعُونُ رِجْزٌ أُرْسِلَ عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ
“Tha’un adalah azab yang pernah dikirim kepada Bani Israil.”
(HR Bukhari)
Tetapi bagi orang beriman yang sabar…
wabah bisa menjadi rahmat dan syahid.
11. Puncak Emosi Ceramah
Saudara-saudaraku…
Bayangkan jika malam ini Allah menghitung dosa kita.
Berapa dosa mata kita.
Berapa dosa lisan kita.
Berapa dosa hati kita.
Berapa kali kita menunda shalat.
Berapa kali kita menyakiti orang.
Berapa kali kita melupakan Allah.
Kalau Allah menghitung semua itu…
siapa di antara kita yang selamat?
12. Turun Ke Nada Sangat Lembut
Tetapi kabar baiknya…
Allah masih membuka pintu taubat.
Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
“Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.”
(HR Tirmidzi)
13. Ajakan Taubat
Saudara-saudaraku…
Jika Bani Israil dihancurkan karena kesombongan…
maka kita selamat karena taubat.
Mari kita tundukkan hati kita.
Mari kita kembali kepada Allah.
Penutup Ceramah
Ya Allah…
jangan Engkau jadikan kami seperti kaum yang Engkau ceritakan dalam Al-Qur’an.
Jangan Engkau jadikan hati kami keras.
Jangan Engkau cabut iman dari hati kami.
Ya Allah jadikan kami hamba yang:
- bersyukur
- bertaubat
- taat kepada-Mu.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment