Tangisan Nabi Ibrahim Ketika Membangun Ka'bah


Tangisan Nabi Ibrahim Ketika Membangun Ka'bah

Tafsir QS Al-Baqarah 125–127


1. Pembukaan 

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah…

Jika kita berbicara tentang pusat ibadah umat Islam di dunia, maka hati kita langsung teringat kepada satu tempat suci.

Tempat yang setiap hari disebut dalam doa.

Tempat yang setiap hari menjadi arah shalat kita.

Tempat yang selalu dirindukan oleh jutaan manusia.

Tempat itu adalah Ka'bah yang berada di kota suci
Mecca.

Namun sedikit orang yang merenungkan bagaimana awal mula rumah suci itu dibangun.

Al-Qur’an membawa kita kembali kepada kisah yang sangat menyentuh.

Kisah dua nabi yang sedang mengangkat batu demi batu.

Mereka adalah Nabi
Abraham
dan putranya
Ismail.


2. Membaca Ayat

Allah berfirman:

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا

“Dan ingatlah ketika Kami menjadikan rumah itu tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman.”

(QS Al-Baqarah:125)

Rumah itu adalah Ka'bah.

Tempat manusia dari seluruh dunia datang untuk beribadah kepada Allah.


3. Ka'bah sebagai Tempat Aman

Allah menyebut Ka'bah sebagai tempat aman.

Sejak zaman dahulu orang datang ke sana dengan penuh ketenangan.

Orang yang datang ke rumah Allah membawa harapan:

  • ingin diampuni dosanya
  • ingin didekatkan kepada Allah
  • ingin merasakan ketenangan hati

Karena Ka'bah bukan sekadar bangunan.

Ka'bah adalah simbol tauhid umat manusia.


4. Kisah Pembangunan Ka'bah

Allah kemudian berfirman:

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ

“Dan ingatlah ketika Ibrahim meninggikan fondasi rumah itu bersama Ismail.”

(QS Al-Baqarah:127)

Bayangkan pemandangan ini.

Seorang nabi tua mengangkat batu.

Di sampingnya seorang anak muda membantu.

Batu demi batu disusun.

Tidak ada istana.

Tidak ada kemewahan.

Yang ada hanya ketaatan kepada Allah.


5. Doa yang Sangat Menyentuh

Yang paling mengharukan adalah doa mereka ketika membangun Ka'bah.

Mereka berkata:

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا

“Wahai Tuhan kami, terimalah amal dari kami.”

Subhanallah…

Padahal yang mereka bangun adalah rumah Allah.

Namun mereka tetap khawatir amal mereka tidak diterima.

Inilah sifat orang saleh.

Semakin besar amalnya…

semakin besar pula rasa takutnya kepada Allah.


6. Renungan tentang Keikhlasan

Saudara-saudaraku…

kadang manusia melakukan amal kecil tetapi ingin dipuji.

Sedangkan para nabi melakukan amal besar namun tetap takut amalnya tidak diterima.

Ini menunjukkan bahwa nilai amal di sisi Allah bukan hanya pada besarnya amal.

Tetapi pada keikhlasan hati.


Humor 

Kadang manusia melakukan satu kebaikan kecil…

langsung ingin semua orang tahu.

Baru menyumbang sedikit…

sudah ingin namanya ditulis besar di papan.

Padahal Nabi Ibrahim membangun Ka'bah…

tetapi yang beliau khawatirkan adalah:

“Apakah Allah menerima amal ini?”

Jamaah biasanya tersenyum mendengar perbandingan ini.


7. Awal Kota Suci Mekkah

Saudara-saudaraku…

ketika Nabi Ibrahim meninggalkan keluarganya di padang tandus dahulu…

tidak ada kota.

Tidak ada rumah.

Tidak ada manusia.

Hanya padang pasir yang sunyi.

Namun karena ketaatan kepada Allah…

tempat itu akhirnya menjadi kota suci
Mecca.

Dan hingga hari ini jutaan manusia datang ke sana.


8. Renungan Besar tentang Rumah Allah

Ka'bah adalah pusat ibadah umat Islam.

Setiap hari miliaran manusia menghadap ke arah yang sama ketika shalat.

Ini menunjukkan bahwa umat Islam di seluruh dunia memiliki satu arah.

Satu tujuan.

Satu Tuhan.

Yaitu Allah.


9. Penutup 

Saudara-saudaraku…

setiap kali kita menghadap Ka'bah dalam shalat…

ingatlah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Mereka membangun rumah Allah dengan air mata, doa, dan ketaatan.

Maka mari kita hidupkan shalat kita dengan hati yang hadir.

Karena shalat kita menghadap rumah yang dibangun oleh dua nabi besar dengan penuh keikhlasan.


Doa 

اللهم ارزقنا زيارة بيتك الحرام

Ya Allah karuniakan kepada kami kesempatan mengunjungi rumah-Mu yang suci.

اللهم تقبل منا أعمالنا

Ya Allah terimalah amal-amal kami.

اللهم اجعل قلوبنا معلقة ببيتك الحرام

Ya Allah jadikan hati kami selalu rindu kepada rumah-Mu yang suci.

ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم

Wahai Tuhan kami terimalah amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

آمين يا رب العالمين



Tidak ada komentar