UMMAT AKHIR ZAMAN: ANTARA FITNAH DAJJAL DAN JANJI KEMENANGAN ALLAH
KHUTBAH IDUL FITRI
“UMMAT AKHIR ZAMAN: ANTARA FITNAH DAJJAL DAN JANJI KEMENANGAN ALLAH”
KHUTBAH PERTAMA
الله أكبر الله أكبر الله أكبر
لا إله إلا الله والله أكبر
الله أكبر ولله الحمد
الحمد لله الذي هدانا للإسلام، وجعلنا من أمة سيد الأنام، أحمده سبحانه وأشكره على نعمه الجسام، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد
Jamaah shalat Idul Fitri rahimakumullah
Hari ini adalah hari kemenangan.
Hari ketika orang-orang beriman keluar dari madrasah Ramadhan dengan hati yang telah dibersihkan.
Allah berfirman:
Al-Qur'an
Surah Al-A’la ayat 14-15
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّى
وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
Artinya:
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan dirinya dan mengingat nama Tuhannya lalu ia shalat.”
Jamaah yang dimuliakan Allah
Ramadhan telah pergi…
Masjid yang penuh mulai sepi…
Air mata taubat mulai mengering…
Tetapi satu pertanyaan besar mengguncang hati kita:
Apakah kita masih hidup dalam ketaatan setelah Ramadhan?
Karena kita hidup bukan pada zaman biasa…
Kita hidup pada akhir zaman.
Kita Hidup di Ujung Sejarah Manusia
Allah berfirman:
Surah Al-Ahzab ayat 40
مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَٰكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
Artinya
“Muhammad adalah Rasul Allah dan penutup para nabi.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ
“Aku diutus dan hari kiamat seperti dua jari ini.”
(HR Muslim ibn al-Hajjaj)
Nabi mengangkat jari telunjuk dan jari tengah.
Artinya…
jarak antara kita dan kiamat sangat dekat.
Fitnah Terbesar Sepanjang Sejarah
Jamaah yang dimuliakan Allah
Rasulullah ﷺ memperingatkan sesuatu yang sangat mengerikan.
Beliau bersabda:
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ
أَمْرٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Sejak penciptaan Adam sampai kiamat tidak ada fitnah yang lebih besar daripada Dajjal.”
(HR Muslim ibn al-Hajjaj)
Bayangkan…
Seorang manusia buta sebelah…
Tertulis di dahinya:
ك ف ر
Kafir.
Tetapi manusia tetap mengikutinya.
Kenapa?
Karena ia membawa fitnah yang luar biasa.
Kisah Dramatis Kemunculan Dajjal
Rasulullah ﷺ menggambarkan kemunculan Dajjal.
Ia keluar ketika dunia dipenuhi kekacauan.
Perang…
krisis ekonomi…
kelaparan…
Kemudian datang seorang manusia membawa keajaiban.
Ia berkata kepada manusia:
“Aku tuhan kalian.”
Sebagian manusia tertipu.
Sebagian manusia sujud kepadanya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَعَهُ جَنَّةٌ وَنَارٌ
“Dia membawa surga dan neraka.”
(HR Muslim ibn al-Hajjaj)
Tetapi Nabi berkata:
نَارُهُ جَنَّةٌ وَجَنَّتُهُ نَارٌ
“Nerakanya sebenarnya surga dan surganya sebenarnya neraka.”
Dunia Seperti Film Menuju Episode Terakhir
Jamaah yang dimuliakan Allah
Dunia sekarang seperti sebuah film yang mendekati episode terakhir.
Kerusakan merajalela.
Allah berfirman:
Surah Ar-Rum ayat 41
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan manusia.”
Namun jangan putus asa.
Karena Allah telah menyiapkan akhir cerita yang indah bagi orang beriman.
Turunnya Nabi Isa
Ketika dunia hampir hancur…
Ketika manusia tertipu oleh Dajjal…
Langit akan terbelah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقَ دِمَشْقَ
“Nabi Isa turun di menara putih di timur Damaskus.”
(HR Muslim ibn al-Hajjaj)
Bayangkan suasana itu…
Langit malam terbuka…
Malaikat turun membawa Nabi Isa…
Pakaiannya bercahaya…
Tetesan air jatuh dari rambutnya…
Dan beliau datang untuk satu misi:
menghancurkan Dajjal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَيَقْتُلُ الدَّجَّالَ
“Lalu Nabi Isa membunuh Dajjal.”
(HR Muslim ibn al-Hajjaj)
KHUTBAH KEDUA
الله أكبر الله أكبر الله أكبر
ولله الحمد
Jamaah yang dimuliakan Allah
Rasulullah ﷺ memberi satu peringatan penting.
Beliau bersabda:
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ
“Segeralah beramal sebelum datang fitnah seperti malam yang gelap.”
(HR Muslim ibn al-Hajjaj)
Artinya…
Fitnah akan datang bertubi-tubi.
Hari ini seseorang beriman.
Besok ia bisa menjadi kafir.
Pertanyaan Besar
Ketika Dajjal datang…
Ketika fitnah menghancurkan iman…
Ketika dunia penuh kekacauan…
Di barisan mana kita berdiri?
Di barisan Dajjal?
Atau di barisan Nabi Isa?
Munajat Idul Fitri
Ya Allah…
Hari ini kami berdiri di hadapan-Mu dalam keadaan penuh dosa.
Ramadhan telah pergi…
Kami tidak tahu apakah amal kami diterima atau ditolak.
Ya Allah…
Jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kami…
maka jadikanlah ia Ramadhan terbaik dalam hidup kami.
Ya Allah…
Kami hidup di akhir zaman.
Fitnah datang seperti gelombang laut.
Hati kami lemah.
Iman kami rapuh.
Maka jangan Engkau serahkan kami kepada diri kami walau sekejap mata.
Ya Allah…
Jika suatu hari Dajjal muncul di bumi ini…
maka lindungilah kami dan anak-anak kami dari fitnahnya.
Ya Allah…
Jika Engkau mempertemukan kami dengan Nabi Isa…
maka jadikan kami tentara kebenaran.
Bukan pengikut Dajjal.
Ya Allah…
Ampuni dosa kedua orang tua kami.
Ampuni dosa guru-guru kami.
Ampuni dosa seluruh kaum muslimin.
Ya Allah…
Jangan Engkau akhiri hidup kami kecuali dalam keadaan
لا إله إلا الله محمد رسول الله
Ya Allah…
pertemukan kami dengan Ramadhan berikutnya.
Jika kami tidak hidup sampai saat itu…
maka kumpulkan kami di surga-Mu bersama Nabi-Mu Muhammad ﷺ.
آمين يا رب العالمين
Post a Comment