KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU AMPUNAN… TAPI MANUSIA MENOLAKNYA
“KETIKA ALLAH MEMBUKA PINTU AMPUNAN… TAPI MANUSIA MENOLAKNYA”
Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 58
1. Pembukaan
الحمد لله رب العالمين، نحمده حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى، له الحمد في الأولى والآخرة وله الحكم وإليه ترجعون.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Amma ba’du…
Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah…
Hari ini kita merenungkan satu ayat yang luar biasa.
Ayat yang bukan hanya menceritakan sejarah…
tetapi menceritakan sifat manusia sepanjang zaman.
Allah berfirman:
Al-Baqarah : 58
وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْ ۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya:
“Masuklah kalian ke negeri ini, makanlah dari rezekinya dengan nikmat sesukamu. Masuklah melalui pintunya sambil bersujud dan katakanlah: ‘Hiththah (ampunilah dosa kami).’ Niscaya Kami ampuni dosa-dosa kalian, dan Kami akan menambah karunia kepada orang-orang yang berbuat baik.”
2. Kisah Dramatis Bani Israil
Bayangkan suasana saat itu…
Bani Israil baru saja keluar dari penindasan Fir’aun.
Mereka berjalan di padang pasir.
Haus…
Lapar…
Takut…
Tetapi Allah menolong mereka.
Allah membelah laut.
Allah menurunkan manna dan salwa.
Allah memberi air dari batu.
Dan sekarang…
Allah berkata kepada mereka:
“Masuklah ke negeri yang subur.”
Negeri itu adalah Baitul Maqdis.
Negeri penuh berkah.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
Al-Anbiya : 71
وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ
“Kami selamatkan Ibrahim dan Luth menuju negeri yang Kami berkahi untuk seluruh alam.”
3. Perintah Allah Sangat Mudah
Allah hanya meminta tiga hal sederhana.
Pertama:
Masuk negeri itu.
Kedua:
Makan nikmat Allah.
Ketiga:
Masuk dengan tunduk dan minta ampun.
Lihatlah rahmat Allah…
Allah tidak berkata:
“Masuklah dengan membawa emas.”
Tidak.
Allah berkata:
“Masuklah sambil berkata: ampuni kami.”
4. Inilah Rahasia Ampunan
Allah mengajarkan satu kata:
حِطَّةٌ
Artinya:
“Ya Allah… hapuskan dosa kami.”
Imam Ibnu Katsir menjelaskan:
أي احطط عنا خطايانا
“Ya Allah hapuskan dosa-dosa kami.”
Satu kata saja.
Bukan ritual rumit.
Bukan syarat berat.
Hanya kerendahan hati.
5. Tapi Di Sinilah Manusia Gagal
Saudara-saudaraku…
Manusia sering gagal bukan karena perintah sulit.
Tetapi karena hati yang sombong.
Setelah ayat ini Allah berfirman:
Al-Baqarah : 59
فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ
“Orang-orang zalim mengganti perkataan yang diperintahkan kepada mereka.”
Mereka tidak berkata:
“حطة”
Tetapi mereka mengejek.
Mereka berkata kata lain sebagai olokan.
Inilah kesombongan manusia.
6. Hubungkan Dengan Kehidupan Kita
Hari ini…
Allah juga memberi kita negeri.
Memberi kita rezeki.
Memberi kita kesehatan.
Memberi kita keluarga.
Tetapi berapa banyak manusia yang ketika diberi nikmat…
justru melupakan Allah.
Ketika sakit:
“Ya Allah tolong aku…”
Ketika sehat:
“Ya Allah nanti dulu… aku sibuk…”
Ketika miskin:
masjid penuh.
Ketika kaya:
masjid sepi.
7. Hadis Tentang Hati Yang Sombong
Rasulullah bersabda:
لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر
“Tidak akan masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan walau sebesar biji sawi.”
(HR Muslim)
Kesombongan itu bukan hanya:
meremehkan orang.
Tetapi meremehkan perintah Allah.
8. Humor
Kadang manusia ini unik.
Kalau handphone rusak…
panik.
Kalau iman rusak…
santai.
Kalau baterai HP tinggal 5%…
langsung cari charger.
Kalau iman tinggal 5%…
tidur dulu 😄
Padahal charger iman itu masjid.
9. Puncak Renungan
Saudara-saudaraku…
Bayangkan satu hal.
Allah membuka pintu ampunan.
Allah berkata:
“Katakan saja: ampuni kami.”
Tetapi manusia malah mengejek.
Betapa kerasnya hati manusia.
Padahal Allah berfirman:
Az-Zumar : 53
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Katakanlah wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya, jangan putus asa dari rahmat Allah.”
10. Menggugah Hati
Saudara-saudaraku…
Berapa banyak dosa yang kita bawa hari ini.
Dosa mata…
Dosa lisan…
Dosa hati…
Dosa yang tidak diketahui manusia…
tetapi Allah melihat semuanya.
Allah berfirman:
Qaf : 18
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak satu kata pun diucapkan kecuali dicatat oleh malaikat.”
11. Ajakan Taubat
Tetapi kabar baiknya…
Pintu taubat masih terbuka.
Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ
“Allah membuka tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berdosa di siang hari.”
(HR Muslim)
MUNAJAT
Perlahan…
Ajak jamaah menundukkan kepala.
اللهم يا ربنا…
Ya Allah…
Kami datang kepada-Mu malam ini dengan hati yang penuh dosa.
Kami datang membawa kesalahan yang tak terhitung.
اللهم إن كانت ذنوبنا كثيرة فإن عفوك أعظم
Ya Allah jika dosa kami banyak…
ampunan-Mu jauh lebih besar.
Ya Allah…
berapa banyak nikmat yang Engkau berikan kepada kami…
tetapi kami lupa bersyukur.
Berapa banyak waktu yang Engkau beri…
tetapi kami habiskan untuk maksiat.
Berapa banyak panggilan adzan…
tetapi kami abaikan.
Ya Allah…
jika Engkau menghitung dosa kami satu per satu…
kami tidak akan sanggup berdiri di hadapan-Mu.
لكن يا الله…
tetapi Engkau berkata dalam kitab-Mu:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.”
Ya Allah…
ampuni dosa kami…
dosa orang tua kami…
dosa pasangan kami…
dosa anak-anak kami…
Ya Allah jangan Engkau cabut iman dari hati kami.
Ya Allah jangan Engkau wafatkan kami kecuali dalam keadaan sujud kepada-Mu.
Ya Allah…
jika malam ini Engkau ampuni dosa kami…
maka tidak ada manusia yang lebih beruntung dari kami.
لكن يا الله…
jika Engkau tolak doa kami…
kepada siapa lagi kami akan memohon?
يا رب…
kami tidak punya pintu selain pintu-Mu.
Kami tidak punya Tuhan selain Engkau.
Kami tidak punya harapan selain rahmat-Mu.
فاغفر لنا يا رب العالمين
Ampuni kami wahai Rabb semesta alam.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment